Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » News » Pemkot Tasikmalaya Dorong Investasi dan Penggunaan Produk Lokal untuk Perkuat Ekonomi Daerah

Pemkot Tasikmalaya Dorong Investasi dan Penggunaan Produk Lokal untuk Perkuat Ekonomi Daerah

  • account_circle Galih Sugih Lugina
  • calendar_month Selasa, 8 Sep 2026
  • visibility 14
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Medinas.id — Pemerintah Kota Tasikmalaya mendorong pelaku usaha dan investor untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat serta berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Upaya tersebut salah satunya dilakukan dengan mendorong penggunaan material dan tenaga kerja lokal dalam setiap pembangunan di Kota Tasikmalaya.

 

‎Hal itu disampaikan, Hj. Hesti Widiawati, S.E., M.M. Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik yang mewakili Walikota Kota Tasikmalaya, seusai membuka Musyawarah Daerah  (Musda) Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia ke VI (Gapensi) di Aula Sakura Hotel Santika, Jalan Yudanegara, Kota Tasikmalaya, Selasa (08/09/2026).

 

‎Menurut Hesti, pembangunan tidak hanya berorientasi pada besarnya nilai investasi, tetapi juga harus mampu meningkatkan kembali kepercayaan masyarakat. Para pelaku usaha diharapkan memiliki kompetensi dan memahami berbagai batasan serta ketentuan yang berlaku dalam pelaksanaan pembangunan.

 

‎”Jadi tidak hanya berapa atau berapa besarnya, tetapi justru harus meningkatkan kembali kepercayaan masyarakat. Pertama dengan meningkatkan kompetensi, kemudian memperhatikan batasan-batasan infrastruktur yang harus sesuai dengan ketentuan,” ujar Hesti.

 

‎Ia menegaskan, setiap pembangunan harus mengikuti standar dan regulasi yang telah ditetapkan, termasuk penggunaan material sesuai ketentuan teknis.

 

‎Di sisi lain, Pemkot Tasikmalaya juga mendorong agar pembangunan yang menggunakan anggaran daerah dapat memberikan dampak langsung terhadap perekonomian lokal. Salah satunya melalui penggunaan material yang dibeli dari pelaku usaha di Kota Tasikmalaya serta pemanfaatan tenaga kerja lokal.

 

‎”Jangan sampai membangun di Kota Tasikmalaya, kemudian setiap pekerjaan yang bersumber dari APBD Kota Tasikmalaya, tetapi uangnya justru dibelanjakan keluar dari Kota Tasikmalaya,” katanya.

 

‎Menurutnya, kebijakan tersebut penting untuk meningkatkan perputaran ekonomi di daerah sekaligus membantu mengurangi angka pengangguran melalui penyerapan tenaga kerja lokal.

 

‎Hesti mengakui, menciptakan iklim investasi yang baik tidak mudah. Pemerintah daerah harus tetap mempertimbangkan berbagai regulasi agar proses investasi berjalan sesuai ketentuan.

 

‎Namun, ia menilai perkembangan sistem pelayanan berbasis digital, termasuk Online Single Submission (OSS), telah memberikan kemudahan bagi para pelaku usaha dalam memenuhi persyaratan perizinan.

 

‎”Regulasi di pemerintah kota harus menjadi faktor pertimbangan. Tetapi sekarang segala sesuatunya sudah online, sudah ada OSS dan ketentuannya,” ujarnya.

 

‎Pemkot Tasikmalaya, lanjut Hesti, terus mengajak para pengusaha untuk berinvestasi di Kota Tasikmalaya sebagai bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

 

‎Ia memastikan regulasi terkait investasi dan kegiatan usaha telah diatur pemerintah daerah dengan tetap mengacu pada ketentuan yang berlaku.

 

‎”Kita sebenarnya sudah mengajak pengusaha-pengusaha untuk berinvestasi di Kota Tasikmalaya. Regulasi dan yang lainnya sudah kita atur, tetapi tidak juga melanggar ketentuan,” katanya.

 

‎Dalam pelaksanaannya, Pemkot Tasikmalaya juga berkolaborasi dengan berbagai stakeholder untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif. Menurut Hesti, kepatuhan terhadap regulasi diperlukan bukan hanya untuk kepentingan pemerintah, tetapi juga untuk melindungi investor.

‎Ia menilai anggapan bahwa pemerintah daerah tidak ramah terhadap investasi terkadang muncul ketika terdapat kegiatan usaha yang telah berjalan, tetapi belum memenuhi seluruh persyaratan regulasi.

 

‎”Karena kita tidak ingin melakukan pelanggaran. Pada akhirnya, itu akan memberikan kerugian terhadap investor sendiri,” ucapnya.

 

‎Hesti menambahkan, pemerintah juga menerima aduan masyarakat terkait kegiatan usaha yang belum menyelesaikan proses regulasi. Karena itu, kepatuhan terhadap aturan dinilai menjadi bagian penting dalam menciptakan iklim investasi yang sehat, aman, dan berkelanjutan di Kota Tasikmalaya. (***)

  • Penulis: Galih Sugih Lugina
  • Editor: Galih

Rekomendasi Untuk Anda

  • PERADI Tasikmalaya Dorong Hukum Humanis, Perkuat Kepercayaan Publik dan Layanan Bantuan Hukum

    PERADI Tasikmalaya Dorong Hukum Humanis, Perkuat Kepercayaan Publik dan Layanan Bantuan Hukum

    • calendar_month Minggu, 3 Mei 2026
    • account_circle Rian Sutisna
    • visibility 8
    • 0Komentar

    Medinas.id — Wakil Ketua PERADI Tasikmalaya, Damas Aprianur, menekankan pentingnya menghadirkan sistem hukum yang lebih humanis, mudah dimengerti, dan mampu membangun kepercayaan masyarakat. “Pada dasarnya, hukum harus lebih berorientasi pada kemanusiaan, sederhana untuk dipahami, serta dipercaya publik. Itu menjadi benang merah dari kegiatan ini,” ujar Damas kepada wartawan di sela acara halal bihalal Keluarga Besar […]

  • Ketua Umum RABN Ingatkan Mahasiswa Jangan Terjebak Polarisasi Politik

    Ketua Umum RABN Ingatkan Mahasiswa Jangan Terjebak Polarisasi Politik

    • calendar_month Rabu, 27 Mei 2026
    • account_circle Rian Sutisna
    • visibility 4
    • 0Komentar

    Media Nasional – Medinas.id – Ketua Umum Relawan Anak Bangsa Nasional (RABN), Agus Winarno, menanggapi pernyataan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Gadjah Mada (UGM), Tiyo Andrianto, yang membandingkan pemerintahan Presiden Soeharto, Presiden Joko Widodo, hingga Presiden Prabowo Subianto. Pernyataan tersebut memicu perhatian publik dan memunculkan perdebatan di ruang demokrasi nasional. Agus Winarno menegaskan mahasiswa […]

  • Kejari Kota Tasikmalaya Dorong Penguatan Kepercayaan Publik melalui Penegakan Hukum Berintegritas

    Kejari Kota Tasikmalaya Dorong Penguatan Kepercayaan Publik melalui Penegakan Hukum Berintegritas

    • calendar_month Rabu, 2 Sep 2026
    • account_circle Galih Sugih Lugina
    • visibility 15
    • 0Komentar

    Medinas.id – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Tasikmalaya menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kepercayaan publik melalui penegakan hukum yang berintegritas, humanis, adil, dan bermartabat.   ‎Hal tersebut disampaikan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Tasikmalaya, Erny Veronica Maramba, S.H., M.Hum, usai mengikuti kegiatan peringatan Hari Jadi Kejaksaan Republik Indonesia ke-81 di Kantor Kejari Kota Tasikmalaya, Jalan Ir. […]

  • Boboko Tasikmalaya Deklarasi, Hadirkan Kultur Suporter yang Santun dan Bermartabat

    Boboko Tasikmalaya Deklarasi, Hadirkan Kultur Suporter yang Santun dan Bermartabat

    • calendar_month Sabtu, 13 Jun 2026
    • account_circle Rian Sutisna
    • visibility 10
    • 0Komentar

    Medinas.id — Komunitas Bobotoh Kolot (Boboko) Distrik Tasikmalaya resmi mendeklarasikan keberadaannya sebagai wadah bagi para pendukung Persib Bandung yang telah memasuki usia matang, namun tetap memiliki kecintaan dan loyalitas tinggi terhadap tim kebanggaan Jawa Barat tersebut, yang bertempat di rumah makan ma’uneng Jalan terusan BCA Kecamatan Cihideung Kota Tasikmalaya (13/06/2026) Salah satu penggagas Boboko Tasikmalaya, […]

  • 44 Peserta OHAN Hafidz Kota Tasikmalaya Selesaikan Pembinaan, 26 Santri Hafal 30 Juz

    44 Peserta OHAN Hafidz Kota Tasikmalaya Selesaikan Pembinaan, 26 Santri Hafal 30 Juz

    • calendar_month Senin, 31 Agt 2026
    • account_circle Galih Sugih Lugina
    • visibility 9
    • 0Komentar

    Medinas.id – Sebanyak 44 peserta Program OHAN Hafidz gelombang pertama tahun 2025–2026 resmi menyelesaikan masa pembinaan. Para peserta yang berasal dari empat pondok pesantren di Kota Tasikmalaya tersebut dijadwalkan mengikuti prosesi wisuda pada awal September 2026.   ‎Program OHAN Hafidz merupakan salah satu upaya Pemerintah Kota Tasikmalaya dalam memperkuat identitas sebagai Kota Santri melalui pengembangan […]

  • PGRI Kota Tasikmalaya Tetapkan Tiga Prioritas Utama dalam Konferensi Kerja I

    PGRI Kota Tasikmalaya Tetapkan Tiga Prioritas Utama dalam Konferensi Kerja I

    • calendar_month Sabtu, 6 Jun 2026
    • account_circle Rian Sutisna
    • visibility 7
    • 0Komentar

    Medinas.id — Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Tasikmalaya menggelar Konferensi Kerja I Masa Bakti 2025–2030 di Aula Bapelitbangda Kota Tasikmalaya, Sabtu (06/06/2026). Kegiatan tersebut mengusung tema “Memperkuat Peran PGRI dalam Mewujudkan Guru Bermutu Menuju Tasikmalaya Maju.” Konferensi kerja ini menjadi ajang evaluasi program organisasi sekaligus penyusunan rencana kerja untuk satu tahun ke depan. Selain […]

expand_less