44 Peserta OHAN Hafidz Kota Tasikmalaya Selesaikan Pembinaan, 26 Santri Hafal 30 Juz
- account_circle Galih Sugih Lugina
- calendar_month Senin, 31 Agt 2026
- visibility 10
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Medinas.id – Sebanyak 44 peserta Program OHAN Hafidz gelombang pertama tahun 2025–2026 resmi menyelesaikan masa pembinaan. Para peserta yang berasal dari empat pondok pesantren di Kota Tasikmalaya tersebut dijadwalkan mengikuti prosesi wisuda pada awal September 2026.
Program OHAN Hafidz merupakan salah satu upaya Pemerintah Kota Tasikmalaya dalam memperkuat identitas sebagai Kota Santri melalui pengembangan pendidikan dan pembinaan Al-Qur’an bagi generasi muda.
Puluhan peserta tersebut mengikuti pembinaan yang tersebar di empat pondok pesantren. Masing-masing yakni Pondok Pesantren Nurul Hidayah Purbaratu sebanyak 14 peserta, Pondok Pesantren Sulalatul Huda Cihideung sebanyak 14 peserta, Pondok Pesantren Al Hasanah Kawalu sebanyak 13 peserta, serta Tahfidzul Qur’an Nurul Iman Indihiang sebanyak 6 peserta.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kota Tasikmalaya, H. Asep Dudi, mengapresiasi capaian para santri setelah menjalani pembinaan selama satu tahun.
Menurutnya, proses pembinaan menunjukkan hasil yang cukup signifikan. Dari total peserta, sebanyak 26 santri berhasil menghafal 30 juz Al-Qur’an.
“Alhamdulillah, dari 44 peserta, sebanyak 26 orang sudah berhasil hafal 30 juz. Kemudian lima orang hafal 20 sampai 29 juz, dan 13 orang hafal 11 sampai 19 juz,” ujar Asep Dudi, Senin (31/08/2026).
Asep menjelaskan, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari peran para tenaga pembina yang secara konsisten mendampingi peserta selama mengikuti program. Sebanyak 20 tenaga pembina terlibat, terdiri atas 12 guru tahfidz dan delapan guru tahsin.
Para pembina secara rutin memberikan bimbingan, melakukan penyimakan setoran hafalan, serta mendampingi peserta dalam menjaga hafalan melalui kegiatan murojaah.
Sebagai bentuk apresiasi terhadap pencapaian para peserta, Pemkot Tasikmalaya akan menggelar prosesi wisuda Program OHAN Hafidz pada Rabu, 2 September 2026. Kegiatan tersebut rencananya berlangsung di halaman Masjid Agung Kota Tasikmalaya.
Mewakili Wali Kota Tasikmalaya, Plt. Asisten Daerah I Kota Tasikmalaya, Drs. Ade Hendar, menegaskan bahwa Program OHAN Hafidz merupakan bagian dari program prioritas Tasik Religi.
Menurut Ade, keberhasilan program tidak semata-mata diukur dari kemeriahan atau kemegahan acara wisuda, melainkan dari kekhidmatan kegiatan serta manfaat yang dirasakan para penghafal Al-Qur’an.
“Bagi kami, ukuran keberhasilan program ini bukan megahnya panggung, tetapi kekhidmatan acara dan kebermanfaatannya bagi para penghafal Al-Qur’an. Untuk itu, saya meminta panitia mempersiapkan semuanya dengan matang agar acara berjalan lancar dan khidmat,” kata Ade.
Ia menambahkan, Pemerintah Kota Tasikmalaya berkomitmen menjaga marwah daerah sebagai Kota Santri. Salah satu upayanya dilakukan dengan memperkuat pembinaan generasi Qur’ani secara berkelanjutan.
Pembinaan tersebut, lanjut Ade, tidak hanya berorientasi pada peningkatan jumlah hafalan, tetapi juga harus diimbangi dengan kualitas bacaan, pemahaman, pengamalan nilai-nilai Al-Qur’an, serta pembentukan akhlak para santri.
Program OHAN Hafidz diharapkan mampu melahirkan generasi penghafal Al-Qur’an yang memiliki kecerdasan spiritual sekaligus mampu menjadi teladan di tengah masyarakat.
Capaian 26 santri yang berhasil menyelesaikan hafalan 30 juz menjadi salah satu indikator positif dari pelaksanaan program gelombang pertama. Pemkot Tasikmalaya berharap keberhasilan tersebut dapat menjadi motivasi bagi pondok pesantren lainnya untuk berpartisipasi dalam program serupa pada gelombang berikutnya.
Ade juga mengingatkan agar proses pembinaan tidak berhenti setelah prosesi wisuda. Orang tua, guru, dan pimpinan pondok pesantren diharapkan terus memberikan dukungan kepada para santri untuk menjaga hafalan melalui murojaah secara rutin.
“Wisuda bukan akhir, tetapi awal dari tanggung jawab untuk menjaga dan mengamalkan Al-Qur’an,” pungkasnya. (***)
- Penulis: Galih Sugih Lugina
- Editor: Galih
