Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ragam » Budaya dan Keagamaan Dipadukan, Padepokan Sanca Galunggung Dorong Pelestarian Budaya di Kota Tasikmalaya

Budaya dan Keagamaan Dipadukan, Padepokan Sanca Galunggung Dorong Pelestarian Budaya di Kota Tasikmalaya

  • account_circle Galih Sugih Lugina
  • calendar_month 11 jam yang lalu
  • visibility 9
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Medinas.id – Upaya melestarikan kebudayaan daerah terus dilakukan para pegiat seni dan budaya di Kota Tasikmalaya. Salah satunya melalui kegiatan yang memadukan semangat peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia dengan nilai-nilai keagamaan.

 

‎Rangkaian kegiatan tersebut tidak hanya digelar untuk memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, tetapi juga dirangkaikan dengan tabligh akbar dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.

 

‎Kegiatan yang berlangsung di Jalan Pasar Pancasila, Kelurahan Lengkongsari, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya, Sabtu (29/08/2026), menjadi ruang bagi para pelaku budaya untuk memperkenalkan sekaligus menegaskan bahwa kebudayaan dan nilai-nilai keagamaan dapat berjalan secara harmonis.

 

‎Ketua Padepokan Qulbu Zakir, Sandi Sina, mengatakan perpaduan antara budaya, keagamaan, dan semangat kebangsaan tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa ketiga unsur tersebut tidak harus dipertentangkan.

 

‎Menurut Sandi, masih terdapat anggapan di sebagian kalangan bahwa aktivitas kebudayaan identik dengan sesuatu yang terpisah dari nilai-nilai agama. Melalui kegiatan tersebut, pihaknya berupaya mengubah paradigma tersebut dengan menghadirkan kegiatan yang menggabungkan unsur budaya, keagamaan, dan kebangsaan.

 

‎“Tujuan utamanya adalah memeriahkan kemerdekaan Republik Indonesia. Kemudian pada malam harinya dilanjutkan dengan tabligh akbar untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW,” ujar Sandi Sina saat ditemui di sela-sela kegiatan.

 

‎Ia menjelaskan, kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana sosialisasi kepada masyarakat bahwa budaya daerah dapat berjalan beriringan dengan nilai-nilai keagamaan yang telah tumbuh dan berkembang dalam kehidupan masyarakat.

 

‎Sandi menilai kebudayaan memiliki hubungan erat dengan kehidupan sosial dan keagamaan. Karena itu, menurutnya, pandangan yang memisahkan budaya dari agama perlu perlahan diubah.

 

‎“Kami ingin menunjukkan bahwa kebudayaan juga memiliki nuansa keagamaan yang kuat. Paradigma seperti itulah yang ingin kami ubah. Kegiatan budaya dapat diselaraskan dengan kegiatan keagamaan, termasuk dalam momentum kemerdekaan dan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW,” katanya.

 

‎Lebih lanjut, Sandi berharap Pemerintah Kota Tasikmalaya dapat memberikan perhatian serta ruang yang lebih luas bagi para pelaku seni dan budaya. Pemerintah, kata dia, dapat berperan sebagai jembatan antara pegiat budaya, masyarakat, serta berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap pelestarian budaya.

 

‎“Kami berharap ke depan Pemerintah Kota Tasikmalaya bisa memfasilitasi sekaligus menjadi jembatan bagi para pegiat budaya. Setiap kegiatan atau momentum yang berkaitan dengan kebudayaan diharapkan bisa melibatkan seluruh masyarakat dan pelaku budaya,” ungkapnya.

 

‎Ia menegaskan, pelestarian kebudayaan tidak dapat hanya dibebankan kepada satu kelompok atau komunitas. Peran generasi saat ini sangat penting untuk memastikan warisan budaya daerah tetap hidup dan tidak tergerus perkembangan zaman.

“Kalau bukan kita, siapa lagi? Kalau bukan sekarang, kapan lagi?”tegasnya

 

‎Pelaku Budaya Dorong Sinergi.

‎Sementara itu, Ketua Padepokan Sanca Galunggung, Ki Sanca, menilai keberlangsungan kebudayaan membutuhkan kepedulian dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

 

‎Menurutnya, tradisi dan warisan budaya harus terus diperkenalkan kepada masyarakat, terutama generasi muda, agar keberadaannya tidak semakin tergerus oleh perubahan zaman.

 

‎Ki Sanca mengatakan, para pelaku budaya selama ini terus berupaya menjalankan berbagai kegiatan dengan membangun sinergi bersama sesama pegiat seni, masyarakat, pemerintah, aparat keamanan, maupun berbagai pihak lainnya.

 

‎“Pelaku budaya tidak bisa berjalan sendiri. Sejak dulu kami selalu bersinergi dengan rekan-rekan dan masyarakat. Alhamdulillah, sampai sekarang masih banyak yang peduli dan ikut menggelar kegiatan untuk menjaga kebudayaan,” kata Ki Sanca.

 

‎Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang selama ini memberikan dukungan terhadap berbagai kegiatan seni dan budaya, mulai dari masyarakat, media, kepolisian, hingga pemerintah dan dinas terkait.

 

‎“Kami sangat berterima kasih kepada media, masyarakat, warga, kepolisian, maupun dinas yang selama ini telah memberikan dukungan terhadap kegiatan-kegiatan seperti ini,” ujarnya.

 

‎Ki Sanca berharap Pemerintah Kota Tasikmalaya semakin memberikan perhatian terhadap keberadaan dan perkembangan kebudayaan daerah. Menurutnya, budaya merupakan bagian dari identitas masyarakat yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

 

‎“Khusus kepada Bapak Wali Kota Tasikmalaya, kami berharap kebudayaan mendapat perhatian lebih. Budaya harus terlihat, harus tetap hidup, dan jangan sampai diabaikan,” katanya.

 

‎Ia menambahkan, para pegiat budaya akan terus membangun komunikasi dan membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah. Langkah tersebut dinilai penting untuk menyampaikan aspirasi sekaligus kebutuhan para pelaku seni dan budaya.

 

‎Menurut Ki Sanca, sinergi antara pegiat budaya, masyarakat, pemerintah, aparat keamanan, dan media menjadi kunci agar kebudayaan di Kota Tasikmalaya tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga berkembang mengikuti perubahan zaman tanpa kehilangan jati dirinya.

 

‎Melalui kolaborasi tersebut, kegiatan seni dan budaya diharapkan tidak sekadar menjadi hiburan, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat nilai kebangsaan, mempererat hubungan sosial dan keagamaan masyarakat, serta menjaga keberlangsungan tradisi dan warisan budaya daerah.

 

‎Dengan keterlibatan berbagai elemen masyarakat, pelestarian budaya di Kota Tasikmalaya diharapkan dapat terus berjalan secara berkelanjutan sekaligus menjadi bagian penting dalam membangun karakter generasi muda di tengah perkembangan zaman, pungkasnya.(***)

  • Penulis: Galih Sugih Lugina
  • Editor: Galih

Rekomendasi Untuk Anda

  • Libatkan Guru, Orang Tua dan Siswa, Kurban 12 Sapi Jadi Ajang Pendidikan Karakter

    Libatkan Guru, Orang Tua dan Siswa, Kurban 12 Sapi Jadi Ajang Pendidikan Karakter

    • calendar_month Kamis, 28 Mei 2026
    • account_circle Rian Sutisna
    • visibility 8
    • 0Komentar

    Medinas.id — Momentum Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah atau tahun 2026 Masehi dimanfaatkan untuk memperkuat nilai kebersamaan dan kepedulian sosial melalui pelaksanaan ibadah kurban. Kamis (28/05/2026) Sebanyak 12 ekor sapi disembelih dalam kegiatan qurban yang digelar di lingkungan sekolah. Dari jumlah tersebut, 11 ekor sapi merupakan qurban murni dari para guru aktif, guru purna tugas, […]

  • Ratusan Warga Gotong Royong Bersihkan SOR Kaliki, Wujud Syukur Persib Juara dan Dukungan untuk Porprov. 

    Ratusan Warga Gotong Royong Bersihkan SOR Kaliki, Wujud Syukur Persib Juara dan Dukungan untuk Porprov. 

    • calendar_month Minggu, 24 Mei 2026
    • account_circle Rian Sutisna
    • visibility 11
    • 0Komentar

    Medinas.id — Stadion Olahraga Rakyat (SOR) Kaliki di Kecamatan Mangunreja yang biasanya tampak sepi, mendadak ramai dipenuhi ratusan warga pada Minggu pagi (24/05/2026). Sejak pukul 07.00 WIB, masyarakat datang membawa sabit, mesin pemotong rumput, hingga karung sampah untuk mengikuti aksi gotong royong membersihkan area stadion yang selama ini dipenuhi semak belukar dan rumput liar. Kegiatan […]

  • Kisah di Balik Secangkir Kopi Kemuning: Perjuangan dan Persahabatan di Tasikmalaya

    Kisah di Balik Secangkir Kopi Kemuning: Perjuangan dan Persahabatan di Tasikmalaya

    • calendar_month Kamis, 4 Sep 2025
    • account_circle Rian Sutisna
    • visibility 8
    • 0Komentar

    Medinas.id – Tasikmalaya – Berdiri di atas semangat perjuangan, persahabatan, dan keteguhan hati, Cafe Kemuning di Tasikmalaya memiliki kisah yang lebih dalam dari sekadar tempat nongkrong. DR Iwan Saputra, sang pemilik, menceritakan bahwa nama “Kemuning” diambil dari lokasi aslinya di Jalan Kemuning Indah, yang sudah lama berdiri sebelum kafe itu ada. Pada 2018, seorang sahabat […]

  • “SMKN 1 Kota Tasikmalaya Ajukan Pengembangan Fasilitas 2026, Pendaftar dan Prestasi Terus Meningkat”.

    “SMKN 1 Kota Tasikmalaya Ajukan Pengembangan Fasilitas 2026, Pendaftar dan Prestasi Terus Meningkat”.

    • calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
    • account_circle Rian Sutisna
    • visibility 11
    • 0Komentar

    Medinas.id — Kepala SMKN 1 Kota Tasikmalaya, Junjun Nugraha Sutisna, S.Pd., M.M, mengungkapkan bahwa pihak sekolah telah mengajukan berbagai usulan bantuan pemerintah yang disesuaikan dengan kebutuhan sarana dan prasarana pendidikan di lingkungan sekolah, Jl. Mancogeh No.26, Nagarasari, Kec. Cipedes, Kota Tasikmalaya, Selasa (09/06/2026) Menurutnya, usulan yang diajukan melalui sistem yang telah disediakan pemerintah mencakup sejumlah […]

  • Program MBG Sudah Serap Puluhan Ribu Tenaga Kerja, Ada Kejadian Jadi Momen Evaluasi Menuju Kesempurnaan

    Program MBG Sudah Serap Puluhan Ribu Tenaga Kerja, Ada Kejadian Jadi Momen Evaluasi Menuju Kesempurnaan

    • calendar_month Senin, 22 Sep 2025
    • account_circle Rian Sutisna
    • visibility 8
    • 0Komentar

    Media Nasional (Medinas.id) – Baru-baru ini, program “Makan Bergizi Gratis” (MBG) menghadapi nada sumbang yang menyerukan penghentian total karena beberapa insiden yang terjadi di sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Menanggapi hal ini, Agus Winarno SH, Ketua Umum Relawan Anak Bangsa (RABN), menegaskan agar pemerintah tidak goyah dan tetap fokus pada perbaikan. Menurut Agus Winarno, […]

  • RABN : Tim Kapolri dan Komisi Dibentuk Presiden Bersinergi Perkuat Reformasi Polri

    RABN : Tim Kapolri dan Komisi Dibentuk Presiden Bersinergi Perkuat Reformasi Polri

    • calendar_month Sabtu, 27 Sep 2025
    • account_circle Rian Sutisna
    • visibility 6
    • 0Komentar

    Media Nasional (medinas.id) – Pembentukan Tim Transformasi Reformasi Polri oleh Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo adalah langkah yang mendukung dan akan memperkuat kerja Komisi Reformasi yang dibentuk oleh Presiden Prabowo Subianto, dan bukanlah tindakan perlawanan. Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum Relawan Anak Bangsa Nasional, Agus Winarno, SH, melalui pernyataan resmi. Sabtu (27/09/2025) di […]

expand_less