”Dari Air Mata Menjadi Senyum, HAN 2026 Tasikmalaya Hadirkan Harapan Baru bagi 1.100 Keluarga dan Anak Korban Kekerasan”
- account_circle Rian Sutisna
- calendar_month Kamis, 23 Jul 2026
- visibility 8
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Medinas.id —Suasana penuh kehangatan dan haru mewarnai peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 di Kabupaten Tasikmalaya. Di balik semarak ribuan peserta yang memadati lokasi acara, tersimpan kisah-kisah inspiratif tentang kepedulian, harapan, serta semangat untuk memulihkan senyum anak-anak yang pernah menjadi korban kekerasan.
Mengusung tema”Anak Hebat, Indonesia Kuat Menuju Indonesia Emas”, kegiatan yang digagas Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kabupaten Tasikmalaya ini tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi menjelma sebagai gerakan kemanusiaan yang menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Sebanyak 1.100 keluarga kurang mampu dan anak-anak korban kekerasan menerima bantuan dan pendampingan, sementara 110 anak mengikuti khitanan massal sebagai bagian dari rangkaian bakti sosial yang diselenggarakan dalam peringatan tersebut.
Dihadiri Tokoh Nasional dan Daerah.
Perayaan HAN 2026 semakin istimewa dengan kehadiran sejumlah tokoh nasional dan daerah yang menunjukkan komitmen nyata terhadap perlindungan anak. Hadir secara langsung, Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih, S.E., M.M., Irjen Kemendes PDTT Dr. Masyhudi, S.H., M.H., Pendiri Sahabat Ryano Muhamad Ryano Panjaitan, dan Owner Group37 H. Cahya Gandara.
Turut hadir Ketua KPAI Pusat Dr. Aris Adi Leksono, M.M.Pd., Regional CEO Bank Syariah Indonesia (BSI) Jawa Barat Fitria Ekayani, Danrem 062/Tarumanagara Kolonel Inf. Dadi Sutandi, S.E., M.M., serta Wakil Bupati Tasikmalaya Asep Sopari Al Ayubi.
Kehadiran para pemimpin dari berbagai sektor tersebut menjadi simbol kuat bahwa perlindungan anak merupakan tanggung jawab bersama yang memerlukan kolaborasi seluruh elemen bangsa.
Pesan Inspiratif Pangdam III/Siliwangi
Salah satu momen yang paling berkesan adalah saat Pangdam III/Siliwangi, Mayjen TNI Kosasih, menyampaikan pesan motivasi kepada para orang tua dan anak-anak yang hadir.
Dikenal sebagai sosok pemimpin yang sederhana dengan latar belakang sebagai marbot masjid, Mayjen Kosasih mengingatkan bahwa keluarga merupakan lingkungan pertama yang membentuk karakter dan masa depan anak.
”Keluarga adalah tempat pertama anak belajar. Dari sanalah mereka memperoleh bekal untuk menghadapi tantangan kehidupan yang semakin kompleks di masa depan,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh anak untuk terus menuntut ilmu dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan menuju Indonesia Emas 2045.
”Teruslah belajar, belajar, dan belajar. Persiapkan diri menghadapi masa depan yang lebih penuh tantangan dibandingkan sekarang,” pesannya.
Dalam kesempatan tersebut, Pangdam turut memberikan ucapan selamat serta hadiah kepada anak-anak yang sedang berulang tahun. Perhatian sederhana itu menjadi momen yang membangkitkan rasa percaya diri sekaligus menghadirkan kebahagiaan bagi mereka.
Kolaborasi Kemanusiaan untuk Masa Depan Anak.
Ketua KPAID Kabupaten Tasikmalaya, Ato Rinanto, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, kehadiran Pangdam III/Siliwangi merupakan bukti konsistensi dalam mendukung isu perlindungan anak.
”Beliau selalu hadir ketika anak-anak membutuhkan perlindungan. Hari ini kita melihat sendiri bagaimana beliau bercengkerama, bergembira, dan memberikan perhatian langsung kepada anak-anak. Ini menjadi teladan bagi kita semua,” ungkap Ato.
Sementara itu, Owner Group37 H. Cahya Gandara menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi melalui berbagai kegiatan sosial yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Menurutnya, kolaborasi bersama KPAID menjadi langkah nyata dalam menghadirkan harapan baru bagi ribuan keluarga dan anak-anak yang membutuhkan perhatian.
”Kebahagiaan sejati adalah ketika kita bisa memberikan manfaat kepada masyarakat luas, bukan mengambil manfaat dari orang lain,” tutur H. Cahya Gandara.
Ditutup dengan Beragam Kegiatan Edukatif.
Rangkaian Hari Anak Nasional 2026 ditutup dengan berbagai kegiatan yang melibatkan anak-anak dan masyarakat, mulai dari pertunjukan seni, pameran hasil kreativitas anak, bazar UMKM, hingga permainan edukatif yang berlangsung meriah.
Kolaborasi antara pemerintah, KPAID, TNI, dunia usaha, lembaga keuangan, serta masyarakat menjadi bukti bahwa perlindungan anak bukan sekadar slogan, melainkan gerakan bersama yang diwujudkan melalui aksi nyata.
Peringatan Hari Anak Nasional 2026 di Kabupaten Tasikmalaya pun, meninggalkan pesan kuat bahwa setiap anak berhak tumbuh dalam lingkungan yang aman, penuh kasih sayang, serta memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang menjadi generasi yang sehat, cerdas, tangguh, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045.(***)
- Penulis: Rian Sutisna
