Ragam  

PGRI Kota Tasikmalaya Tetapkan Tiga Prioritas Utama dalam Konferensi Kerja I

Medinas.id — Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Tasikmalaya menggelar Konferensi Kerja I Masa Bakti 2025–2030 di Aula Bapelitbangda Kota Tasikmalaya, Sabtu (06/06/2026). Kegiatan tersebut mengusung tema “Memperkuat Peran PGRI dalam Mewujudkan Guru Bermutu Menuju Tasikmalaya Maju.”

Konferensi kerja ini menjadi ajang evaluasi program organisasi sekaligus penyusunan rencana kerja untuk satu tahun ke depan. Selain itu, kegiatan juga diisi dengan pelantikan alat kelengkapan organisasi PGRI Kota Tasikmalaya.

Ketua PGRI Kota Tasikmalaya, Cecep Susilawan, S.Pd., M.M., mengatakan bahwa konferensi kerja pertama ini merupakan momentum penting untuk meninjau capaian program yang telah dilaksanakan sekaligus merumuskan langkah strategis ke depan.

“Konferensi kerja ini menjadi sarana evaluasi terhadap program yang telah dijalankan selama satu tahun terakhir, sekaligus menyusun berbagai agenda yang akan dilaksanakan pada tahun mendatang. Salah satu isu utama yang menjadi perhatian adalah penguatan kolaborasi PGRI dengan berbagai pihak,” ujarnya.

Menurut Cecep, kolaborasi menjadi kunci dalam mendukung kemajuan dunia pendidikan. Guru sebagai sumber daya utama dalam proses pembelajaran harus terus meningkatkan kapasitas dan mampu menjadi inspirasi bagi peserta didik.

Ia menambahkan, sinergi antara organisasi profesi, Dinas Pendidikan, dan Pemerintah Kota Tasikmalaya perlu terus diperkuat agar tercipta hubungan yang harmonis dan memiliki komitmen yang sama dalam memajukan pendidikan.

Dalam kesempatan tersebut, Cecep juga memaparkan tiga program prioritas PGRI Kota Tasikmalaya untuk tahun mendatang. Ketiga program tersebut meliputi peningkatan kompetensi guru, perlindungan serta kesejahteraan guru, dan penguatan perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan tenaga pendidik sesuai kemampuan fiskal daerah.

“Peningkatan kompetensi guru tetap menjadi prioritas utama. Selain itu, perlindungan dan kesejahteraan guru yang saat ini menjadi isu nasional juga harus mendapat perhatian serius. Kami berharap kesejahteraan guru di Kota Tasikmalaya dapat terus meningkat melalui dukungan pemerintah daerah,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya, H. Rojab Riswan Taopik, S.Sos., M.Si., mengapresiasi pelaksanaan Konferensi Kerja I PGRI Kota Tasikmalaya.

Ia menilai kegiatan tersebut menjadi langkah penting dalam memperkuat organisasi sekaligus merumuskan program-program yang akan dijalankan selama masa bakti 2025–2030.

“Kami menyampaikan apresiasi kepada PGRI Kota Tasikmalaya yang telah melaksanakan Konferensi Kerja I serta pelantikan alat kelengkapan organisasi. Hasil pembahasan dalam komisi-komisi nantinya akan menjadi program kerja yang dijalankan oleh PGRI ke depan,” ujarnya.

Rojab juga mengucapkan selamat kepada para pengurus alat kelengkapan organisasi yang baru dilantik. Ia berharap amanah yang diberikan dapat dijalankan dengan baik serta memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan organisasi dan dunia pendidikan.

Menurutnya, PGRI merupakan mitra strategis pemerintah dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Tasikmalaya. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah daerah, Dinas Pendidikan, dan PGRI harus terus diperkuat.

“Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Dibutuhkan kolaborasi yang kuat dengan berbagai pihak, termasuk PGRI, agar kualitas pendidikan di Kota Tasikmalaya semakin meningkat,” pungkasnya. (gal)