N-Max X-Max Riders Tasikmalaya Rayakan 10 Tahun, Tegaskan Komitmen Jadi Komunitas Bikers yang Positif
- account_circle Galih Sugih Lugina
- calendar_month Minggu, 20 Sep 2026
- visibility 6
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Medinas.id — TASIKMALAYA, N-Max X-Max Riders Tasikmalaya merayakan satu dekade berdirinya komunitas dengan menggelar Anniversary ke-10 di Ocoh Coffee, Jalan Raya Mangin, Kota Tasikmalaya, Sabtu malam (19/09/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri ratusan pengguna Yamaha N-Max dan X-Max. Sejumlah riders dari luar daerah, di antaranya Pandeglang, Garut, Ciamis, hingga Bandung, turut hadir dalam perayaan tersebut.
Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Rd. Diky Candra Negara, juga hadir dan mendapat sambutan dari para anggota komunitas.
Mewakili PIC N-Max X-Max Riders Tasikmalaya, Ipan Bolang mengatakan, Anniversary ke-10 sengaja mengundang berbagai komunitas bikers di Kota Tasikmalaya sebagai momentum mempererat silaturahmi dan persaudaraan antarpengguna sepeda motor.
”Di anniversary ke-10 ini semua komunitas bikers Tasikmalaya kita undang. Ini bukan soal N-Max X-Max saja, tapi soal solidnya bikers Tasik,” ujar Ipan.
Ia menegaskan, N-Max X-Max Riders bukan klub motor eksklusif, melainkan wadah silaturahmi bagi pengguna Yamaha N-Max dan X-Max dari berbagai latar belakang.
Menurutnya, komunitas tersebut terbuka bagi siapa saja yang memiliki N-Max maupun X-Max. Anggotanya pun berasal dari berbagai kelompok usia dan profesi.
Ipan juga menekankan pentingnya menjaga ketertiban dan citra positif komunitas di tengah masyarakat. Para anggota, kata dia, selalu diingatkan untuk tidak arogan maupun melakukan tindakan yang dapat mengganggu pengguna jalan lainnya.
”Kami selalu tekankan ke anggota untuk tertib di jalan, tidak arogan, tidak ugal-ugalan. Kami ingin menunjukkan bahwa bikers itu santun,” katanya.
Selain kegiatan touring, N-Max X-Max Riders Tasikmalaya juga menjalankan berbagai kegiatan sosial dan keagamaan. Di antaranya pengajian rutin setiap malam Rabu di Pondok Pesantren Miftahul Khoer, bakti sosial, serta santunan bagi anak yatim dan kaum dhuafa.
”Kegiatan kami bukan hanya motoran saja. Ada pengajian rutin, bakti sosial, santunan. Alhamdulillah sudah berjalan konsisten,” ujar Ipan.
Memasuki usia 10 tahun, ia berharap soliditas komunitas terus terjaga dan keberadaannya dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Kota Tasikmalaya.
Ipan juga menyampaikan apresiasi atas kehadiran Wakil Wali Kota Tasikmalaya yang dinilai memberikan dukungan dan motivasi kepada komunitas bikers.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Tasikmalaya Rd. Diky Candra Negara mengatakan, keberadaan komunitas motor tidak selalu identik dengan kegiatan negatif. Menurutnya, banyak komunitas di Tasikmalaya yang justru aktif dalam kegiatan sosial dan keagamaan.
Ia menilai citra negatif terhadap komunitas motor dapat muncul akibat ulah oknum yang tidak berkaitan dengan komunitas tersebut.
”Saya yakin, walaupun mereka tidak bercerita, kehadiran mereka ke sini ingin menunjukkan citra positif di masyarakat,” kata Diky.
Diky juga mendorong pemerintah, TNI-Polri, dan ulama untuk membangun kolaborasi dalam menjaga keamanan, khususnya pada jam-jam yang dianggap rawan.
Ia mengusulkan adanya patroli bersama di sejumlah ruas jalan pada waktu tertentu agar masyarakat merasa lebih aman dan nyaman.
”Sekali-kali pemerintah, TNI-Polri, dan ulama turun ke jalan di jam rawan, agar masyarakat merasa aman. Komunitas yang baik seperti ini harus kita rangkul,” ujarnya.(***)
- Penulis: Galih Sugih Lugina
- Editor: Galih
