Hari Santri 2026, H. Wahid Dorong Santri Berperan Melawan Kemiskinan dan Perkuat Ekonomi Masyarakat
- account_circle Galih Sugih Lugina
- calendar_month 18 jam yang lalu
- visibility 9
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Medinas.id – Peringatan Hari Santri Nasional 2026 menjadi momentum untuk memperkuat semangat perjuangan santri dalam menghadapi berbagai tantangan di tengah masyarakat. Jika dahulu perjuangan santri identik dengan mempertahankan kemerdekaan, kini tantangan yang harus dihadapi adalah melawan kemiskinan, kebodohan, serta mendorong kreativitas masyarakat.
Hal tersebut disampaikan H. Wahid, S.Pd., saat bertugas sebagai pemimpin apel pada peringatan Hari Santri Nasional 2026 yang berlangsung di Stadion Wiradadaha, Kota Tasikmalaya, Kamis (22/10/2026).
Menurut Wahid, semangat jihad yang diwariskan para santri dan ulama harus terus dipertahankan serta diwujudkan melalui kontribusi nyata dalam kehidupan bermasyarakat.
Ia menegaskan, perjuangan pada masa sekarang tidak lagi dilakukan melalui peperangan fisik, melainkan melalui upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia, mengentaskan kemiskinan, dan membangun kemandirian masyarakat.
“Semangat Hari Santri ini harus terus dipertahankan. Kalau dahulu perjuangannya adalah mempertahankan kemerdekaan, sekarang tantangan kita adalah melawan kebodohan dan kemiskinan,” ujarnya.
Wahid berharap, para santri di Kota Tasikmalaya mampu menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan sosial dan ekonomi. Santri diharapkan tidak hanya memiliki pemahaman keagamaan yang kuat, tetapi juga mampu mengembangkan kreativitas serta memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
Selain menyoroti peran santri, Wahid juga mendorong Pemerintah Kota Tasikmalaya untuk memperkuat dukungan terhadap pesantren melalui kebijakan yang berpihak pada kebutuhan lembaga pendidikan keagamaan tersebut.
Ia berharap, regulasi mengenai penyelenggaraan pondok pesantren dapat segera ditindaklanjuti melalui peraturan wali kota (perwalkot), sehingga dukungan pemerintah terhadap pesantren dapat direalisasikan secara lebih optimal.
Menurutnya, pesantren masih membutuhkan perhatian pemerintah, terutama dalam pemenuhan sarana dan prasarana dasar yang menunjang kegiatan pendidikan serta kehidupan para santri.
“Pesantren masih banyak membutuhkan bantuan pemerintah, terutama untuk sarana dan prasarana. Mudah-mudahan regulasi terkait penyelenggaraan pondok pesantren dapat segera ditindaklanjuti agar kebutuhan pesantren bisa terpenuhi,” ungkapnya.
Ia mencontohkan kebutuhan fasilitas air bersih dan sarana kebersihan yang dinilai penting untuk menciptakan lingkungan pesantren yang sehat dan nyaman.
Wahid berharap, momentum Hari Santri Nasional 2026 dapat menjadi pengingat bagi seluruh pihak untuk memperkuat sinergi antara pemerintah dan pesantren, sehingga lembaga pendidikan tersebut semakin berdaya dalam mencetak generasi yang berilmu, mandiri, serta mampu berkontribusi terhadap pembangunan Kota Tasikmalaya.(***)
- Penulis: Galih Sugih Lugina
