Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » News » Ajengan Habibudin Kritik Kepemimpinan Viman, Soroti Komunikasi Pemerintahan hingga Galian C

Ajengan Habibudin Kritik Kepemimpinan Viman, Soroti Komunikasi Pemerintahan hingga Galian C

  • account_circle Galih Sugih Lugina
  • calendar_month Rabu, 16 Sep 2026
  • visibility 21
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Medinas.id — Ajengan Habibudin melontarkan kritik terhadap kepemimpinan Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan. Ia menilai arah pemerintahan saat ini belum terlihat jelas dan komunikasi antarlembaga pemerintahan perlu diperkuat.

 

‎Menurut Habibudin, persoalan tersebut tidak hanya menyangkut hubungan antara eksekutif dan legislatif, tetapi juga koordinasi dengan unsur yudikatif. Komunikasi dan koordinasi antarlembaga, kata dia, penting agar penyelenggaraan pemerintahan berjalan sesuai fungsi dan kewenangan masing-masing.

 

‎Hal itu disampaikan Habibudin saat ditemui di Cafe Yasmin, Jalan Perumahan Bumi Resik Panglayungan, Kota Tasikmalaya, Rabu (16/09/2026).

 

‎”Ketika dia tidak punya roh kepemimpinan, maka di bawah kepemimpinannya menjadi kalang-kabut,” kata Habibudin.

 

‎Ia juga mempertanyakan capaian Pemerintah Kota Tasikmalaya selama Viman memimpin. Habibudin menilai hasil kerja pemerintah daerah belum cukup terlihat dan dirasakan masyarakat.

 

‎”Kalau dibilang tidak bekerja, dia mendapatkan fasilitas. Kalau dibilang bekerja, dia tidak kelihatan bekerja. Apa yang dicapai? Tidak ada capaiannya,” ujarnya.

 

‎Habibudin kemudian menyoroti sorotan publik terhadap Wakil Wali Kota Tasikmalaya Rd. Dicky Chandra Negara yang dinilainya cukup menonjol dalam sejumlah kegiatan pemerintahan.

 

‎Menurut dia, kondisi tersebut perlu dijelaskan dalam konteks pembagian tugas antara wali kota dan wakil wali kota. Ia mempertanyakan apakah aktivitas wakil wali kota merupakan bagian dari pembagian tugas pemerintahan atau terdapat alasan lain.

 

‎”Apakah menonjolnya wakil wali kota ini karena memang kebutuhan atau memang disuruh oleh wali kota karena ketidakmampuan wali kota? Ini yang menjadi pertanyaan,” katanya.

 

‎ Soroti TPP ASN

‎Kritik Habibudin juga menyasar dampak kebijakan pemerintah terhadap aparatur sipil negara (ASN). Ia menyinggung kebijakan terkait pemotongan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) ASN.

 

‎Ia mempertanyakan dampak kebijakan tersebut terhadap kesejahteraan ASN dan menilai pemerintah perlu menjelaskan dasar serta pertimbangannya secara terbuka.

 

‎”Siapa yang menjadi korban? ASN yang sekarang TPP-nya dipotong. Ini merupakan kezaliman yang dibuat oleh seorang pemimpin,” ucapnya.

 

‎ Pertanyakan Pengawasan Galian C

‎Selain persoalan tata kelola pemerintahan, Habibudin menyoroti aktivitas pertambangan atau galian C di wilayah Kota Tasikmalaya. Ia mempertanyakan pengawasan pemerintah terhadap aktivitas galian yang menurutnya masih ditemukan beroperasi tanpa izin.

 

‎Habibudin menilai pemerintah daerah perlu memastikan kegiatan usaha yang wajib memiliki perizinan memenuhi ketentuan yang berlaku. Menurutnya, kepatuhan terhadap perizinan juga berkaitan dengan optimalisasi penerimaan daerah melalui pajak maupun retribusi sesuai kewenangan.

‎”Kenapa Kota Tasikmalaya seperti ini? Dari eksploitasi lahan, banyak galian C yang bergerak tanpa izin. Bagaimana kita mau menarik distribusi kalau seperti itu?” katanya.

‎Ia berharap pemerintah daerah memperkuat pengawasan terhadap aktivitas usaha sekaligus memastikan pemanfaatan sumber daya daerah memberikan manfaat bagi masyarakat dan berkontribusi terhadap pendapatan daerah.

 

‎Habibudin mengatakan berbagai kritik tersebut perlu menjadi bahan evaluasi bagi Pemerintah Kota Tasikmalaya. Ia berharap kebijakan dan kinerja pemerintah ke depan dapat lebih terukur serta dirasakan secara nyata oleh masyarakat, Pungkasnya. (***)

  • Penulis: Galih Sugih Lugina
  • Editor: Galih

Rekomendasi Untuk Anda

  • ‎PPPK RSUD dr Soekardjo Tasikmalaya yang Viral Akibat Unggahan di Medsos Resmi Mengundurkan Diri

    ‎PPPK RSUD dr Soekardjo Tasikmalaya yang Viral Akibat Unggahan di Medsos Resmi Mengundurkan Diri

    • calendar_month Kamis, 6 Agt 2026
    • account_circle Rian Sutisna
    • visibility 19
    • 0Komentar

    Medinas.id – NZ, pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang bertugas di RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya dan menjadi sorotan publik akibat unggahan bernada tidak pantas di media sosial, resmi mengundurkan diri dari jabatannya.‎‎Sebelumnya, NZ telah menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat dan menjalani pemeriksaan internal oleh manajemen RSUD dr. Soekardjo atas unggahan yang […]

  • TMMD ke-129 Resmi Bergulir, Kemanunggalan TNI-Rakyat Bangun Desa Parungponteng

    TMMD ke-129 Resmi Bergulir, Kemanunggalan TNI-Rakyat Bangun Desa Parungponteng

    • calendar_month Rabu, 15 Jul 2026
    • account_circle Rian Sutisna
    • visibility 12
    • 0Komentar

    Medinas.id — Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Tahun 2026 resmi dibuka di Lapangan Desa Parungponteng, Kecamatan Parungponteng, Kabupaten Tasikmalaya, Rabu (15/07/2026). Mengusung tema “TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa”, program ini menjadi wujud nyata sinergi antara TNI, pemerintah daerah, Polri, dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Pembukaan TMMD […]

  • PBVSI Kota Tasikmalaya Cetak 91 Pelatih dan Wasit Baru, Perkuat Persiapan Porprov Jabar 2026

    PBVSI Kota Tasikmalaya Cetak 91 Pelatih dan Wasit Baru, Perkuat Persiapan Porprov Jabar 2026

    • calendar_month Kamis, 2 Jul 2026
    • account_circle Rian Sutisna
    • visibility 8
    • 0Komentar

    Medinas.id — Ketua PBVSI Kota Tasikmalaya, H. Oman Rohman, berharap pembinaan bola voli di Kota Tasikmalaya terus berkembang seiring bertambahnya pelatih dan wasit baru yang memiliki kompetensi. Menurutnya, regenerasi sumber daya manusia menjadi modal penting untuk menjaga kemajuan olahraga bola voli di Kota Tasikmalaya. Dengan hadirnya pelatih dan wasit baru, PBVSI optimistis tidak akan mengalami […]

  • KONAMI Siapkan Konsolidasi Akbar Pasca Forum “Quo Vadis”, Kawal Arah Pembangunan Kota Tasikmalaya

    KONAMI Siapkan Konsolidasi Akbar Pasca Forum “Quo Vadis”, Kawal Arah Pembangunan Kota Tasikmalaya

    • calendar_month Senin, 20 Jul 2026
    • account_circle Rian Sutisna
    • visibility 14
    • 0Komentar

    Medinas.id — Pasca penyelenggaraan forum “Quo Vadis Tasikmalaya”, Komunitas Mahasiswa dan Masyarakat (KONAMI) Kota Tasikmalaya menegaskan komitmennya untuk mengawal arah pembangunan daerah melalui langkah nyata. Salah satunya dengan menggelar Konsolidasi Akbar yang dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat. ‎Ketua KONAMI Kota Tasikmalaya, Dendy, menegaskan bahwa forum diskusi yang telah digelar tidak boleh berhenti sebatas ruang dialog. […]

  • Perkuat Semangat Berbagi, Yayasan Padi Nusantara Sejahtera Santuni Anak Yatim

    Perkuat Semangat Berbagi, Yayasan Padi Nusantara Sejahtera Santuni Anak Yatim

    • calendar_month Jumat, 5 Jun 2026
    • account_circle Rian Sutisna
    • visibility 13
    • 0Komentar

    Medinas.id — Yayasan Padi Nusantara Sejahtera kembali melaksanakan kegiatan santunan rutin bagi anak yatim di sekretariat yayasan yang berlokasi di Jalan Dinding Ari No. 175, Perum Bumi Resik Panglayungan, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya, Jumat (05/06/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program sosial berkelanjutan yang dijalankan yayasan sebagai bentuk kepedulian terhadap anak-anak yatim, sekaligus upaya memperkuat […]

  • Ketua Umum RABN Ingatkan Mahasiswa Jangan Terjebak Polarisasi Politik

    Ketua Umum RABN Ingatkan Mahasiswa Jangan Terjebak Polarisasi Politik

    • calendar_month Rabu, 27 Mei 2026
    • account_circle Rian Sutisna
    • visibility 10
    • 0Komentar

    Media Nasional – Medinas.id – Ketua Umum Relawan Anak Bangsa Nasional (RABN), Agus Winarno, menanggapi pernyataan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Gadjah Mada (UGM), Tiyo Andrianto, yang membandingkan pemerintahan Presiden Soeharto, Presiden Joko Widodo, hingga Presiden Prabowo Subianto. Pernyataan tersebut memicu perhatian publik dan memunculkan perdebatan di ruang demokrasi nasional. Agus Winarno menegaskan mahasiswa […]

expand_less