KONAMI Siapkan Konsolidasi Akbar Pasca Forum “Quo Vadis”, Kawal Arah Pembangunan Kota Tasikmalaya
- account_circle Rian Sutisna
- calendar_month Senin, 20 Jul 2026
- visibility 5
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Medinas.id — Pasca penyelenggaraan forum “Quo Vadis Tasikmalaya”, Komunitas Mahasiswa dan Masyarakat (KONAMI) Kota Tasikmalaya menegaskan komitmennya untuk mengawal arah pembangunan daerah melalui langkah nyata. Salah satunya dengan menggelar Konsolidasi Akbar yang dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat.
Ketua KONAMI Kota Tasikmalaya, Dendy, menegaskan bahwa forum diskusi yang telah digelar tidak boleh berhenti sebatas ruang dialog. Menurutnya, berbagai persoalan strategis yang mengemuka, mulai dari sektor ekonomi, infrastruktur, pendidikan, hingga lingkungan hidup, harus ditindaklanjuti dengan aksi dan gerakan kolektif.
”Forum Quo Vadis menjadi cermin bagi kita semua. Dari sana terlihat bahwa Tasikmalaya memiliki potensi yang besar, tetapi juga masih menyimpan banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Karena itu, hasil diskusi harus berkembang menjadi gerakan nyata,” ujarnya.
Sebagai bentuk tindak lanjut, KONAMI akan menginisiasi Konsolidasi Akbar yang melibatkan organisasi kemahasiswaan, komunitas, akademisi, serta berbagai elemen masyarakat sipil di Kota Tasikmalaya.
Menurut Dendy, kegiatan tersebut bertujuan menyatukan visi, membangun komitmen bersama, serta merumuskan langkah strategis dalam mengawal kebijakan pembangunan agar benar-benar berpihak kepada kepentingan masyarakat.
”Konsolidasi Akbar ini kami siapkan untuk menyatukan gagasan dan sikap bersama. Kami ingin memastikan pembangunan Kota Tasikmalaya berjalan secara inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan. Pembangunan tidak hanya berorientasi pada infrastruktur fisik, tetapi juga harus mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia,” katanya.
Lebih lanjut, Dendy menegaskan bahwa KONAMI akan terus mengambil peran sebagai mitra kritis Pemerintah Kota Tasikmalaya. Menurutnya, kritik yang disampaikan bukan untuk menjatuhkan, melainkan sebagai bentuk partisipasi konstruktif dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih baik.
”Kami siap menjadi mitra kritis pemerintah dengan menghadirkan kritik yang solutif dan berbasis kepentingan publik. Tujuan kita sama, yakni mewujudkan Kota Tasikmalaya yang nyaman, produktif, maju, dan berkeadilan.”
Di akhir pernyataannya, Dendy mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu mengawal masa depan Kota Tasikmalaya.
”Kami mengajak seluruh komponen masyarakat untuk merapatkan barisan. Menjawab pertanyaan ‘Quo Vadis Tasikmalaya’ bukan hanya tugas pemerintah, tetapi merupakan tanggung jawab kita bersama,” pungkasnya.(Gal)
- Penulis: Rian Sutisna
