Yayasan Padi Nusantara Sejahtera Salurkan Bantuan untuk Lansia Tuna Netra di Tasikmalaya
- account_circle Galih Sugih Lugina
- calendar_month Senin, 19 Okt 2026
- visibility 18
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Medinas.id – Kepedulian terhadap warga lanjut usia yang hidup dalam keterbatasan ditunjukkan relawan Yayasan Padi Nusantara Sejahtera melalui program, Save Jompo. Kali ini, bantuan berupa beras dan uang tunai disalurkan kepada Yoyo Sahyo, warga Jalan Hanura Cikiara, RT 003 RW 011, Kelurahan Panglayungan, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya, Senin (19/10/2026).
Yoyo merupakan lansia yang kini kehilangan penglihatannya setelah mengalami kecelakaan sekitar tiga tahun lalu. Kondisi ekonominya yang terbatas juga membuat dirinya bersama sang istri harus bertahan hidup di rumah yang kondisinya memprihatinkan.
Rumah yang mereka tempati merupakan bangunan milik adik Yoyo. Sejumlah bagian atap genteng terlihat lapuk, sementara dinding berbahan bilik bambu telah rusak dan berlubang. Fasilitas sanitasi yang tersedia pun masih sangat sederhana dan belum memadai untuk menunjang kenyamanan penghuni.
Melihat kondisi tersebut, relawan Yayasan Padi Nusantara Sejahtera, Ustad Agus Marwan, menyampaikan keprihatinannya. Ia menilai, warga lanjut usia yang mengalami keterbatasan fisik dan ekonomi membutuhkan perhatian serta penanganan nyata dari pemerintah.
“Kami sangat prihatin melihat kondisi Pak Yoyo. Di tengah keterbatasan fisik yang dialaminya, beliau juga harus menghadapi kesulitan ekonomi dan tinggal di rumah yang kondisinya sudah tidak layak,” ujar Agus.
Ia berharap Pemerintah Kota Tasikmalaya lebih peka terhadap kondisi masyarakat, terutama warga lanjut usia yang kesulitan memenuhi kebutuhan dasar dan membutuhkan bantuan untuk menjalani kehidupan sehari-hari.
“Pemerintah harus lebih peka melihat kondisi warganya. Jangan sampai ada masyarakat yang hidup dalam kesulitan, tinggal di rumah tidak layak huni, bahkan mengalami keterbatasan fisik, tetapi luput dari perhatian. Mereka membutuhkan kepedulian dan penanganan yang nyata,” tegasnya.
Kehilangan Penglihatan Setelah Terjatuh
Kondisi yang dialami Yoyo bermula sekitar tiga tahun lalu. Saat itu, setelah menunaikan salat Subuh di masjid, ia berjalan pulang menuju rumahnya.
Namun, ketika tiba di depan pintu masuk rumah, Yoyo tiba-tiba terjatuh hingga kepalanya terbentur kusen pintu. Sejak kejadian tersebut, penglihatannya mulai terganggu. Ia mengaku pandangannya menjadi kabur dan tidak lagi mampu melihat dengan jelas.
Berdasarkan pemeriksaan medis yang dijalaninya, Yoyo mendapat informasi bahwa saraf matanya mengalami kerusakan. Seiring waktu, kemampuan penglihatannya terus menurun hingga akhirnya ia tidak dapat melihat lagi.
Keterbatasan ekonomi membuat Yoyo tidak mampu melanjutkan pengobatan secara optimal. Kondisi tersebut semakin menambah beban hidupnya bersama sang istri, terlebih mereka tinggal di rumah dengan kondisi yang jauh dari layak.
Melalui program Save Jompo, Yayasan Padi Nusantara Sejahtera menyalurkan amanah para donatur berupa beras dan uang tunai. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban Yoyo dan istrinya dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Agus Marwan turut menyampaikan terima kasih kepada para dermawan yang telah mempercayakan bantuan melalui yayasan untuk disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada para agnia, khususnya Ibu Ismi, seorang notaris, bersama suaminya, Dokter Gimma, yang telah menitipkan rezekinya melalui Yayasan Padi Nusantara Sejahtera untuk disalurkan kepada mereka yang membutuhkan,” ungkapnya.
Ia berharap bantuan tersebut memberikan manfaat bagi penerima sekaligus menjadi amal kebaikan bagi para donatur.
“Semoga apa yang telah diberikan mendapatkan ganjaran pahala yang berlipat ganda dari Allah SWT. Mudah-mudahan semakin banyak pihak yang tergerak untuk membantu saudara-saudara kita yang sedang mengalami kesulitan,” pungkas Agus.(***)
- Penulis: Galih Sugih Lugina
