Libatkan Guru, Orang Tua dan Siswa, Kurban 12 Sapi Jadi Ajang Pendidikan Karakter

Medinas.id — Momentum Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah atau tahun 2026 Masehi dimanfaatkan untuk memperkuat nilai kebersamaan dan kepedulian sosial melalui pelaksanaan ibadah kurban. Kamis (28/05/2026)

Sebanyak 12 ekor sapi disembelih dalam kegiatan qurban yang digelar di lingkungan sekolah. Dari jumlah tersebut, 11 ekor sapi merupakan qurban murni dari para guru aktif, guru purna tugas, serta partisipasi orang tua siswa. Sementara satu ekor sapi lainnya berasal dari program “Shidqoh Kurban” yang diinisiasi para siswa.

Ketua pelaksana kegiatan, Dr. H. Yonandi, S.Si., M.T., menjelaskan bahwa antusiasme seluruh pihak dalam pelaksanaan kurban tahun ini sangat luar biasa.

“Alhamdulillah tahun ini ada 12 ekor sapi yang disembelih. Sebanyak 11 sapi berasal dari guru aktif, guru purna, dan orang tua siswa. Bahkan ada orang tua siswa yang biasanya berqurban di lingkungan tempat tinggalnya, kini memilih berqurban di sini. Ini sudah memasuki tahun keempat pelaksanaan Kurban bersama,” ujarnya.

Ia menambahkan, satu ekor sapi lainnya merupakan hasil tabungan para siswa melalui program “Shidqoh Qurban”. Menurutnya, program tersebut menjadi bentuk pendidikan karakter dan kepedulian sosial bagi para pelajar.

“Anak-anak menabung sendiri tanpa meminta kepada orang tua. Mereka ingin berbagi dengan sesama. Alhamdulillah terkumpul hingga bisa membeli satu ekor sapi dengan berat sekitar tujuh kuintal,” katanya.

Khusus kurban dari siswa, proses pengelolaannya dilakukan langsung oleh para siswa untuk melatih tanggung jawab dan kebersamaan. Nantinya, sebagian daging qurban juga akan dibagikan kepada setiap kelas.

Dalam kegiatan tersebut, panitia turut menyalurkan daging qurban kepada para petugas kebersihan atau “Srikandi Kebersihan” di Kota Tasikmalaya. Berdasarkan data dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH), sebanyak 347 tenaga kebersihan menerima pembagian daging kurban.

Mereka terdiri dari petugas kebersihan jalan, taman, makam, kawasan Dadaha, hingga sopir armada pengangkut sampah. Masing-masing penerima mendapatkan setengah kilogram daging kurban.

“Ini menjadi kali kedua kami berbagi dengan mereka. Sebelumnya saat Ramadan kami membagikan sembako, sekarang berbagi daging kurban,” ungkap Yonandi.

Menurutnya, kegiatan qurban bukan hanya sebatas ibadah, tetapi juga sarana menanamkan nilai keikhlasan, kepedulian, dan kebersamaan kepada seluruh peserta didik maupun masyarakat sekitar.

Ia juga menyoroti kekompakan para guru yang mengenakan kostum seragam dalam kegiatan tersebut sebagai simbol penguatan ikatan batin dan pembentukan karakter.

“Kami ingin membangun karakter cageur dan bageur. Cageur berarti sehat jasmani dan rohani serta mampu mengendalikan emosi. Sedangkan bageur berarti peduli terhadap sesama, lingkungan, dan masyarakat,” pungkasnya.(gal)