Wakil Wali Kota Tasikmalaya Ajak Masyarakat Lestarikan Budaya dan Teladani Kemandirian Nabi Muhammad SAW
- account_circle Galih Sugih Lugina
- calendar_month 10 jam yang lalu
- visibility 10
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Medinas.id — Wakil Wali Kota Tasikmalaya Rd. Dicky Candra Negara mengajak masyarakat untuk terus menjaga dan melestarikan budaya serta tradisi yang diwariskan para leluhur. Menurutnya, budaya merupakan produk dan peninggalan orang tua terdahulu yang memiliki nilai penting bagi kehidupan masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Dicky Candra saat memberikan sambutan dalam acara Pamag Bulan dan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar di Jalan Cikiara, RW 11, Kelurahan Panglayungan, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya, Kamis malam (27/08/2026).
Dicky mengatakan, berbagai tradisi yang diwariskan dari generasi ke generasi pada dasarnya mengajarkan masyarakat untuk senantiasa menghargai dan menjaga hubungan dengan alam.
“Orang tua kita dulu mengadakan hal-hal seperti ini dari zaman ke zaman hingga sampai kepada kita. Ini menjadi pengingat agar kita senantiasa bertadabur dengan alam dan menyadari bahwa manusia tidak dapat dipisahkan dari alam,” ujarnya.
Ia menilai, keberlangsungan kehidupan manusia sangat bergantung pada alam. Karena itu, masyarakat harus memiliki kesadaran untuk menjaga lingkungan dan tidak merusak sumber kehidupan yang menjadi penopang aktivitas sehari-hari.
“Bagaimana kita bisa berusaha, bergerak dan bersosialisasi tanpa adanya alam sebagai penunjang kehidupan? Kalau penunjangnya rusak, maka kehidupan kita juga akan ikut terganggu,” katanya.
Dicky mengapresiasi warga RW 11 yang dinilai masih memiliki kesadaran kuat dalam mempertahankan kultur dan budaya lokal. Menurutnya, kesadaran semacam itu tidak dimiliki oleh semua wilayah sehingga perlu terus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
“Alhamdulillah, warga RW 11 diberikan kesadaran tentang pentingnya menjaga kultur dan budaya. Tentunya hal ini akan memberikan manfaat yang baik bagi masyarakat. Tidak banyak wilayah yang masih memiliki kesadaran seperti ini,” tuturnya.
Atas kepedulian tersebut, Dicky menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang tetap mempertahankan tradisi dan budaya lokal. Pemerintah Kota Tasikmalaya, kata dia, sangat berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah berupaya menjaga nilai-nilai tersebut.
Namun, ia menegaskan bahwa momentum Maulid Nabi Muhammad SAW juga harus dimaknai lebih jauh, salah satunya dengan meneladani sifat kemandirian Rasulullah.
Menurut Dicky, Nabi Muhammad SAW merupakan sosok yang mengajarkan pentingnya bekerja keras, mandiri dan memiliki kreativitas dalam menjalani kehidupan.
“Yang paling penting dari kegiatan ini adalah Maulidan. Dalam peringatan Maulid Nabi, salah satu hikmah yang bisa kita ambil adalah bagaimana mencontoh kemandirian Nabi Muhammad SAW,” jelasnya.
Ia mengungkapkan, sebelum menjadi Rasul, Nabi Muhammad SAW telah menjalani berbagai aktivitas untuk memenuhi kebutuhan hidup, di antaranya menggembala domba dan berdagang. Sikap tersebut, menurutnya, menjadi teladan bagi masyarakat agar tidak hanya bergantung kepada orang lain.
Dicky juga mengaitkan semangat berdagang yang dilakukan Rasulullah dengan kondisi kehidupan saat ini. Menurutnya, perkembangan ekonomi dan teknologi memberikan banyak peluang bagi masyarakat untuk berusaha dan menciptakan kemandirian ekonomi.
“Kalau di zaman sekarang, misalnya, bisa menjadi afiliator. Seorang afiliator memang tidak memproduksi barang, tetapi membantu menjualkan produk. Ini juga bagian dari kreativitas dan kemandirian dalam berusaha,” ungkapnya.
Ia berharap semangat kemandirian, kreativitas dan kerja keras yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW dapat terus menginspirasi masyarakat, khususnya generasi muda.
“Luar biasa, semoga Allah memberikan keberkahan. Kita tetap bergerak, tetap berjalan, dan terus memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.(***)
- Penulis: Galih Sugih Lugina
- Editor: Galih
