Wakil Wali Kota Tasikmalaya Soroti Literasi, Dukung Out of The Box Buku Keliling 2026
- account_circle Galih Sugih Lugina
- calendar_month Sabtu, 15 Agt 2026
- visibility 13
- print Cetak

0-3264x2448-0-0-{}-0-0#
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Medinas.id – Wakil Wali Kota Tasikmalaya, R. Diky Candra Negara, menegaskan pentingnya penguatan budaya literasi di tengah masyarakat. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri kegiatan Out of The Box (OTB) Buku Keliling 2026 yang berlangsung di Gedung Creative Center (GCC) Dadaha, Kota Tasikmalaya, Sabtu (15/08/2026)
Dalam kesempatan itu, Diky mengaku akan meminta penjelasan dari Dinas Pendidikan terkait ketidakhadiran perwakilan yang semestinya hadir dalam kegiatan literasi tersebut. Menurutnya, agenda literasi merupakan program penting yang harus mendapat perhatian semua pihak.
“Ini penting karena bukan hanya Indonesia yang sedang berkembang yang fokus memperbaiki literasi. Negara maju seperti Jepang pun kini kembali mendorong peningkatan budaya membaca untuk memperluas wawasan masyarakat,” ujarnya.
Ia menilai berbagai persoalan yang terjadi di masyarakat sering kali berakar dari minimnya wawasan dan pengetahuan. Karena itu, membiasakan membaca sejak dini harus menjadi gerakan bersama.
“Wawasan terbaik itu berasal dari buku. Membiasakan membaca menjadi hal yang penting dan wajib bagi anak-anak kita,” katanya.
Diky juga menyampaikan apresiasi kepada penyelenggara yang telah menghadirkan kegiatan literasi tersebut di Kota Tasikmalaya. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut dan memberikan dampak positif bagi peningkatan minat baca masyarakat.
Sementara itu, penanggung jawab out of The Box Buku Keliling 2026 Agus, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan penyelenggaraan kedua di Kota Tasikmalaya dan menjadi bagian dari agenda tahunan yang digelar di berbagai daerah di Indonesia.
Menurut Agus, OTB Buku Keliling bukan sekadar bazar buku, melainkan upaya untuk mendekatkan akses buku kepada masyarakat.
“Tujuan kami sederhana, yaitu menebar benih literasi. Kami ingin masyarakat lebih mudah mengakses buku. Setelah akses terbuka, selanjutnya masyarakat yang akan menentukan apakah budaya membaca itu tumbuh menjadi pemahaman dan akhirnya melahirkan tindakan positif,” jelasnya.
Ia menyebutkan bahwa minat masyarakat terhadap buku sebenarnya masih cukup tinggi. Namun, tantangan utama yang dihadapi saat ini adalah keterbatasan akses terhadap bahan bacaan dan fasilitas literasi.
“Bukan minat bacanya yang rendah, tetapi aksesnya yang masih kurang. Misalnya perpustakaan yang jam operasionalnya terbatas atau masyarakat belum mengetahui keberadaan fasilitas literasi yang ada,” ungkap Agus.
Karena itu, pihaknya terus menggencarkan promosi dan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, agar informasi mengenai kegiatan literasi dapat menjangkau masyarakat lebih luas.
Agus juga menepis anggapan bahwa buku selalu identik dengan harga mahal. Menurutnya, banyak buku berkualitas yang dijual dengan harga terjangkau dalam kegiatan tersebut.
“Budaya ingin tahu masyarakat Indonesia sebenarnya sangat tinggi. Tugas kami adalah membuka akses dan menghadirkan buku lebih dekat kepada mereka. Ketika masyarakat tahu dan mudah menjangkaunya, mereka akan datang, membaca, bahkan membeli buku,” katanya.
Kegiatan Out of The Box Buku Keliling 2026 dijadwalkan berlangsung hingga 6 September 2026 dan menghadirkan berbagai koleksi buku cetak maupun digital dengan harga terjangkau sebagai upaya meningkatkan budaya literasi di Kota Tasikmalaya,tutupnya.(***)
- Penulis: Galih Sugih Lugina
- Editor: Galih
- Sumber: Out of The Box Buku Keliling 2026
