Pendidikan Politik, Soroti Evaluasi SPMB dan Target Raih Enam Kursi pada Pemilu 2029
- account_circle Rian Sutisna
- calendar_month Senin, 20 Jul 2026
- visibility 10
- print Cetak

0-3264x2448-0-0-{}-0-0#
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Medinas.id — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kota Tasikmalaya menggelar kegiatan pendidikan politik bagi kader yang dirangkaikan dengan agenda pengawasan pemerintahan oleh anggota DPRD Provinsi Jawa Barat. Kegiatan berlangsung di Aula Rumah Makan Geunah Calik, Kota Tasikmalaya, Senin (20/7/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Anggota Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat, H. Saeful Bachri, S.H., M.A.P., menyampaikan bahwa berbagai program Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang telah berjalan hampir dua tahun terakhir perlu terus dievaluasi berdasarkan aspirasi masyarakat.
Menurutnya, sebagai wakil rakyat, dirinya berkewajiban menangkap berbagai masukan dan keluhan masyarakat, termasuk dari kader Partai Demokrat di Kota Tasikmalaya, terhadap pelaksanaan sejumlah program pemerintah provinsi.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah pelaksanaan. Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026.
Saat ini, DPRD Jawa Barat melalui Panitia Khusus (Pansus) Pendidikan tengah melakukan evaluasi terhadap penyelenggaraan sistem tersebut.
”Evaluasi ini penting, terutama terkait proses penerimaan murid baru tahun 2026. Salah satu persoalan yang kami lihat adalah minimnya waktu sosialisasi terhadap kebijakan baru sehingga banyak masyarakat yang belum memahami mekanisme yang diterapkan,” ujar Saeful Bachri.
Ia menilai, keterbatasan waktu sosialisasi membuat pihak sekolah kesulitan memberikan penjelasan secara menyeluruh kepada masyarakat. Akibatnya, muncul berbagai keluhan dari orang tua siswa saat proses penerimaan berlangsung.
Untuk itu, Saeful mengusulkan agar pemerintah mulai melakukan sosialisasi paling lambat enam bulan sebelum pelaksanaan penerimaan murid baru.
”Kalau penerimaan dilakukan pertengahan tahun, maka sejak Januari masyarakat sudah harus mengetahui mekanismenya, aplikasi yang digunakan, persyaratan administrasi, hingga dokumen yang harus dipersiapkan. Dengan begitu, berbagai kendala teknis, seperti persoalan data kependudukan atau dokumen yang belum sinkron, bisa diselesaikan lebih awal,” katanya.
Menurutnya, langkah tersebut akan memberikan ruang yang cukup bagi pemerintah maupun sekolah untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat sehingga pelaksanaan SPMB ke depan dapat berjalan lebih baik dan minim kendala.
Sementara itu, Ketua DPC Partai Demokrat Kota Tasikmalaya,
Anang Sapa’at, S.Sos, mengatakan pendidikan politik merupakan agenda berkelanjutan yang terus dilakukan partainya setelah peringatan Hari Ulang Tahun ke-25 Partai Demokrat.
Ia menegaskan, pendidikan politik menjadi bagian penting dalam mempersiapkan kader menghadapi kontestasi politik sekaligus meningkatkan kapasitas kader dalam menjalankan pungsi kepartaian.
”Setiap momentum kegiatan partai selalu kami isi dengan pendidikan politik karena kader harus memiliki wawasan, strategi, dan kesiapan untuk menghadapi Pemilu 2029,” ujarnya.
Anang mengungkapkan, DPC Partai Demokrat Kota Tasikmalaya menargetkan peningkatan perolehan kursi DPRD Kota Tasikmalaya dari tiga kursi menjadi enam kursi pada Pemilu 2029.
Menurutnya, target tersebut bukan hal yang mudah karena berarti harus menggandakan perolehan kursi yang dimiliki saat ini. Namun, ia optimistis target tersebut dapat dicapai melalui penguatan organisasi, pembinaan kader secara berkelanjutan, serta kerja bersama seluruh pengurus mulai dari tingkat DPC, PAC hingga anak ranting.
”Kami akan terus memperkuat pendidikan politik dan konsolidasi organisasi agar seluruh kader mampu bekerja maksimal di tengah masyarakat sehingga target enam kursi pada Pemilu 2029 dapat diwujudkan,” pungkasnya.(gal)
- Penulis: Rian Sutisna
