Hilman Dinilai Jadi Harapan Baru PPP Kembali ke Pangkuan Umat

Medinas.id — Menjelang Pemilu 2029, sejumlah ulama, kiai, dan kalangan pondok pesantren mulai menyampaikan harapan agar Partai Persatuan Pembangunan (PPP) kembali menjadi rumah besar umat Islam serta menguatkan kembali semangat perjuangan para ulama.

Harapan tersebut mencuat seiring munculnya nama Hilman yang dikabarkan memperoleh dukungan dari sejumlah tokoh agama di Kota Tasikmalaya. Mereka menilai, kepemimpinan figur yang dekat dengan pesantren dan masyarakat dinilai mampu membawa PPP kembali sejalan dengan aspirasi ulama.

Dalam beberapa waktu terakhir, Hilman yang menjadi kandidat calon Ketua DPC PPP Kota Tasikmalaya melakukan silaturahmi dengan sejumlah tokoh agama, di antaranya KH Aminudin dan KH Asep Mubarok.

Saat dihubungi wartawan melalui sambungan telepon, Jumat (08/05/2026), KH Aminudin mengatakan bahwa setiap partai politik memiliki mekanisme dan aturan organisasi yang harus dijalankan secara sehat serta konsisten. Menurutnya, hal tersebut penting sebagai landasan dalam membangun pendidikan politik yang baik di tengah masyarakat.

“Setiap partai memiliki aturan yang harus dijalankan, sebagaimana kehidupan bermasyarakat juga memiliki aturan. Itu menjadi pedoman agar organisasi berjalan sehat dan mampu memberikan pendidikan politik yang baik bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia menilai Hilman merupakan sosok yang cukup dikenal dan diterima masyarakat karena dinilai tumbuh dari proses kaderisasi di internal PPP. Selain itu, komunikasi serta hubungan dengan para tokoh agama juga dinilai terjalin baik.

“Beliau kerap berdiskusi dan berkonsultasi mengenai bagaimana menjadikan rumah besar umat Islam kembali kuat serta dekat dengan perjuangan ulama,” katanya.

KH Aminudin menegaskan, partai berbasis Islam seharusnya tetap menjaga arah perjuangan sesuai dengan nilai-nilai keislaman. Menurutnya, apabila sebuah partai mulai menjauh dari harapan dan ajaran umat, maka kepercayaan masyarakat perlahan akan berkurang.

“PPP lahir dari semangat perjuangan umat Islam. Karena itu, ketika pola perjuangannya tidak lagi sesuai dengan nilai-nilai Islam, tentu umat akan meninggalkannya,” tegasnya.

Ia juga menyebutkan bahwa dalam sejumlah diskusi yang dilakukan bersama tokoh agama, muncul harapan agar PPP kembali pada khittah perjuangan awal sebagai partai yang dekat dengan ulama, pesantren, dan kepentingan umat.

“Kami membahas bagaimana PPP bisa kembali ke khittah perjuangannya. Dinamika yang terjadi selama ini tentu sudah menjadi pengetahuan bersama,” pungkasnya. (gal)