Terima SK Kepengurusan Baru, PKB Kota Tasikmalaya Tancap Gas Siapkan Mesin Partai hingga Akar Rumput
- account_circle Rian Sutisna
- calendar_month Rabu, 22 Jul 2026
- visibility 4
- print Cetak

0-3264x2448-0-0-{}-0-0#
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Medinas.id — Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Tasikmalaya mulai melakukan konsolidasi internal usai menerima Surat Keputusan (SK) kepengurusan baru dari Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKB Jawa Barat di Bandung, Minggu (20/07/2026).
Ketua DPC PKB Kota Tasikmalaya, H. Wahid, S.Pd., mengatakan bahwa setelah menerima SK tersebut, pihaknya langsung menindaklanjuti dengan melakukan sosialisasi kepada seluruh jajaran pengurus.
“Setelah penyerahan SK di DPW Bandung, kami langsung melakukan langkah lanjutan berupa pengumuman dan sosialisasi kepengurusan baru. Hari ini kami menggelar silaturahmi sekaligus pengenalan pengurus baru,” ujar Wahid, Selasa (21/07/2026).
Menurutnya, struktur kepengurusan periode 2026–2031 mengalami perubahan signifikan dibanding periode sebelumnya. Dari total 99 pengurus, sebanyak 54 orang merupakan wajah baru dalam struktur DPC PKB Kota Tasikmalaya.
Wahid juga menegaskan bahwa komposisi kepengurusan baru telah memenuhi bahkan melampaui ketentuan keterwakilan perempuan.
“Ketentuan minimal keterwakilan perempuan adalah 30 persen, sementara di DPC PKB Kota Tasikmalaya mencapai sekitar 42 persen. Ini menunjukkan komitmen kami terhadap keterlibatan perempuan dalam kepengurusan partai,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, selain silaturahmi antar pengurus, juga dilaksanakan doa bersama menjelang rangkaian kegiatan Hari Lahir (Harlah) PKB ke-28.
Wahid menjelaskan bahwa pengurus inti DPC PKB Kota Tasikmalaya akan berangkat ke Jakarta untuk mengikuti pelantikan pengurus PKB se-Indonesia yang dipimpin langsung oleh Ketua Umum PKB, dilanjutkan dengan bimbingan teknis (Bimtek) serta peringatan Harlah PKB pada 23 Juli 2026.
Ia menilai kepengurusan baru memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga soliditas organisasi sekaligus meningkatkan kualitas kader dalam menghadapi Pemilu mendatang.
“Kepengurusan baru ini harus mampu membangun soliditas dan kualitas organisasi. Fokus kami adalah menyiapkan diri menghadapi Pemilu, kapan pun pelaksanaannya,” ujarnya.
Terkait wacana perubahan jadwal Pemilu yang masih belum pasti antara tahun 2029 atau 2031, Wahid menegaskan PKB Kota Tasikmalaya tetap siap menghadapi segala kemungkinan.
“Bagi kami tidak ada persoalan apakah Pemilu dilaksanakan 2029 atau 2031. Yang jelas PKB Kota Tasikmalaya sudah siap dan tidak perlu memanaskan mesin partai karena struktur kepengurusan DPC sudah terbentuk,” katanya.
Langkah berikutnya, lanjut Wahid, adalah melakukan penyegaran kepengurusan di tingkat ranting agar mesin partai benar-benar bergerak hingga ke akar rumput.
“Ranting menjadi kunci karena kami ingin memiliki mesin partai yang bekerja sampai tingkat kampung, bahkan RT. Dengan begitu konsolidasi partai benar-benar menyentuh masyarakat,” jelasnya.
Ia menambahkan, DPW PKB Jawa Barat memberikan mandat kepada PKB Kota Tasikmalaya untuk meningkatkan perolehan kursi pada Pemilu mendatang.
“Target realistis kami delapan kursi, tetapi kami akan berusaha semaksimal mungkin agar PKB bisa menjadi pemenang di Kota Tasikmalaya,” pungkas Wahid.(gal)
- Penulis: Rian Sutisna
