MI Persis Gandok Kukuhkan Komitmen Cetak Lulusan Berprestasi dan Berakhlak Mulia

Medinas.id — MI Persis Gandok Kota Tasikmalaya menggelar kegiatan pelepasan siswa kelas VI Tahun Pelajaran 2025/2026 bertajuk “Minang Dina Pangdu’a Mengukir Kenangan, Menata Harapan” di Ballroom Hotel Grand Metro, Kota Tasikmalaya, Sabtu (06/06/2026).

Kegiatan tersebut menjadi momentum penuh haru sekaligus rasa syukur bagi seluruh keluarga besar MI Persis Gandok dalam mengantarkan para siswa menuju jenjang pendidikan berikutnya.

Kepala MI Persis Gandok, Arif Ripandi, menyampaikan bahwa madrasah harus terus membangun dan menjaga kepercayaan masyarakat melalui kualitas pendidikan yang berdampak nyata bagi peserta didik.

“Setiap kegiatan yang dilaksanakan harus memiliki makna dan memberikan dampak positif. Salah satunya melalui lulusan-lulusan terbaik yang hari ini kami lepas dengan doa-doa terbaik dari guru dan orang tua,” ujarnya.

Menurut Arif, keberhasilan pembangunan dan pengembangan MI Persis Gandok tidak terlepas dari dukungan orang tua serta komitmen madrasah dalam menghadirkan pembelajaran yang kreatif, inovatif, dan berorientasi pada pembentukan karakter.

Ia mengungkapkan, sejumlah siswa tahun ini berhasil menyelesaikan program tahfidz Al-Qur’an hingga juz 28, 29, dan 30. Selain itu, berbagai prestasi akademik maupun nonakademik juga berhasil diraih oleh para siswa.

“Prestasi yang dicapai menjadi bukti bahwa madrasah mampu melahirkan lulusan berkualitas yang siap melanjutkan pendidikan ke berbagai jenjang, termasuk ke SMP Persis Gandok yang menjadi bagian dari program keberlanjutan pendidikan di lingkungan PPI 383 Gandok,” katanya.

Arif menjelaskan, SMP Persis Gandok dikembangkan sebagai sekolah swasta unggulan dengan menerapkan kurikulum terintegrasi melalui konsep Integrated Holistic Education System (IHES). Kurikulum tersebut memadukan pendidikan diniyah, sains dan teknologi, serta pengembangan seni dan karakter.

“Kami ingin melahirkan generasi yang bertafaqquh fiddin, unggul, berprestasi, dan memiliki karakter kuat. Itulah buah dari pendidikan yang kami bangun di MI maupun SMP Persis Gandok,” jelasnya.

Pada tahun ajaran ini, MI Persis Gandok melepas sebanyak 55 siswa. Sementara itu, untuk penerimaan peserta didik baru, kuota yang tersedia sebanyak 135 siswa telah terpenuhi.

“Alhamdulillah, minat masyarakat terhadap MI Persis Gandok terus meningkat. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus menjadikan madrasah sebagai lembaga pendidikan unggulan di Kota Tasikmalaya,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Arif juga mengajak seluruh pengelola lembaga pendidikan, khususnya madrasah, untuk terus melakukan penguatan mutu melalui sistem penjaminan kualitas pendidikan, pelayanan terbaik, serta strategi branding sekolah yang efektif.

Ia menegaskan bahwa madrasah bukanlah pendidikan kelas dua. Menurutnya, keunggulan madrasah terletak pada kemampuannya mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan, ilmu pengetahuan, dan seni dalam proses pembelajaran.

Lebih lanjut, Arif menyoroti pentingnya perhatian pemerintah terhadap keberlangsungan pendidikan madrasah. Ia berharap pemerintah pusat dapat menerbitkan Instruksi Presiden (Inpres) yang secara khusus memperkuat posisi madrasah dalam sistem pendidikan nasional serta mendorong integrasi kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah.

“Madrasah merupakan mitra strategis pemerintah dalam meningkatkan mutu pendidikan. Karena itu, perlu ada kebijakan yang mampu memperkuat sarana prasarana, kesejahteraan guru, serta peningkatan kualitas peserta didik di seluruh madrasah,” katanya.

Ia juga menilai perlu adanya pemetaan yang lebih proporsional dalam pelaksanaan penerimaan peserta didik baru antara sekolah negeri dan swasta. Menurutnya, keberadaan sekolah swasta, termasuk madrasah, memiliki peran penting dalam mendukung layanan pendidikan nasional.

“Pendidikan swasta merupakan mitra pemerintah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Karena itu, yang perlu dikedepankan bukan lagi dikotomi antara sekolah negeri dan swasta, melainkan bagaimana bersama-sama membangun pendidikan Indonesia yang berkualitas dan berkeadilan,” pungkasnya. (gal)