MEDINAS.ID –IKM Tasikmalaya halal bihalal dan pembangunan masjid menjadi momentum penting dalam mempererat kebersamaan sekaligus memulai rencana pembangunan sarana ibadah bagi masyarakat Minang di Tasikmalaya.
Kegiatan yang digelar oleh IKM Tasikmalaya halal bihalal dan pembangunan masjid ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga diisi dengan pemaparan desain awal pembangunan masjid yang akan menjadi pusat aktivitas keagamaan dan sosial.
Halal Bihalal Jadi Momen Pererat Silaturahmi
Ketua IKM Tasikmalaya, Syahrial Koto, menyampaikan bahwa kegiatan halal bihalal dimanfaatkan untuk memperkuat kembali hubungan antaranggota.
Menurutnya, selama ini komunikasi lebih banyak dilakukan secara virtual, sehingga momen ini menjadi kesempatan untuk kembali membangun kedekatan secara langsung.
“Selama ini kita lebih sering komunikasi lewat WhatsApp. Sekarang waktunya mempererat kembali kebersamaan,” ujarnya.
Ekspose Desain Pembangunan Masjid
Selain silaturahmi, IKM Tasikmalaya halal bihalal dan pembangunan masjid dijadikan kegiatan ajang ekspose desain pembangunan masjid yang direncanakan sebagai pusat kegiatan masyarakat Minang di Tasikmalaya.
Syahrial menegaskan bahwa pembangunan masjid akan dilakukan secara kolektif dengan melibatkan berbagai pihak, serta mengikuti aturan hukum dan perizinan yang berlaku.
Tahapan Pembangunan dan Perizinan
Dalam prosesnya, IKM Tasikmalaya halal bihalal dan pembangunan masjid akan menyusun naskah akademik sebagai dasar kajian sebelum masuk ke tahap teknis pembangunan.
Naskah tersebut nantinya akan diserahkan kepada konsultan teknik sipil sebagai bagian dari proses perencanaan.
Selanjutnya, akan dilakukan pengurusan perizinan, seperti:
- Izin lingkungan
- Izin Mendirikan Bangunan (IMB)
“Target kami tahun ini bisa dilakukan peletakan monumen awal pembangunan, tentunya setelah semua persyaratan terpenuhi,” jelas Syahrial.
Harapan Jadi Simbol Persatuan
Pembangunan masjid ini diharapkan tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga simbol persatuan serta meningkatkan kepedulian sosial masyarakat.
IKM juga membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam proses pembangunan.
Estimasi Anggaran Capai Rp17 Miliar
Ketua Panitia Pembangunan Masjid, Yelviendra, menyebutkan bahwa kebutuhan anggaran pembangunan diperkirakan mencapai Rp17 miliar.
Meski angka tersebut cukup besar, pihaknya tetap optimistis dapat mencapainya melalui semangat kebersamaan.
“Ini pembangunan rumah Allah, jadi jangan takut dengan angka. Insya Allah bisa tercapai,” ujarnya.
Terbuka untuk Semua Masyarakat
Yelviendra menegaskan bahwa pembangunan masjid tidak hanya diperuntukkan bagi masyarakat Minang, tetapi terbuka bagi seluruh masyarakat yang ingin berkontribusi.
Ia berharap dukungan datang dari berbagai pihak, termasuk masyarakat umum dan pemerintah daerah.
Kesimpulan
Kegiatan halal bihalal IKM Tasikmalaya tidak hanya mempererat silaturahmi, tetapi juga menjadi langkah awal pembangunan masjid sebagai pusat ibadah dan sosial.
Dengan semangat kebersamaan, proyek ini diharapkan menjadi amal jariyah yang manfaatnya dapat dirasakan hingga generasi mendatang.
Platform Game Terbaikk dan Website Situs Resmi Aman dan Terpercaya VIOSLOT











