Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Politik & Hukum » Ketua Umum RABN Ingatkan Mahasiswa Jangan Terjebak Polarisasi Politik

Ketua Umum RABN Ingatkan Mahasiswa Jangan Terjebak Polarisasi Politik

  • account_circle Rian Sutisna
  • calendar_month Rabu, 27 Mei 2026
  • visibility 29
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Media Nasional – Medinas.id – Ketua Umum Relawan Anak Bangsa Nasional (RABN), Agus Winarno, menanggapi pernyataan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Gadjah Mada (UGM), Tiyo Andrianto, yang membandingkan pemerintahan Presiden Soeharto, Presiden Joko Widodo, hingga Presiden Prabowo Subianto. Pernyataan tersebut memicu perhatian publik dan memunculkan perdebatan di ruang demokrasi nasional.

Agus Winarno menegaskan mahasiswa memiliki hak untuk menyampaikan kritik terhadap pemerintah. Namun, ia meminta kalangan akademisi tetap mengedepankan etika intelektual, objektivitas, serta argumentasi yang berbasis data dan fakta.

“Mahasiswa merupakan kekuatan moral demokrasi dan calon pemimpin bangsa. Kritik terhadap pemerintah sangat penting, tetapi penyampaiannya harus proporsional, berbasis data, dan tidak membangun kesimpulan secara prematur,” ujar Agus Winarno kepada awak media, Rabu (27/5/2026).

Agus menilai kritik terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan bagian dari dinamika demokrasi. Meski demikian, ia mengingatkan bahwa pemerintahan saat ini masih berada pada tahap awal konsolidasi dan pelaksanaan program prioritas nasional sehingga perlu mendapat ruang untuk bekerja.

Menurutnya, pemerintah tengah menjalankan sejumlah program strategis yang berorientasi langsung pada kepentingan masyarakat. Program tersebut meliputi penguatan ketahanan pangan nasional, makan bergizi gratis, penguatan sektor pertanian, pembangunan sumber daya manusia, hingga menjaga stabilitas ekonomi dan keamanan nasional.

“Publik berhak mengawasi dan mengkritik pemerintah. Namun, penilaian juga harus objektif dan berdasarkan capaian nyata, bukan sekadar opini yang dibangun oleh emosi politik,” katanya.

Agus juga menyoroti penggunaan istilah “NPD” yang disampaikan Ketua BEM UGM. Ia menilai diksi tersebut kurang tepat disampaikan oleh seorang pimpinan mahasiswa karena berpotensi memunculkan kegaduhan politik di ruang publik.

“Kritik boleh keras, tetapi tetap harus menjaga etika komunikasi publik dan marwah akademik. Pernyataan bernuansa personal tanpa argumentasi kuat tentu kurang tepat disampaikan oleh seorang Ketua BEM dari kampus besar seperti UGM,” tegasnya.

Selain itu, Agus mengingatkan bahwa membandingkan pemerintahan secara mutlak tidak dapat dilakukan secara sederhana karena setiap era menghadapi tantangan yang berbeda. Ia menilai pemerintahan Presiden Prabowo saat ini menghadapi dinamika global yang kompleks, mulai dari ketidakpastian ekonomi dunia, geopolitik internasional, ancaman krisis pangan, hingga tekanan terhadap stabilitas energi global.

Karena itu, Agus meminta kritik terhadap pemerintah tetap disertai solusi dan kajian yang matang agar tidak berubah menjadi penghakiman emosional yang memecah ruang publik.

“Demokrasi membutuhkan suara kritis, tetapi juga membutuhkan kejernihan berpikir agar kritik mampu menghadirkan solusi dan arah perbaikan,” ujarnya.

Agus menambahkan mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai representasi intelektual bangsa. Dari lingkungan kampus, kata dia, lahir banyak pemimpin nasional yang menentukan arah masa depan Indonesia. Ia pun mengajak mahasiswa menjaga marwah akademik dan tidak terjebak dalam polarisasi politik berlebihan.

“Kalau pemerintah tidak berpihak kepada rakyat, silakan dikritik. Namun kritik harus menghadirkan data, solusi, dan arah perbaikan, bukan sekadar membangun opini yang memancing emosi publik,” katanya.

Di tengah meningkatnya tensi politik nasional, Agus mengajak seluruh elemen bangsa menjaga persatuan dan optimisme kebangsaan. Menurutnya, perbedaan pandangan politik merupakan hal wajar dalam demokrasi, tetapi kepentingan bangsa harus tetap berada di atas kepentingan kelompok maupun kepentingan sesaat.

“Bangsa ini membutuhkan generasi muda yang berani mengoreksi kekuasaan, tetapi tetap mampu menjaga etika, persatuan, dan kejernihan berpikir. Kritik adalah vitamin demokrasi, namun stabilitas nasional dan harapan rakyat juga harus dijaga bersama demi masa depan Indonesia yang lebih baik,” pungkas Agus Winarno. (***)

  • Penulis: Rian Sutisna

Rekomendasi Untuk Anda

  • Yayasan Padi Nusantara Sejahtera Gelar Santunan Rutin Anak Yatim di Tasikmalaya

    Yayasan Padi Nusantara Sejahtera Gelar Santunan Rutin Anak Yatim di Tasikmalaya

    • calendar_month Jumat, 23 Okt 2026
    • account_circle Galih Sugih Lugina
    • visibility 18
    • 0Komentar

    Medinas.id – Yayasan Padi Nusantara Sejahtera kembali menggelar kegiatan santunan rutin bagi anak yatim di sekretariat yayasan, Jalan Dinding Ari No. 175, Perum Bumi Resik Panglayungan, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya, Jumat (23/10/2026). ‎Ketua Yayasan Padi Nusantara Sejahtera, Hapid Abdul Rojak, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian yayasan terhadap anak-anak yatim sekaligus upaya memperkuat solidaritas […]

  • Gerindra Kota Tasikmalaya Sembelih 4 Ekor Sapi Kurban, Bagikan 700 Kantong Daging kepada Masyarakat

    Gerindra Kota Tasikmalaya Sembelih 4 Ekor Sapi Kurban, Bagikan 700 Kantong Daging kepada Masyarakat

    • calendar_month Kamis, 28 Mei 2026
    • account_circle Rian Sutisna
    • visibility 30
    • 0Komentar

    Medinas.id — Dalam rangka memperingati Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, DPC Partai Gerindra Kota Tasikmalaya menggelar kegiatan penyembelihan hewan kurban di Kantor DPC Gerindra Kota Tasikmalaya, Kamis (28/05/2026). Kegiatan berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan. Sejumlah pengurus partai mulai dari tingkat DPC hingga ranting turut hadir dan berpartisipasi dalam pelaksanaan kurban tersebut. Ketua DPC Partai Gerindra […]

  • Polres Tasikmalaya Uji Coba Dapur MBG Di Tanjungjaya

    Polres Tasikmalaya Uji Coba Dapur MBG Di Tanjungjaya

    • calendar_month Senin, 22 Sep 2025
    • account_circle Rian Sutisna
    • visibility 20
    • 0Komentar

    Media Nasional (medinas.id) – Kepolisian Resor (Polres) Tasikmalaya melakukan uji coba dapur khusus yang dikenal sebagai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kampung Padanaan, Desa Cilolohan, Kecamatan Tanjungjaya. Langkah ini diambil untuk memastikan kesiapan operasional program “Makan Bergizi Gratis” (MBG) di wilayah tersebut. Kapolres Tasikmalaya, AKBP Haris Dinzah, bersama Ketua Bhayangkari Cabang Tasikmalaya, Ny. Vina […]

  • Kepala Staf Kepresidenan Pastikan Dukungan bagi Korban Dugaan Penyiksaan di Bandung

    Kepala Staf Kepresidenan Pastikan Dukungan bagi Korban Dugaan Penyiksaan di Bandung

    • calendar_month Jumat, 26 Jun 2026
    • account_circle Rian Sutisna
    • visibility 35
    • 0Komentar

    Medinas.id — Kepala Staf Kepresidenan, Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman, menjenguk Yuvita Tri Rezeki, korban dugaan penyekapan dan penganiayaan berat yang saat ini masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Rabu (24/06/2026) malam. Yuvita, perempuan asal Rancaekek, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, diduga menjadi korban penyekapan dan penyiksaan yang dilakukan oleh kekasihnya, […]

  • SMPN 5 Tasikmalaya Gelar Festival Seni dan Budaya Sunda Sambut HUT ke-25 Kota Tasikmalaya

    SMPN 5 Tasikmalaya Gelar Festival Seni dan Budaya Sunda Sambut HUT ke-25 Kota Tasikmalaya

    • calendar_month Selasa, 20 Okt 2026
    • account_circle Galih Sugih Lugina
    • visibility 26
    • 0Komentar

    Medinas.id – SMPN 5 Tasikmalaya menggelar festival seni dan budaya tradisional dalam rangka menyambut Hari Jadi ke-25 Kota Tasikmalaya. Kegiatan yang berlangsung di lingkungan sekolah pada Selasa (20/10/2026) itu melibatkan ratusan siswa, guru, dan komite sekolah. ‎Festival tersebut mengangkat semangat tema Hari Jadi Kota Tasikmalaya, yakni “Merajut Budaya, Menjaga Bahasa, Menguatkan Bangsa”. Kegiatan ini menjadi […]

  • Sinergitas TNI-Polri Terjaga, Ketua RABN Pinta Stop Adu Domba

    Sinergitas TNI-Polri Terjaga, Ketua RABN Pinta Stop Adu Domba

    • calendar_month Jumat, 12 Sep 2025
    • account_circle Rian Sutisna
    • visibility 34
    • 0Komentar

    Media Nasional (medinas.id) – Demonstrasi yang diwarnai kerusuhan pada 25 dan 28 Agustus 2025 di berbagai wilayah, khususnya Jakarta, memicu pandangan negatif terhadap institusi TNI dan Polri. Menanggapi hal ini, Agus Winarno, Ketua Umum Relawan Anak Bangsa Nasional (RABN), menegaskan bahwa sinergitas kedua lembaga negara ini tidak bisa diganggu gugat. Menurutnya, TNI bertugas menjaga kedaulatan […]

expand_less