Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Politik & Hukum » Ketua Umum RABN Ingatkan Mahasiswa Jangan Terjebak Polarisasi Politik

Ketua Umum RABN Ingatkan Mahasiswa Jangan Terjebak Polarisasi Politik

  • account_circle Rian Sutisna
  • calendar_month Rabu, 27 Mei 2026
  • visibility 6
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Media Nasional – Medinas.id – Ketua Umum Relawan Anak Bangsa Nasional (RABN), Agus Winarno, menanggapi pernyataan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Gadjah Mada (UGM), Tiyo Andrianto, yang membandingkan pemerintahan Presiden Soeharto, Presiden Joko Widodo, hingga Presiden Prabowo Subianto. Pernyataan tersebut memicu perhatian publik dan memunculkan perdebatan di ruang demokrasi nasional.

Agus Winarno menegaskan mahasiswa memiliki hak untuk menyampaikan kritik terhadap pemerintah. Namun, ia meminta kalangan akademisi tetap mengedepankan etika intelektual, objektivitas, serta argumentasi yang berbasis data dan fakta.

“Mahasiswa merupakan kekuatan moral demokrasi dan calon pemimpin bangsa. Kritik terhadap pemerintah sangat penting, tetapi penyampaiannya harus proporsional, berbasis data, dan tidak membangun kesimpulan secara prematur,” ujar Agus Winarno kepada awak media, Rabu (27/5/2026).

Agus menilai kritik terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan bagian dari dinamika demokrasi. Meski demikian, ia mengingatkan bahwa pemerintahan saat ini masih berada pada tahap awal konsolidasi dan pelaksanaan program prioritas nasional sehingga perlu mendapat ruang untuk bekerja.

Menurutnya, pemerintah tengah menjalankan sejumlah program strategis yang berorientasi langsung pada kepentingan masyarakat. Program tersebut meliputi penguatan ketahanan pangan nasional, makan bergizi gratis, penguatan sektor pertanian, pembangunan sumber daya manusia, hingga menjaga stabilitas ekonomi dan keamanan nasional.

“Publik berhak mengawasi dan mengkritik pemerintah. Namun, penilaian juga harus objektif dan berdasarkan capaian nyata, bukan sekadar opini yang dibangun oleh emosi politik,” katanya.

Agus juga menyoroti penggunaan istilah “NPD” yang disampaikan Ketua BEM UGM. Ia menilai diksi tersebut kurang tepat disampaikan oleh seorang pimpinan mahasiswa karena berpotensi memunculkan kegaduhan politik di ruang publik.

“Kritik boleh keras, tetapi tetap harus menjaga etika komunikasi publik dan marwah akademik. Pernyataan bernuansa personal tanpa argumentasi kuat tentu kurang tepat disampaikan oleh seorang Ketua BEM dari kampus besar seperti UGM,” tegasnya.

Selain itu, Agus mengingatkan bahwa membandingkan pemerintahan secara mutlak tidak dapat dilakukan secara sederhana karena setiap era menghadapi tantangan yang berbeda. Ia menilai pemerintahan Presiden Prabowo saat ini menghadapi dinamika global yang kompleks, mulai dari ketidakpastian ekonomi dunia, geopolitik internasional, ancaman krisis pangan, hingga tekanan terhadap stabilitas energi global.

Karena itu, Agus meminta kritik terhadap pemerintah tetap disertai solusi dan kajian yang matang agar tidak berubah menjadi penghakiman emosional yang memecah ruang publik.

“Demokrasi membutuhkan suara kritis, tetapi juga membutuhkan kejernihan berpikir agar kritik mampu menghadirkan solusi dan arah perbaikan,” ujarnya.

Agus menambahkan mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai representasi intelektual bangsa. Dari lingkungan kampus, kata dia, lahir banyak pemimpin nasional yang menentukan arah masa depan Indonesia. Ia pun mengajak mahasiswa menjaga marwah akademik dan tidak terjebak dalam polarisasi politik berlebihan.

“Kalau pemerintah tidak berpihak kepada rakyat, silakan dikritik. Namun kritik harus menghadirkan data, solusi, dan arah perbaikan, bukan sekadar membangun opini yang memancing emosi publik,” katanya.

Di tengah meningkatnya tensi politik nasional, Agus mengajak seluruh elemen bangsa menjaga persatuan dan optimisme kebangsaan. Menurutnya, perbedaan pandangan politik merupakan hal wajar dalam demokrasi, tetapi kepentingan bangsa harus tetap berada di atas kepentingan kelompok maupun kepentingan sesaat.

“Bangsa ini membutuhkan generasi muda yang berani mengoreksi kekuasaan, tetapi tetap mampu menjaga etika, persatuan, dan kejernihan berpikir. Kritik adalah vitamin demokrasi, namun stabilitas nasional dan harapan rakyat juga harus dijaga bersama demi masa depan Indonesia yang lebih baik,” pungkas Agus Winarno. (***)

  • Penulis: Rian Sutisna

Rekomendasi Untuk Anda

  • PLN Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan Lewat Clean Energy Day Run 6K

    PLN Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan Lewat Clean Energy Day Run 6K

    • calendar_month Jumat, 5 Jun 2026
    • account_circle Rian Sutisna
    • visibility 9
    • 0Komentar

    Medinas.id — PT PLN (Persero) UP3 Tasikmalaya menggelar kegiatan PLN Clean Energy Day Run 6K di kawasan Jalan Ahmad Yani, Kota Tasikmalaya, Jumat (05/06/2026). Kegiatan ini menjadi ajang untuk mengampanyekan gaya hidup sehat sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya penggunaan energi bersih dan ramah lingkungan. Sebanyak sekitar 300 peserta turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. […]

  • DEMA INU Tasikmalaya Desak Aparat Tegas Proses Roy Suryo: “Telah Melampaui Batas Etika Demokrasi”

    DEMA INU Tasikmalaya Desak Aparat Tegas Proses Roy Suryo: “Telah Melampaui Batas Etika Demokrasi”

    • calendar_month Senin, 10 Nov 2025
    • account_circle Rian Sutisna
    • visibility 12
    • 0Komentar

    Medinas.id – Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) INU Tasikmalaya menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Kepolisian Negara Republik Indonesia untuk menindak Roy Suryo atas dugaan pencemaran nama baik, penyebaran fitnah, dan manipulasi informasi publik yang dinilai dapat mengganggu stabilitas sosial serta keamanan nasional. Ketua DEMA INU Tasikmalaya, **Zildan Agung Alfiani**, menegaskan bahwa tindakan Roy Suryo tidak bisa […]

  • Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya Wisuda 272 Lulusan, Siap Terserap Dunia Kerja

    Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya Wisuda 272 Lulusan, Siap Terserap Dunia Kerja

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
    • account_circle Rian Sutisna
    • visibility 10
    • 0Komentar

    Medinas.id — Sebanyak 272 mahasiswa dan mahasiswi resmi diwisuda oleh Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya dalam prosesi wisuda yang digelar di Gedung Twins Hall, Kota Tasikmalaya, Selasa (19/05/2025). Para lulusan tersebut berasal dari berbagai jurusan, di antaranya keperawatan, kebidanan, kesehatan gigi, gizi, rekam medis dan informasi kesehatan, serta farmasi. Direktur Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya, Dr. Dini Mariani.S.Kep, Ners, […]

  • PKB Tegaskan Komitmen Bersinergi dengan NU, Oleh Soleh Dorong Fatayat-Muslimat Bijak Bermedia Sosial

    PKB Tegaskan Komitmen Bersinergi dengan NU, Oleh Soleh Dorong Fatayat-Muslimat Bijak Bermedia Sosial

    • calendar_month Rabu, 12 Agt 2026
    • account_circle Rian Sutisna
    • visibility 32
    • 0Komentar

    Medinas.id — Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dan mendukung perjuangan Nahdlatul Ulama (NU) dalam berbagai kegiatan keumatan dan kebangsaan. ‎Hal tersebut disampaikan Anggota DPR RI Komisi 1, Oleh Soleh, seusai menghadiri kegiatan Seminar Merajut Nusantara Aman Bermedia Sosial yang digelar di Aula Rumah Makan Sambel Hejo, Jalan Letjen Mashudi, Kota Tasikmalaya, […]

  • Presiden Anugerahkan Pangkat Jenderal Kehormatan kepada Bibit Waluyo, Sosok Prajurit dan Pemimpin Rakyat

    Presiden Anugerahkan Pangkat Jenderal Kehormatan kepada Bibit Waluyo, Sosok Prajurit dan Pemimpin Rakyat

    • calendar_month Jumat, 3 Okt 2025
    • account_circle Rian Sutisna
    • visibility 13
    • 0Komentar

    Media Nasional (medinas.id) – Suasana penuh khidmat menyelimuti geladak KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat-992 pada Kamis, 2 Oktober 2025. Di atas kapal markas itu, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara langsung menganugerahkan pangkat Jenderal TNI (HOR) kepada Letjen TNI (Purn) H. Bibit Waluyo. Penganugerahan ini menjadi bentuk penghormatan negara atas dedikasi, pengabdian, serta jejak panjang pengabdian […]

  • BSI Fasilitasi 546 Prajurit Yonif TP 939/Macan Putih Menabung untuk Haji dan Investasi Emas

    BSI Fasilitasi 546 Prajurit Yonif TP 939/Macan Putih Menabung untuk Haji dan Investasi Emas

    • calendar_month Rabu, 10 Jun 2026
    • account_circle Rian Sutisna
    • visibility 6
    • 0Komentar

    Medinas.id — PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) menggelar kegiatan sosialisasi dan pembukaan rekeningTabungan Haji serta Tabungan Emas bagi 546 prajurit aktif Batalyon Infanteri (Yonif) TP 939/Macan Putih, Selasa (09/06/2026). Kegiatan yang mengusung tema“Yonif TP 939/Macan Putih Berhaji” ini merupakan bagian dari upaya BSI dalam meningkatkan literasi keuangan syariah sekaligus mendorong kesadaran perencanaan ibadah haji […]

expand_less