Medinas.id – Paguyuban SPPG Tasikmalaya mengadakan pelatihan penjamah makanan guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) relawan dapur dalam program Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Kegiatan ini diikuti ratusan peserta yang berasal dari sejumlah dapur SPPG di Kabupaten Tasikmalaya dan Pangandaran.
Perwakilan Paguyuban SPPG Tasikmalaya, Karom, menjelaskan bahwa pelatihan tersebut menjadi salah satu syarat penting untuk memperoleh Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) bagi dapur penyedia makanan.
“Pelatihan penjamah makanan ini merupakan salah satu persyaratan agar dapur bisa mendapatkan SLHS. SDM relawan harus terlatih dan memiliki sertifikat. Minimal ada 50 orang yang tersertifikasi, sementara rata-rata tiap dapur memiliki sekitar 40 relawan,” ujar Karom, S.Pd.I., M.M.
Ia menuturkan, seluruh relawan dapur diwajibkan mengikuti pelatihan agar proses pengolahan makanan dapat memenuhi standar kesehatan dan kebersihan yang telah ditetapkan.
“Alhamdulillah, hari ini sekitar 260 peserta mengikuti pelatihan. Mereka berasal dari 13 dapur yang akan beroperasi di Kabupaten Tasikmalaya serta dari Kabupaten Pangandaran,” katanya.
Menurut Karom, kegiatan tersebut menjadi bukti keseriusan yayasan bersama mitra paguyuban dalam menyediakan makanan yang berkualitas bagi masyarakat.
“Ini merupakan bentuk komitmen kami. Untuk menghadirkan makanan yang berkualitas, tentu relawannya juga harus dipersiapkan melalui pelatihan yang memadai,” jelasnya.
Selain pelatihan penjamah makanan, pihaknya juga berencana menggelar pelatihan chef secara bertahap. Pasalnya, tenaga chef di dapur SPPG diwajibkan memiliki sertifikasi kompetensi profesional.
“Insyaallah setelah ini akan ada pelatihan chef. Para chef juga harus memiliki sertifikat dan pelatihannya akan melibatkan lembaga dari BNSP. Harapannya, pengelolaan dapur ke depan bisa lebih profesional, baik dari sisi administrasi maupun peningkatan kualitas relawan,” pungkasnya. (gal)











