Expo WMP Digelar 21 Hari, Dorong UMKM dan Ekonomi Kreatif Kota Tasikmalaya
- account_circle Galih Sugih Lugina
- calendar_month Minggu, 4 Okt 2026
- visibility 45
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Medinas.id — Gelaran Expo WMP yang berlangsung di halaman kompleks Gedung Creative Center Dadaha, Kota Tasikmalaya, resmi dimanfaatkan sebagai ruang promosi sekaligus penggerak aktivitas ekonomi bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Kegiatan yang dimulai pada Minggu (04/10/2026) tersebut dijadwalkan berlangsung selama 21 hari, hingga 25 Oktober 2026. Selain menghadirkan stan UMKM, acara juga diramaikan dengan pertunjukan seni dan musik yang melibatkan sejumlah band asal Kota Tasikmalaya dan Kabupaten Ciamis.
Ketua Pelaksana Expo WMP, H. Rana Alamsyah, mengatakan kegiatan tersebut digagas secara mandiri bersama sejumlah rekan dengan tujuan memberikan ruang kepada pelaku UMKM untuk menjalankan aktivitas usaha sekaligus mendorong perputaran ekonomi masyarakat.
Menurut Rana, biaya yang dikenakan kepada UMKM lokal relatif terjangkau.
Pelaku UMKM Kota Tasikmalaya hanya dibebankan sekitar Rp1 juta yang diperuntukkan bagi kebutuhan listrik, kebersihan, serta penggunaan tempat.
”Kalau UMKM kita hanya sekitar Rp1 juta untuk biaya listrik, kebersihan dan tempat. Semua sudah dipos-poskan,” ujar Rana.
Ia menyebut kegiatan berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 22.00 WIB. Meski baru berjalan beberapa hari, antusiasme masyarakat dinilai cukup tinggi.
”Untuk perputaran ekonomi belum bisa ditaksir karena baru beberapa hari. Tetapi alhamdulillah pengunjung cukup banyak. Targetnya tentu sebesar-besarnya, mudah-mudahan target untuk UMKM bisa tercapai,” katanya.
Rana menegaskan, Expo WMP lahir dari kepedulian dirinya bersama rekan-rekan terhadap perkembangan ekonomi Kota Tasikmalaya. Menurutnya, kegiatan tersebut pada awalnya digagas secara mandiri tanpa dukungan pemerintah daerah.
Namun, dukungan pemerintah mulai terlihat setelah sejumlah pejabat hadir dalam pembukaan kegiatan. Ia pun menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan yang diberikan pemerintah terhadap kegiatan tersebut.
”Ini merupakan rasa cinta kami terhadap Kota Tasikmalaya. Awalnya kegiatan ini kami laksanakan secara mandiri, tetapi alhamdulillah dengan kedatangan Pak Wakil Wali Kota, Ketua DPRD dan yang lainnya, dukungan pemerintah ternyata mengalir juga,” ucapnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Rd. Diki Chandra Negara, mengapresiasi inisiatif masyarakat yang bergerak secara mandiri dalam membuka ruang usaha bagi pelaku UMKM.
Menurut Diki, persoalan yang kerap dihadapi pelaku UMKM bukan hanya modal, tetapi juga keterbatasan ruang dan sarana untuk memasarkan produk mereka.
”Daerah lain pun membutuhkan orang-orang yang mau bergerak secara mandiri untuk menggerakkan ekonomi masyarakat di daerahnya masing-masing, termasuk Kota Tasikmalaya,” kata Diki.
Ia menilai Expo WMP memberikan kesempatan bagi pelaku UMKM, khususnya dari Kota Tasikmalaya, untuk mendapatkan ruang usaha sekaligus memperkenalkan produk kepada masyarakat.
Diki juga mengapresiasi konsep kegiatan yang tidak hanya berorientasi pada ekonomi, tetapi turut memberikan ruang bagi seniman dan budayawan melalui gelar seni dan budaya.
”Pak Haji Rana bersama rekan-rekannya sudah menyediakan sarana dan memberikan kesempatan kepada para UMKM, khususnya Kota Tasikmalaya, untuk bisa berusaha. Di sisi lain, ada juga gelar seni budaya yang memberikan ruang bagi para seniman dan budayawan,” ujarnya.
Menurutnya, perpaduan antara aktivitas ekonomi dan seni budaya dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat sekaligus memberikan dampak positif bagi Kota Tasikmalaya.
”Ini menjadi dua arah yang luar biasa, yakni pergerakan ekonomi dan pemajuan budaya. Ke depan, ini bisa menjadi daya tarik bagi Kota Tasikmalaya,” pungkasnya.
- Penulis: Galih Sugih Lugina
- Editor: Galih
