IKM Tasikmalaya Hadir Langsung Dukung Semen Padang FC Hadapi PSPS Pekanbaru
- account_circle Galih Sugih Lugina
- calendar_month Minggu, 4 Okt 2026
- visibility 36
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Medinas.id, BEKASI — Kecintaan masyarakat Minang terhadap Semen Padang FC kembali ditunjukkan para perantau Minang asal Tasikmalaya. Puluhan supporter Kabau Sirah datang langsung ke Stadion Patriot Candrabhaga, Kota Bekasi, untuk memberikan dukungan kepada Semen Padang FC yang menghadapi PSPS Pekanbaru, Minggu (04/10/2026).
Rombongan masyarakat Minang Tasikmalaya tersebut dipimpin Ketua Ikatan Keluarga Minang Tasikmalaya (IKMT), Syahrial Koto, bersama jajaran pengurus dan masyarakat Minang yang berdomisili di Tasikmalaya.
Mereka menempuh perjalanan sekitar delapan jam menggunakan satu unit bus dari Tasikmalaya menuju Bekasi. Perjalanan panjang tersebut dilakukan semata-mata untuk memberikan dukungan langsung kepada tim kebanggaan masyarakat Minangkabau.
Bagi para perantau, Semen Padang FC tidak sekadar menjadi klub sepak bola. Kabau Sirah juga menjadi simbol kebanggaan urang Minang sekaligus pengobat rindu terhadap kampung halaman di Ranah Minang.
”Kami datang dari Tasikmalaya dengan satu tekad, memberikan dukungan kepada Semen Padang FC. Bagi kami, Kabau Sirah bukan hanya soal sepak bola, tetapi juga menjadi bagian dari rasa cinta dan kerinduan kami terhadap kampung halaman,” ujar Syahrial Koto.
IKM Jadi Wadah Kebersamaan Perantau
Syahrial mengatakan, keberadaan Ikatan Keluarga Minang (IKM) di perantauan memiliki peran strategis sebagai wadah silaturahmi sekaligus kekuatan sosial dan ekonomi masyarakat Minang.
Menurutnya, organisasi tersebut tidak hanya menjadi tempat berkumpul, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun kepedulian, gotong royong, solidaritas, serta mendorong kemandirian dan kemajuan ekonomi masyarakat Minang di rantau.
”IKM adalah wadah kita bersama. Di dalamnya ada kekuatan sosial, ada kekuatan ekonomi, ada semangat gotong royong dan kepedulian sesama perantau. Ketika kita bersatu, berbagai hal yang menjadi kepentingan bersama akan lebih mudah kita perjuangkan dan wujudkan,” katanya.
Ia menilai dukungan langsung kepada Semen Padang FC menjadi salah satu contoh nyata bagaimana semangat kebersamaan masyarakat Minang di perantauan dapat diwujudkan.
Berbagai latar belakang profesi dan aktivitas, kata dia, untuk sementara dikesampingkan demi berkumpul dalam satu tujuan, yakni memberikan dukungan kepada Kabau Sirah.
Kekompakan Supporter Cermin Persaudaraan
Syahrial menyebut kekompakan para supporter juga menjadi gambaran persaudaraan masyarakat Minang di perantauan.
”Berbagai latar belakang profesi kita tinggalkan dulu. Hari ini kita berkumpul dengan semangat yang sama, yaitu mendukung Kabau Sirah. Ini menunjukkan bahwa ketika ada sesuatu yang menjadi kecintaan bersama, kita bisa bersatu dan kompak,” ujarnya.
Ia pun mengingatkan seluruh supporter Minang Tasikmalaya untuk menjaga keamanan, ketertiban dan nama baik masyarakat Minang selama berada di stadion.
”Kita datang untuk memberikan dukungan, bukan untuk mencari persoalan. Kita harus menjaga ketertiban, keamanan dan menghormati supporter lainnya. Jangan sampai terjadi gesekan. Apapun hasil pertandingan, kita harus tetap sportif. Menang dan kalah adalah hal yang lumrah dalam olahraga,” tegasnya.
Didukung Donatur dan Tiket Gratis
Keberangkatan rombongan supporter Minang Tasikmalaya turut mendapat dukungan dari para donatur IKMT, terutama untuk kebutuhan transportasi dan konsumsi selama perjalanan.
Selain itu, rombongan juga memperoleh dukungan tiket pertandingan secara gratis dari Ketua DPP IKM, Andre Rosiade.
Syahrial menyampaikan apresiasi kepada seluruh donatur dan pihak yang telah memberikan dukungan sehingga masyarakat Minang Tasikmalaya dapat hadir langsung memberikan semangat kepada Kabau Sirah.
Semangat Kabau Sirah untuk Pembangunan Masjid IKMT
Lebih jauh, Syahrial berharap kecintaan masyarakat Minang terhadap Semen Padang FC dapat menjadi momentum untuk semakin mempererat silaturahmi dan persaudaraan antarmasyarakat Minang, baik secara personal maupun antarorganisasi di berbagai daerah.
Semangat kebersamaan tersebut, kata dia, diharapkan juga dapat memberikan energi positif terhadap berbagai agenda sosial masyarakat Minang di Tasikmalaya.
Salah satunya adalah rencana pembangunan Masjid IKMT Tasikmalaya yang kini memasuki tahap persiapan menuju pelaksanaan peletakan batu pertama.
”Masjid ini adalah impian dan rencana kita bersama. Saya berharap semangat kebersamaan yang kita lihat dalam kegiatan supporter ini juga memberikan dampak positif terhadap pembangunan Masjid IKMT. Semangat olahraga, semangat persaudaraan dan semangat membangun harus bisa berjalan bersama,” tuturnya.
Menurut Syahrial, pembangunan masjid tersebut tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik, tetapi juga menjadi simbol persatuan dan kekuatan sosial masyarakat Minang di Tasikmalaya.
”Kalau kita bisa kompak mendukung Kabau Sirah, insyaallah kita juga bisa kompak membangun rumah ibadah yang menjadi impian kita bersama,” tambahnya.
Kehadiran puluhan perantau Minang Tasikmalaya di Stadion Patriot Candrabhaga menjadi bukti bahwa semangat “Pai Basamo, Mandukuang Kabau Sirah” tidak hanya berbicara tentang sepak bola.
Semangat tersebut juga menjadi bagian dari upaya menjaga persaudaraan, kebersamaan, solidaritas dan kecintaan terhadap identitas Minangkabau di rantau.
Apapun hasil pertandingan Semen Padang FC menghadapi PSPS Pekanbaru, masyarakat Minang Tasikmalaya berkomitmen untuk tetap menjunjung tinggi sportivitas dan persaudaraan.
”Menang atau kalah dalam olahraga adalah hal yang lumrah. Yang terpenting, kita tetap bersatu, tetap badunsanak dan tetap menjaga nama baik orang Minang di rantau,” pungkas Syahrial Koto.(***)
- Penulis: Galih Sugih Lugina
- Editor: Galih
