Ketua FKDT Kota Tasikmalaya Ajak Guru Bijak Bermedia Sosial dan Perkuat Konten Positif
- account_circle Galih Sugih Lugina
- calendar_month 10 jam yang lalu
- visibility 9
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Medinas.id – Ketua Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kota Tasikmalaya, Drs. H. Ahmad Sape’i, mengajak para guru dan pengelola lembaga pendidikan untuk menggunakan media sosial secara bijak serta memanfaatkannya sebagai sarana menyebarkan informasi dan kegiatan yang positif.
Pesan tersebut disampaikan Ahmad Sape’i saat mengikuti Seminar Merajut Nusantara,dengan mengusung tema Cakap Bermedia Digital yang digagas oleh anggota DPR RI Komisi1 Oleh Soleh bekerjasama dengan mitra kerja komdigi yang berlangsung di Rumah Makan Sambel Hejo, Jalan Letjen Mashudi, Kota Tasikmalaya, Senin (12/10/2026).
Menurutnya, penggunaan media sosial, termasuk WhatsApp, harus diarahkan untuk kepentingan yang bermanfaat, seperti mempererat komunikasi, mendukung kegiatan pendidikan, serta mengoordinasikan aktivitas sosial dan keagamaan.
Ia mengingatkan bahwa penggunaan media sosial juga memiliki risiko apabila tidak disertai sikap bijak dan tanggung jawab. Setiap informasi yang disampaikan melalui media digital perlu dipertimbangkan dengan baik agar tidak menimbulkan dampak negatif bagi orang lain.
“Jari kita sekarang seperti mulut kita. Kalau salah menggunakan jari dalam bermedia sosial, dampaknya juga bisa salah. Karena itu, kita harus bijak dalam menggunakan media sosial,” ujar Ahmad Sape’i.
Ia juga menyoroti pemanfaatan media sosial untuk kegiatan infak dan sedekah yang selama ini menjadi salah satu penunjang kegiatan organisasi. Menurutnya, sedekah harus dilakukan dengan niat ikhlas karena Allah SWT, sekaligus tetap memperhatikan tujuan dan manfaat dari kegiatan tersebut.
Selain untuk komunikasi dan kegiatan sosial, Ahmad Sape’i mendorong para guru agar memanfaatkan media digital sebagai sarana pembelajaran. Salah satunya dengan mendokumentasikan kegiatan mengajar dalam bentuk video sehingga dapat menjadi jejak digital yang positif dan sumber pembelajaran bagi masyarakat.
Ia berharap para pendidik tidak hanya menyampaikan materi pembelajaran secara konvensional, tetapi juga mulai mengembangkan metode penyampaian ilmu melalui konten digital yang edukatif dan sesuai dengan kapasitas masing-masing.
“Kalau memungkinkan, kegiatan mengajar bisa direkam dalam bentuk video. Dengan begitu, ilmu yang disampaikan tidak hanya bermanfaat saat pembelajaran berlangsung, tetapi juga bisa menjadi dokumentasi dan jejak digital yang positif,” katanya.
Ahmad Sape’i menambahkan, setiap platform digital memiliki dampak positif dan negatif. Karena itu, para guru perlu memiliki keimanan, keikhlasan, serta komitmen yang kuat agar aktivitas bermedia sosial tidak mengganggu tugas utama mereka sebagai pendidik.
Dalam kegiatan seminar tersebut, peserta yang diundang dari lingkungan FKDT Kota Tasikmalaya berasal dari unsur pengurus kecamatan. Ia berharap materi yang diperoleh dapat diteruskan kepada para guru dan pengelola lembaga pendidikan di wilayah masing-masing.
Lebih lanjut, ia mencontohkan penggunaan aplikasi Zoom Meeting untuk koordinasi kegiatan organisasi, termasuk persiapan kegiatan tingkat Provinsi Jawa Barat yang dijadwalkan berlangsung pada 23 Oktober.
Melalui pertemuan daring, koordinasi teknis dapat dilakukan tanpa mengharuskan seluruh peserta berkumpul secara langsung. Cara ini dinilai lebih efisien karena dapat menghemat waktu dan biaya transportasi.
“Sekarang koordinasi bisa dilakukan melalui Zoom Meeting. Kita dapat mengikuti rapat dari rumah atau tempat masing-masing tanpa harus mengeluarkan biaya perjalanan. Ini salah satu manfaat positif dari perkembangan teknologi digital,” ungkapnya.
Ia berharap para guru dan pengurus FKDT dapat semakin optimal memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung pendidikan, memperkuat komunikasi organisasi, serta menyebarkan pesan-pesan kebaikan di tengah masyarakat.(***)
- Penulis: Galih Sugih Lugina
