1.400 Mahasiswa Baru UMTAS Ikuti PKKMB, Rektor: Jangan Jadi Generasi yang Dikendalikan AI
- account_circle Galih Sugih Lugina
- calendar_month Rabu, 16 Sep 2026
- visibility 8
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Medinas.id — Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya (UMTAS) menggelar kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) bagi sekitar 1.400 mahasiswa pada Rabu (16/09/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi mahasiswa baru untuk mengenal lingkungan kampus sekaligus mempersiapkan diri menghadapi proses pembelajaran di perguruan tinggi.
Rektor UMTAS Neni Nuraeni, M.Kep., Ns., Sp.Kep.Mat., mengatakan PKKMB merupakan kegiatan wajib yang harus diikuti mahasiswa baru. Kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan mengenalkan fasilitas dan lingkungan kampus, tetapi juga memberikan pemahaman mengenai program studi, dosen, proses pembelajaran, hingga arah pengembangan diri mahasiswa.
Menurutnya, mahasiswa perlu mulai membangun sikap mandiri, dewasa, dan bertanggung jawab sejak memasuki perguruan tinggi. Mahasiswa juga dituntut mampu menentukan arah pengembangan dirinya agar ilmu yang diperoleh selama kuliah dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan dunia industri.
”Mahasiswa bukan hanya mengenal gedung, dosen, dan proses pembelajaran. Mulai hari ini mahasiswa harus dituntut menjadi lebih mandiri, dewasa, dan bertanggung jawab serta mampu menentukan pengembangan dirinya ke depan,” ujar Neni.
Ia menekankan, capaian akademik seperti Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) memang penting, namun bukan satu-satunya ukuran keberhasilan mahasiswa. Kompetensi, kemampuan beradaptasi, serta kebermanfaatan ilmu yang dimiliki juga menjadi bagian penting dalam perjalanan pendidikan.
Neni juga mengingatkan mahasiswa baru agar siap menghadapi perkembangan teknologi yang berlangsung cepat, termasuk transformasi digital dan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI).
Ia meminta mahasiswa tidak sekadar menjadi pengguna teknologi, tetapi mampu memanfaatkannya untuk mendukung pekerjaan, inovasi, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
”Jangan sampai kita dikendalikan oleh AI. Kita yang harus mengendalikan dan memanfaatkannya untuk pekerjaan serta inovasi ke depan,” katanya.
Neni juga mengajak mahasiswa memahami Tri Dharma Perguruan Tinggi yang meliputi pendidikan dan pengajaran, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat. Menurutnya, mahasiswa tidak hanya dituntut aktif dalam pembelajaran, tetapi juga terlibat dalam penelitian dan kegiatan sosial bersama dosen.
Ia berharap mahasiswa UMTAS mampu menjadi generasi yang terus belajar, beradaptasi, dan berkolaborasi.
”Jadilah mahasiswa yang hebat secara akademik tetapi tetap rendah hati, maju dalam teknologi tetapi kuat dalam nilai, memiliki cita-cita tinggi tetapi tetap peduli kepada masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Tasikmalaya Rd. Diky Chandra Negara dalam sambutannya mengajak mahasiswa baru mensyukuri kesempatan untuk menempuh pendidikan tinggi.
Diky menceritakan perjalanan hidupnya yang sempat terhenti setelah lulus SMA karena keterbatasan biaya. Ia mengaku pernah menjadi pengamen di Tanah Abang, Bandung, hingga bekerja sebagai pelayan dan pekerja serabutan sebelum akhirnya menekuni dunia seni dan menjadi penulis.
”Jadilah orang-orang yang bersyukur atas apa yang kita miliki hari ini. Rasa syukur bukan hanya diucapkan dengan Alhamdulillah, tetapi juga diwujudkan dengan bergerak dan berkarya,” kata Diky.
Menurut Diky, ilmu yang diperoleh melalui pendidikan seharusnya tidak berhenti pada pengetahuan pribadi, tetapi diwujudkan menjadi amal dan memberikan manfaat bagi orang lain.
Ia mendorong mahasiswa untuk terus mencari ilmu dari berbagai persoalan yang ditemui di lingkungan sekitar. Dengan ilmu tersebut, mahasiswa diharapkan mampu menghadirkan solusi sekaligus memberikan kontribusi bagi masyarakat.
Diky juga berpesan agar mahasiswa membangun kebiasaan berbagi, baik berbagi ilmu, pengalaman maupun kebaikan sederhana seperti senyuman.
”Berbagi itu banyak bentuknya. Ada berbagi ilmu, berbagi wawasan, bahkan berbagi senyuman. Jadikan ilmu yang kita miliki bermanfaat bagi orang lain,” ujarnya.
Ia berharap mahasiswa baru UMTAS dapat menjalani masa perkuliahan dengan penuh rasa syukur, semangat belajar, serta keberanian untuk berkarya dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya. (***)
- Penulis: Galih Sugih Lugina
- Editor: Galih
