BKPRMI Kota Tasikmalaya Gelar Milad ke-49, Fokus Cetak Generasi Religius Menuju Indonesia Emas 2045
- account_circle Galih Sugih Lugina
- calendar_month Selasa, 15 Sep 2026
- visibility 21
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Medinas.id — Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kota Tasikmalaya memperingati Milad ke-49 dengan menggelar rangkaian kegiatan sosial dan pembinaan keagamaan. Puncak peringatan berlangsung di Masjid Agung Kota Tasikmalaya, Selasa (15/09/2026).
Ketua BKPRMI Kota Tasikmalaya, Nuki Anwar Siddik, mengatakan rangkaian Milad ke-49 telah dimulai sejak akhir Agustus 2026. Sejumlah kegiatan sosial digelar, mulai dari santunan hingga aksi kebersihan masjid dan mushola.
”Rangkaian kegiatan sudah dimulai sejak akhir Agustus. Kami memberikan 490 santunan kepada yatim piatu dan ustazah, kemudian bersih-bersih di 490 masjid dan mushala yang melibatkan remaja masjid serta Brigade BKPRMI,” kata Nuki.
BKPRMI juga menggelar kegiatan berbagi air bersih ke-49 lokasi di wilayah Kota Tasikmalaya. Bantuan tersebut diberikan berdasarkan permohonan dan kebutuhan masyarakat di sejumlah wilayah.
Menurut Nuki, rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen BKPRMI dalam memperkuat peran organisasi dalam pembinaan generasi muda dan pendidikan keagamaan.
Pada puncak Milad ke-49, BKPRMI sekaligus menegaskan komitmennya menyiapkan generasi penerus menuju Indonesia Emas 2045. Pembinaan dilakukan melalui berbagai jenjang pendidikan dan kegiatan keagamaan, mulai dari PAUD, TK, TPA hingga pembinaan santri.
”BKPRMI terus berkomitmen menyiapkan generasi-generasi sejak dini. Alhamdulillah, komitmen bersama seluruh pengurus dan ustaz serta ustazah dalam membina generasi juga telah membuahkan prestasi,” ujarnya.
Nuki menyebut Kota Tasikmalaya mampu mempertahankan prestasi pada ajang Festival Anak Saleh Indonesia dan Festival Guru-Guru Nusantara tingkat Jawa Barat yang digelar pada Agustus 2026.
Ia berharap keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan yang dilakukan BKPRMI mampu melahirkan santri berprestasi sekaligus kader terbaik bagi Kota Tasikmalaya.
”Kami berharap mereka menjadi kader-kader terbaik Tasikmalaya. Bersama pemerintah, kami ingin membangun Kota Tasikmalaya yang religius dan berkah,” katanya.
Insentif Guru TK/TPA
Dalam kesempatan tersebut, Nuki juga menyoroti kesejahteraan guru TK dan TPA yang selama ini masih relatif rendah. Ia menyebut sebagian guru hanya memperoleh honor sekitar Rp100 ribu per bulan, bahkan terdapat guru yang mengajar tanpa menerima honor.
Karena itu, insentif dari Pemerintah Kota Tasikmalaya dinilai menjadi bentuk perhatian dan dukungan terhadap para guru keagamaan.
Nuki mengatakan, dari data yang ada, sebanyak 779 guru telah menerima insentif. Sementara pencairan bagi guru lainnya masih menunggu kondisi keuangan pemerintah daerah.
”Walaupun nilainya tidak besar, perhatian dari pemerintah ini menjadi spirit bagi para ustaz dan ustazah. Mudah-mudahan kondisi keuangan Pemkot Tasikmalaya stabil sehingga insentif untuk guru-guru lainnya dapat segera direalisasikan,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para guru TK dan TPA serta pengurus BKPRMI yang tetap menjalankan pembinaan meski dengan keterbatasan.
”Untuk para pejuang, guru TK dan TPA, tetap semangat dalam membina generasi. Banyak yang berjuang dengan ikhlas, bahkan ada yang tidak menerima honor karena tidak memiliki sumber infak,” katanya.
Pemkot Pastikan Dukungan
Sementara itu, Wali Kota Tasikmalaya H. Viman Alfarizi Ramadhan, M.B.A., menyampaikan apresiasi atas kiprah BKPRMI selama 49 tahun dalam mendukung pendidikan dan pembinaan generasi muda.
”Selamat hari lahir BKPRMI yang ke-49. Insya Allah ini menjadi berkah untuk mencetak generasi penerus Kota Tasikmalaya, terutama dalam pendidikan prasekolah,” kata Viman.
Menurutnya, Pemkot Tasikmalaya terus berupaya meningkatkan kesejahteraan guru, termasuk guru pendidikan keagamaan. Namun, upaya tersebut membutuhkan sinergi dengan pemerintah pusat, termasuk Kementerian Agama.
Viman mengatakan insentif bagi guru diniyah menjadi salah satu perhatian Pemkot Tasikmalaya. Kendati demikian, kondisi fiskal daerah menjadi salah satu tantangan dalam merealisasikan seluruh program tersebut.
”Kami berusaha agar realisasinya dilakukan pada waktu yang tepat. Kami menjaga komitmen agar guru-guru diniyah dapat diapresiasi dengan baik,” ujarnya.
Ia menambahkan, pembahasan mengenai keberpihakan terhadap program prioritas, termasuk dukungan kepada guru keagamaan, juga menjadi bagian dari pembahasan APBD 2027.
Selain dukungan melalui insentif, Pemkot Tasikmalaya juga terus melihat kemampuan fiskal daerah agar program tersebut dapat dilaksanakan secara berkelanjutan.
Tiga Pesan Wali Kota
Dalam kesempatan itu, Viman menyampaikan tiga pesan kepada para guru TK, TPA dan tenaga pendidik keagamaan di Kota Tasikmalaya.
Pertama, para guru diminta menanamkan kecintaan terhadap Kota Tasikmalaya kepada anak-anak sejak usia dini.
Kedua, para guru diingatkan untuk bijak dalam menggunakan media sosial, mengingat perkembangan teknologi dan informasi yang semakin cepat.
Ketiga, Viman meminta para guru terus menjadi sosok pendidik yang hebat sehingga mampu melahirkan generasi dan calon pemimpin masa depan Kota Tasikmalaya.
”Kami berharap guru-guru dapat mencetak generasi yang berprestasi. Tanamkan kecintaan terhadap Kota Tasikmalaya sejak dini, bijak bermedia sosial, dan terus menjadi guru-guru hebat agar lahir pemimpin-pemimpin hebat di Kota Tasikmalaya,” pungkasnya.(***)
- Penulis: Galih Sugih Lugina
- Editor: Galih
