Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ragam » Budaya dan Keagamaan Dipadukan, Padepokan Sanca Galunggung Dorong Pelestarian Budaya di Kota Tasikmalaya

Budaya dan Keagamaan Dipadukan, Padepokan Sanca Galunggung Dorong Pelestarian Budaya di Kota Tasikmalaya

  • account_circle Galih Sugih Lugina
  • calendar_month 12 jam yang lalu
  • visibility 10
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Medinas.id – Upaya melestarikan kebudayaan daerah terus dilakukan para pegiat seni dan budaya di Kota Tasikmalaya. Salah satunya melalui kegiatan yang memadukan semangat peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia dengan nilai-nilai keagamaan.

 

‎Rangkaian kegiatan tersebut tidak hanya digelar untuk memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, tetapi juga dirangkaikan dengan tabligh akbar dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.

 

‎Kegiatan yang berlangsung di Jalan Pasar Pancasila, Kelurahan Lengkongsari, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya, Sabtu (29/08/2026), menjadi ruang bagi para pelaku budaya untuk memperkenalkan sekaligus menegaskan bahwa kebudayaan dan nilai-nilai keagamaan dapat berjalan secara harmonis.

 

‎Ketua Padepokan Qulbu Zakir, Sandi Sina, mengatakan perpaduan antara budaya, keagamaan, dan semangat kebangsaan tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa ketiga unsur tersebut tidak harus dipertentangkan.

 

‎Menurut Sandi, masih terdapat anggapan di sebagian kalangan bahwa aktivitas kebudayaan identik dengan sesuatu yang terpisah dari nilai-nilai agama. Melalui kegiatan tersebut, pihaknya berupaya mengubah paradigma tersebut dengan menghadirkan kegiatan yang menggabungkan unsur budaya, keagamaan, dan kebangsaan.

 

‎“Tujuan utamanya adalah memeriahkan kemerdekaan Republik Indonesia. Kemudian pada malam harinya dilanjutkan dengan tabligh akbar untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW,” ujar Sandi Sina saat ditemui di sela-sela kegiatan.

 

‎Ia menjelaskan, kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana sosialisasi kepada masyarakat bahwa budaya daerah dapat berjalan beriringan dengan nilai-nilai keagamaan yang telah tumbuh dan berkembang dalam kehidupan masyarakat.

 

‎Sandi menilai kebudayaan memiliki hubungan erat dengan kehidupan sosial dan keagamaan. Karena itu, menurutnya, pandangan yang memisahkan budaya dari agama perlu perlahan diubah.

 

‎“Kami ingin menunjukkan bahwa kebudayaan juga memiliki nuansa keagamaan yang kuat. Paradigma seperti itulah yang ingin kami ubah. Kegiatan budaya dapat diselaraskan dengan kegiatan keagamaan, termasuk dalam momentum kemerdekaan dan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW,” katanya.

 

‎Lebih lanjut, Sandi berharap Pemerintah Kota Tasikmalaya dapat memberikan perhatian serta ruang yang lebih luas bagi para pelaku seni dan budaya. Pemerintah, kata dia, dapat berperan sebagai jembatan antara pegiat budaya, masyarakat, serta berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap pelestarian budaya.

 

‎“Kami berharap ke depan Pemerintah Kota Tasikmalaya bisa memfasilitasi sekaligus menjadi jembatan bagi para pegiat budaya. Setiap kegiatan atau momentum yang berkaitan dengan kebudayaan diharapkan bisa melibatkan seluruh masyarakat dan pelaku budaya,” ungkapnya.

 

‎Ia menegaskan, pelestarian kebudayaan tidak dapat hanya dibebankan kepada satu kelompok atau komunitas. Peran generasi saat ini sangat penting untuk memastikan warisan budaya daerah tetap hidup dan tidak tergerus perkembangan zaman.

“Kalau bukan kita, siapa lagi? Kalau bukan sekarang, kapan lagi?”tegasnya

 

‎Pelaku Budaya Dorong Sinergi.

‎Sementara itu, Ketua Padepokan Sanca Galunggung, Ki Sanca, menilai keberlangsungan kebudayaan membutuhkan kepedulian dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

 

‎Menurutnya, tradisi dan warisan budaya harus terus diperkenalkan kepada masyarakat, terutama generasi muda, agar keberadaannya tidak semakin tergerus oleh perubahan zaman.

 

‎Ki Sanca mengatakan, para pelaku budaya selama ini terus berupaya menjalankan berbagai kegiatan dengan membangun sinergi bersama sesama pegiat seni, masyarakat, pemerintah, aparat keamanan, maupun berbagai pihak lainnya.

 

‎“Pelaku budaya tidak bisa berjalan sendiri. Sejak dulu kami selalu bersinergi dengan rekan-rekan dan masyarakat. Alhamdulillah, sampai sekarang masih banyak yang peduli dan ikut menggelar kegiatan untuk menjaga kebudayaan,” kata Ki Sanca.

 

‎Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang selama ini memberikan dukungan terhadap berbagai kegiatan seni dan budaya, mulai dari masyarakat, media, kepolisian, hingga pemerintah dan dinas terkait.

 

‎“Kami sangat berterima kasih kepada media, masyarakat, warga, kepolisian, maupun dinas yang selama ini telah memberikan dukungan terhadap kegiatan-kegiatan seperti ini,” ujarnya.

 

‎Ki Sanca berharap Pemerintah Kota Tasikmalaya semakin memberikan perhatian terhadap keberadaan dan perkembangan kebudayaan daerah. Menurutnya, budaya merupakan bagian dari identitas masyarakat yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

 

‎“Khusus kepada Bapak Wali Kota Tasikmalaya, kami berharap kebudayaan mendapat perhatian lebih. Budaya harus terlihat, harus tetap hidup, dan jangan sampai diabaikan,” katanya.

 

‎Ia menambahkan, para pegiat budaya akan terus membangun komunikasi dan membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah. Langkah tersebut dinilai penting untuk menyampaikan aspirasi sekaligus kebutuhan para pelaku seni dan budaya.

 

‎Menurut Ki Sanca, sinergi antara pegiat budaya, masyarakat, pemerintah, aparat keamanan, dan media menjadi kunci agar kebudayaan di Kota Tasikmalaya tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga berkembang mengikuti perubahan zaman tanpa kehilangan jati dirinya.

 

‎Melalui kolaborasi tersebut, kegiatan seni dan budaya diharapkan tidak sekadar menjadi hiburan, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat nilai kebangsaan, mempererat hubungan sosial dan keagamaan masyarakat, serta menjaga keberlangsungan tradisi dan warisan budaya daerah.

 

‎Dengan keterlibatan berbagai elemen masyarakat, pelestarian budaya di Kota Tasikmalaya diharapkan dapat terus berjalan secara berkelanjutan sekaligus menjadi bagian penting dalam membangun karakter generasi muda di tengah perkembangan zaman, pungkasnya.(***)

  • Penulis: Galih Sugih Lugina
  • Editor: Galih

Rekomendasi Untuk Anda

  • Boboko Tasikmalaya Deklarasi, Hadirkan Kultur Suporter yang Santun dan Bermartabat

    Boboko Tasikmalaya Deklarasi, Hadirkan Kultur Suporter yang Santun dan Bermartabat

    • calendar_month Sabtu, 13 Jun 2026
    • account_circle Rian Sutisna
    • visibility 8
    • 0Komentar

    Medinas.id — Komunitas Bobotoh Kolot (Boboko) Distrik Tasikmalaya resmi mendeklarasikan keberadaannya sebagai wadah bagi para pendukung Persib Bandung yang telah memasuki usia matang, namun tetap memiliki kecintaan dan loyalitas tinggi terhadap tim kebanggaan Jawa Barat tersebut, yang bertempat di rumah makan ma’uneng Jalan terusan BCA Kecamatan Cihideung Kota Tasikmalaya (13/06/2026) Salah satu penggagas Boboko Tasikmalaya, […]

  • Pendidikan Politik, Soroti Evaluasi SPMB dan Target Raih Enam Kursi pada Pemilu 2029

    Pendidikan Politik, Soroti Evaluasi SPMB dan Target Raih Enam Kursi pada Pemilu 2029

    • calendar_month Senin, 20 Jul 2026
    • account_circle Rian Sutisna
    • visibility 12
    • 0Komentar

    Medinas.id — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kota Tasikmalaya menggelar kegiatan pendidikan politik bagi kader yang dirangkaikan dengan agenda pengawasan pemerintahan oleh anggota DPRD Provinsi Jawa Barat. Kegiatan berlangsung di Aula Rumah Makan Geunah Calik, Kota Tasikmalaya, Senin (20/7/2026). ‎ ‎Dalam kesempatan tersebut, Anggota Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat, H. Saeful Bachri, S.H., […]

  • Pemkot Tasikmalaya Perkuat Implementasi Kawasan Tanpa Rokok, Fokus Lindungi Generasi Muda

    Pemkot Tasikmalaya Perkuat Implementasi Kawasan Tanpa Rokok, Fokus Lindungi Generasi Muda

    • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
    • account_circle Rian Sutisna
    • visibility 9
    • 0Komentar

    Medinas.id — Pemerintah Kota Tasikmalaya terus memperkuat implementasi Kawasan Tanpa Rokok (KTR) melalui berbagai langkah strategis, mulai dari sosialisasi kepada masyarakat, peningkatan pengawasan, hingga penegakan regulasi terkait peredaran, promosi, dan penempatan produk tembakau. Upaya tersebut mengacu pada sejumlah regulasi yang berlaku di tingkat nasional maupun daerah. Di Kota Tasikmalaya, kebijakan KTR berlandaskan. Peraturan Daerah (Perda) […]

  • FORKI Kota Tasikmalaya Gelar Tasik Open Tournament 2026

    FORKI Kota Tasikmalaya Gelar Tasik Open Tournament 2026

    • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
    • account_circle Rian Sutisna
    • visibility 12
    • 0Komentar

    Medinas.id  — Kejuaraan Karate Tasik Open Tournament 2026 resmi dibuka di GOR Sukapura, Dadaha, Kota Tasikmalaya, Sabtu (16/5/2026). Ajang tersebut mengusung tema “Junjung Tinggi Sportivitas, Raih Prestasi Gemilang”. Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Tasikmalaya, Diky Chandra, menyampaikan apresiasinya terhadap antusiasme peserta yang mengikuti kejuaraan tersebut. “Alhamdulillah, peserta sangat antusias. Banyak atlet dari luar daerah seperti […]

  • Iduladha 1447 H, partai Golkar Kabupaten Tasikmalaya Hadir Lewat Aksi Sosial dan Kemanusiaan

    Iduladha 1447 H, partai Golkar Kabupaten Tasikmalaya Hadir Lewat Aksi Sosial dan Kemanusiaan

    • calendar_month Kamis, 28 Mei 2026
    • account_circle Rian Sutisna
    • visibility 7
    • 0Komentar

    Medinas.id — Dalam rangka memperingati Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, DPD Partai Golkar Kabupaten Tasikmalaya menggelar kegiatan penyembelihan hewan kurban yang berlangsung penuh khidmat dan kebersamaan. Kegiatan tersebut dihadiri jajaran pengurus partai, kader, serta masyarakat sekitar. Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Tasikmalaya, Erry Purwanto, yang akrab disapa Kang Erry, mengatakan momentum Iduladha menjadi sarana untuk […]

  • Pertemuan Hangat SBY dan Bibit Waluyo Simbol Kebersamaan Tokoh Bangsa

    Pertemuan Hangat SBY dan Bibit Waluyo Simbol Kebersamaan Tokoh Bangsa

    • calendar_month Minggu, 10 Mei 2026
    • account_circle Rian Sutisna
    • visibility 7
    • 0Komentar

    Media Nasional  – Suasana penuh kehangatan dan nuansa persaudaraan mewarnai pertemuan antara Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono, dengan mantan Pangkostrad, Bibit Waluyo, di kediaman Bibit Waluyo di Magelang, Jawa Tengah. Minggu (10/05/2026) Pertemuan dua tokoh nasional tersebut berlangsung akrab dan sarat makna kebangsaan. Kehadiran SBY disambut langsung oleh Bibit Waluyo beserta keluarga dengan […]

expand_less