Majelis Taklim Ibadurrahman Kembali Dihidupkan, Sasar Orang Tua Santri dan Masyarakat Umum
- account_circle Galih Sugih Lugina
- calendar_month Sabtu, 12 Sep 2026
- visibility 33
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Medinas.id — Majelis Taklim Ibadurrahman Kota Tasikmalaya kembali diaktifkan setelah sempat vakum selama beberapa tahun, terutama sejak pandemi Covid-19. Peluncuran kembali majelis taklim tersebut digelar di Ibadurrahman Hall Center, Kota Tasikmalaya, Sabtu (12/09/2026)
Ketua Yayasan Ibadurrahman, Agus Salim, mengatakan Majelis Taklim Ibadurrahman sebelumnya pernah berkembang dan memiliki banyak jamaah dari berbagai wilayah Kota Tasikmalaya pada era 2000-an.
Menurutnya, jamaah saat itu tidak hanya berasal dari sekitar Cibeureum, tetapi juga dari Indihiang, Mangkubumi, hingga wilayah Cikoneng.
“Majelis Taklim Ibadurrahman ini pernah berjaya pada tahun 2000-an. Namun, dalam perjalanannya, terutama setelah Covid-19, kegiatan sempat berhenti. Sekarang kami bermusyawarah dan berupaya menghidupkan serta merevitalisasi kembali majelis ini,” ujar Agus.
Ia berharap peluncuran kembali tersebut tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi dapat dilanjutkan secara istiqamah dan berkelanjutan.
Agus menjelaskan, keberadaan majelis taklim juga menjadi bagian dari pembinaan keagamaan bagi para orang tua yang anak-anaknya menempuh pendidikan di lembaga di bawah Yayasan Ibadurrahman.
Saat ini, Yayasan Ibadurrahman menaungi tujuh unit lembaga pendidikan, mulai dari kelompok bermain (Kober), Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA), Taman Pendidikan Islam Terpadu (TPIT), SD IT, SMP hingga SMA.
“Selain orang tua santri yang belajar di unit pendidikan Ibadurrahman, majelis taklim ini juga terbuka bagi masyarakat umum,” katanya.
Agus menyebut kegiatan majelis taklim ke depan akan dilaksanakan secara rutin, baik dalam bentuk pertemuan mingguan maupun bulanan. Materi yang diberikan diharapkan dapat meningkatkan wawasan keislaman, memperkuat akidah serta membentuk akhlakul karimah.
“Tujuannya adalah melahirkan masyarakat yang peduli kepada sesama, memiliki wawasan keislaman yang baik, kuat akidahnya dan memiliki akhlakul karimah di tengah masyarakat Kota Tasikmalaya. Ini juga menjadi salah satu wasilah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Tasikmalaya Rd. Diki Chandra Negara menyambut baik kembali aktifnya Majelis Taklim Ibadurrahman.
Menurut Diki, nama Ibadurrahman yang bermakna hamba-hamba Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang sejalan dengan tujuan untuk membentuk masyarakat yang memiliki rasa kasih dan sayang terhadap sesama.
“Target utamanya adalah melahirkan orang-orang yang memiliki rasa pengasih dan penyayang, sehingga mudah-mudahan mendapatkan kasih dan sayang dari Allah,” kata Diki.
Ia menilai keberadaan majelis taklim juga memiliki peran penting dalam menjaga ketenteraman dan kehidupan sosial masyarakat. Menurutnya, keamanan dan ketertiban tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun aparat penegak hukum.
“Tidak mungkin hanya Satpol PP, polisi, TNI, KPK, pengadilan, kejaksaan ataupun pemerintah saja yang menjadi penjaga. Perlu ada penjaga melalui doa, karena salah satu senjata utama kita adalah doa,” ujarnya.
Diki berharap jamaah majelis taklim dapat menjadi bagian dari masyarakat yang senantiasa berzikir dan mendoakan kemaslahatan umat.
Ia juga mengapresiasi Yayasan Ibadurrahman dan seluruh pihak yang telah berupaya menghidupkan kembali kegiatan majelis taklim tersebut setelah sempat vakum.
Pemerintah Kota Tasikmalaya, kata Diki, pada prinsipnya terbuka untuk membangun kemitraan dengan berbagai lembaga dan kelompok masyarakat yang memiliki tujuan positif bagi kemajuan daerah.
“Pada dasarnya semua lembaga, perkumpulan dan masyarakat dalam bentuk apa pun, selama tujuannya untuk kebaikan Kota Tasikmalaya, tentu menjadi mitra pemerintah. Bentuk dukungannya bisa beragam,” katanya.
Diki menegaskan, pemerintah akan tetap berpandangan positif terhadap berbagai inisiatif masyarakat sepanjang memiliki tujuan yang sama, yakni memberikan manfaat bagi masyarakat dan Kota Tasikmalaya.(***)
- Penulis: Galih Sugih Lugina
- Editor: Galih
