Ragam  

DPUTRLH Tasikmalaya Mulai Rekonstruksi 32 Ruas Jalan, Fokus Perbaikan Jalur Selatan

Medinas.id — Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, Perumahan Rakyat dan Lingkungan Hidup (DPUTRLH) Kabupaten Tasikmalaya mulai merealisasikan sejumlah proyek rekonstruksi jalan di berbagai wilayah. Fokus utama perbaikan diarahkan ke jalur selatan yang selama ini dinilai rawan mengalami kerusakan.

Kepala Bidang Jalan dan Jembatan DPUTRLH Kabupaten Tasikmalaya, Risnandar, mengatakan beberapa paket pekerjaan kini telah memasuki tahap pelaksanaan setelah proses kontrak selesai dilakukan.

“Sebagian pekerjaan sudah mulai berkontrak, sehingga pelaksanaan di lapangan juga sudah berjalan. Ada beberapa paket yang saat ini mulai dikerjakan,” ujar Risnandar kepada wartawan sebelum melakukan touring pengecekan ruas jalan di wilayah Ciawi dan sekitarnya.

Dalam kegiatan tersebut, pihaknya melakukan pemeriksaan langsung terhadap kondisi ruas jalan, mulai dari badan jalan, bahu jalan, ruang milik jalan hingga sistem drainase. Salah satu lokasi yang menjadi perhatian berada di jalur Cisinga dari arah Ciawi dengan panjang penanganan sekitar 2,25 kilometer.

“Di lapangan kami melihat kondisi bahu jalan, ruang pinggir jalan, termasuk drainasenya. Memang ada sejumlah titik yang perlu dibenahi,” katanya.

Selain ruas Cisinga, jalur Karangdam–Cisemplo juga menjadi sorotan. Menurut Risnandar, di kawasan tersebut masih banyak titik yang tidak memiliki bahu jalan maupun saluran drainase yang memadai. Kondisi itu diperburuk oleh keberadaan bangunan warga yang terlalu dekat dengan ruang milik jalan.

“Persoalannya banyak bangunan yang sudah mendekati ruang milik jalan sehingga tidak tersedia bahu jalan. Ketika hujan turun, air langsung masuk ke badan jalan dan itu menjadi salah satu penyebab jalan cepat rusak,” jelasnya.

Ia menegaskan, keberadaan ruang milik jalan memiliki peran penting dalam menjaga kualitas serta ketahanan jalan. Ruang tersebut meliputi badan jalan, bahu jalan, dan saluran drainase yang harus memenuhi standar teknis.

“Jika drainase tidak tersedia, air akan menggenang dan kondisi jalan akan lebih cepat rusak. Karena itu, jalan yang baik harus dilengkapi badan jalan, bahu jalan, serta drainase sesuai standar,” ungkapnya.

Untuk tahun 2026, DPUTRLH Kabupaten Tasikmalaya mencatat sedikitnya 32 ruas jalan masuk dalam program rekonstruksi yang tersebar di sejumlah wilayah, dengan mayoritas berada di jalur selatan.

“Secara umum, berdasarkan data yang ada, kerusakan jalan memang banyak ditemukan di jalur tengah dan selatan. Karena itu, sebagian besar program rekonstruksi difokuskan ke wilayah tersebut,” kata Risnandar.

Ia menambahkan, pengecekan lapangan dilakukan sebagai langkah awal untuk memastikan kondisi eksisting sekaligus mengidentifikasi berbagai persoalan teknis sebelum pekerjaan dilaksanakan secara menyeluruh.

“Intinya kami turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi sebenarnya, sehingga sejak awal dapat ditentukan penanganan yang tepat serta solusi terbaik ke depannya,” pungkasnya. (gal)