PKB Tegaskan Komitmen Bersinergi dengan NU, Oleh Soleh Dorong Fatayat-Muslimat Bijak Bermedia Sosial
- account_circle Rian Sutisna
- calendar_month Rabu, 12 Agt 2026
- visibility 21
- print Cetak

0-3264x2448-0-0-{}-0-0#
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Medinas.id — Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dan mendukung perjuangan Nahdlatul Ulama (NU) dalam berbagai kegiatan keumatan dan kebangsaan.
Hal tersebut disampaikan Anggota DPR RI Komisi 1, Oleh Soleh, seusai menghadiri kegiatan Seminar Merajut Nusantara Aman Bermedia Sosial yang digelar di Aula Rumah Makan Sambel Hejo, Jalan Letjen Mashudi, Kota Tasikmalaya, Rabu (12/08/2026).
Menurut Oleh Soleh, NU merupakan salah satu organisasi kemasyarakatan yang memiliki jaringan luas dan aktif hingga tingkat kelurahan. Beragam kegiatan seperti pengajian, pengkaderan, serta kegiatan sosial dan keumatan dinilai membutuhkan dukungan dan sinergi dari berbagai pihak.
”PKB selalu berkomitmen untuk membersamai perjuangan Nahdlatul Ulama. NU ini organisasinya sangat besar dan kegiatannya juga begitu banyak, mulai dari tingkat pusat, provinsi, kota, hingga ke kelurahan. Karena itu, tentu perlu ada support dan sinergi bersama,” ujar Oleh Soleh.
Ia menegaskan, PKB akan terus berada di garda terdepan dalam membangun kolaborasi dengan NU, khususnya dalam menjaga dan memperkuat nilai-nilai Ahlussunnah Wal Jamaah.
Oleh Soleh juga menyampaikan bahwa kehadirannya dalam berbagai kegiatan NU merupakan bagian dari komitmen menjalankan arahan Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar atau Gus Muhaimin.
”Atas perintah ketum, atas perintah Gus Muhaimin Iskandar, saya harus tetap hadir dalam kegiatan NU sekaligus membantu PCNU sesuai dengan daerah pemilihan masing-masing,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga memberikan dukungan untuk membantu meringankan kebutuhan jamaah yang akan berangkat menghadiri Muktamar NU di Jawa Timur pada 27 Agustus mendatang. Menurutnya, Muktamar NU tidak hanya menjadi momentum pemilihan kepengurusan, tetapi juga menjadi ruang penting untuk membahas berbagai persoalan kebangsaan.
”Biasanya dalam muktamar juga dibahas persoalan-persoalan kebangsaan. Karena itu, mudah-mudahan Muktamar NU nanti dapat menghasilkan keputusan yang membawa manfaat bagi umat dan bangsa,” ujarnya.
Sementara itu, terkait kegiatan seminar yang dihadirinya, Oleh Soleh mengatakan kegiatan tersebut memiliki fokus berbeda. Kali ini, pihaknya berkolaborasi untuk memberikan literasi dan edukasi kepada masyarakat, khususnya kalangan perempuan dari Fatayat NU dan Muslimat NU, agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial.
Ia menilai Fatayat dan Muslimat NU merupakan kelompok strategis karena memiliki aktivitas organisasi yang cukup intens serta sering bersentuhan langsung dengan masyarakat di tingkat bawah.
”Kenapa saya fokus kepada Fatayat dan Muslimat? Karena mereka lebih sering berkumpul, organisasinya hidup, dan mereka juga sering terjun langsung ke masyarakat. Oleh karena itu, saya ingin membekali mereka dengan pemahaman bagaimana bermedia sosial secara bijak,” jelasnya.
Menurutnya, perkembangan teknologi digital tidak mungkin dilawan, sehingga langkah yang paling tepat adalah meningkatkan literasi masyarakat agar mampu memanfaatkan media sosial secara positif, aman, dan bertanggung jawab.
”Pada dasarnya kita tidak bisa melawan perkembangan teknologi. Yang bisa kita lakukan adalah memberikan edukasi dan literasi agar masyarakat, khususnya ibu-ibu, mampu menggunakan media sosial dengan bijak dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak benar,” pungkasnya.(gal)
- Penulis: Rian Sutisna
