Ragam  

“9.000 Relawan MBG Tasikmalaya Suarakan Keberlanjutan Program, Satgas Siapkan Hasil Evaluasi ke Pusat”.

Medinas.id — Ketua Satgas Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Tasikmalaya, Dr. Rubi Azhara, mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan serangkaian evaluasi terhadap pelaksanaan program tersebut di wilayah Kabupaten Tasikmalaya. Evaluasi dilakukan untuk mengukur manfaat yang telah dirasakan masyarakat sekaligus mengidentifikasi berbagai kendala yang masih ditemukan pada setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Rubi menjelaskan, hasil evaluasi tersebut telah dipetakan sebagai bahan perbaikan guna meningkatkan efektivitas program di masa mendatang. Ia juga menyampaikan penghargaan kepada para relawan, pelaku UMKM, dan seluruh elemen masyarakat yang telah menyampaikan aspirasi secara tertib dan kondusif di halaman Kantor Bupati Tasikmalaya, Kamis (25/06/2026).

“Kami berterima kasih kepada seluruh pihak yang hadir dan menyampaikan aspirasi dengan cara yang baik. Semua masukan yang diterima telah kami catat sesuai kapasitas dan kewenangan Satgas. Selanjutnya, aspirasi tersebut akan diteruskan kepada instansi terkait sesuai mekanisme yang berlaku,” kata Rubi.

Ia mengajak masyarakat untuk memberikan kepercayaan kepada pemerintah pusat yang saat ini sedang melakukan evaluasi dan penyempurnaan terhadap program MBG agar dapat menghasilkan kebijakan yang lebih optimal.

“Proses kajian dan pembenahan sedang dilakukan oleh pemerintah pusat. Mari kita dukung dan percayakan kepada para pemangku kebijakan agar dapat melahirkan formulasi terbaik yang bermanfaat bagi seluruh masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Rubi menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus mempelajari berbagai regulasi yang berkaitan dengan pelaksanaan program MBG. Menurutnya, hingga saat ini program tersebut masih memiliki dasar hukum yang kuat karena Peraturan Presiden (Perpres) yang menjadi payung hukumnya tetap berlaku.

Ia berharap Program Makan Bergizi Gratis dapat terus memberikan manfaat yang luas, tidak hanya bagi para relawan, tetapi juga bagi UMKM, BUMDes, pemasok bahan pangan, serta masyarakat secara umum sebagai bagian dari Program Strategis Nasional.

Di sisi lain, Ketua Paguyuban MBG Kabupaten Tasikmalaya, Ucu Supriatna, menyampaikan bahwa kegiatan penyampaian aspirasi tersebut diikuti relawan yang berasal dari berbagai SPPG di sejumlah kecamatan di Kabupaten Tasikmalaya.

Menurut data yang dimiliki paguyuban, jumlah relawan yang terlibat dalam ekosistem Program MBG di Kabupaten Tasikmalaya mencapai kurang lebih 9.000 orang.

Ucu menuturkan, salah satu poin utama yang disampaikan dalam aspirasi tersebut adalah harapan agar Program Makan Bergizi Gratis dapat terus berjalan secara berkelanjutan meskipun saat ini terdapat berbagai dinamika yang terjadi di tingkat pusat.

“Kami berharap program ini tetap berjalan dengan baik dan berkesinambungan. Meski ada berbagai perkembangan di tingkat pusat, jangan sampai hal tersebut menghambat pelaksanaan program yang sudah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” katanya.

Ia juga berharap berbagai persoalan hukum yang tengah menjadi perhatian di tingkat nasional dapat diselesaikan secara terbuka dan menyeluruh tanpa mengganggu keberlangsungan program.

Menurut Ucu, keberadaan Program MBG telah memberikan dampak positif yang luas karena tidak hanya melibatkan relawan, tetapi juga menggerakkan aktivitas ekonomi UMKM, BUMDes, pemasok bahan baku, hingga tenaga kerja yang terlibat dalam pelaksanaannya.

“Program ini telah menciptakan banyak peluang kerja dan membantu menggerakkan roda perekonomian masyarakat. Karena itu, kami berharap MBG tetap dilanjutkan karena sejalan dengan upaya pemerintah dalam membuka lapangan pekerjaan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.

Ucu menambahkan, keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis memiliki arti penting tidak hanya dalam mendukung pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga sebagai salah satu instrumen penguatan ekonomi kerakyatan yang memberikan manfaat langsung bagi berbagai sektor.(gal)