SMA Negeri 1 Tasikmalaya Perkuat Pendidikan Karakter di Usia 70 Tahun
- account_circle Galih Sugih Lugina
- calendar_month Kamis, 17 Sep 2026
- visibility 10
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Medinas.id — Tasikmalaya, Memasuki usia ke-70 tahun, SMA Negeri 1 Kota Tasikmalaya terus memperkuat pendidikan karakter sebagai bagian penting dalam membentuk siswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu berkontribusi dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Kepala SMA Negeri 1 Kota Tasikmalaya, Dr. H. Yonandi, S.Si., M.T., mengatakan sekolah memberikan ruang yang luas bagi siswa untuk mengembangkan potensi melalui berbagai kegiatan, baik secara individu maupun kelompok.
Pengembangan tersebut diwujudkan melalui beragam aktivitas kreatif, mulai dari mengolah dan mendaur ulang sampah menjadi pakaian, membuat karya tulis, hingga mengembangkan aplikasi.
Menurut Yonandi, siswa juga didorong untuk mengembangkan kemampuan nonakademik, khususnya dalam bidang organisasi dan kepemimpinan. Salah satunya melalui keterlibatan aktif dalam kegiatan OSIS.
”Kita ingin anak-anak tidak hanya mendapatkan materi di kelas, tetapi juga mampu mengasah kemampuan organisasi, kepemimpinan, dan mengimplementasikannya dalam sebuah kegiatan,” kata Yonandi saat diwawancarai.
Selain melibatkan siswa internal, sejumlah program dalam rangkaian kegiatan sekolah juga membuka ruang partisipasi bagi pelajar SMP dan sederajat. Di antaranya melalui lomba melukis payung, storytelling, serta berbagai kegiatan kreatif lainnya.
Yonandi menegaskan, memasuki usia ke-70, keberhasilan SMA Negeri 1 Tasikmalaya tidak semata-mata dilihat dari prestasi akademik. Lebih dari itu, sekolah ingin memastikan para lulusan memiliki karakter kuat dan mampu memberikan kontribusi positif di tengah masyarakat.
”Yang paling penting, siswa-siswi SMA 1 harus siap bermanfaat bagi masyarakat. Sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia yang lain,” ujarnya.
Meski demikian, capaian akademik tetap menjadi salah satu fokus sekolah. Yonandi menyebut lebih dari 90 persen lulusan SMA Negeri 1 Tasikmalaya melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta.
Ia menilai capaian tersebut perlu diimbangi dengan pembentukan karakter. Sebab, menurutnya, kecerdasan dan kemampuan akademik belum menjadi satu-satunya faktor penentu keberhasilan seseorang.
”Kesuksesan tidak cukup hanya cerdas dan pintar, tetapi bagaimana anak bisa menjaga karakter. Karena itu, selain mengukir prestasi, karakter menjadi hal yang dikedepankan,” katanya.
Peringatan HUT ke-70 SMA Negeri 1 Tasikmalaya sekaligus dijadikan momentum untuk menyiapkan keberlanjutan sekolah dalam menghadapi berbagai tantangan di masa mendatang.
Sejumlah kegiatan tetap mempertahankan program yang selama ini menjadi bagian dari kepedulian sekolah terhadap masyarakat. Salah satunya donor darah yang rutin digelar setiap tahun.
Selain itu, sekolah melibatkan para alumni dalam rangkaian peringatan hari jadi. Kehadiran alumni diharapkan dapat menjadi ruang berbagi pengalaman sekaligus memberikan motivasi kepada siswa.
”Kita ingin ada sesuatu yang berbeda. Salah satunya dengan mengundang alumni untuk berbagi pengalaman kepada adik-adik kelasnya. Ada sharing session dan berbagai kegiatan lainnya,” tutur Yonandi.
Rangkaian HUT ke-70 SMA Negeri 1 Tasikmalaya sendiri diawali dengan kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Yonandi menjelaskan, Maulid Nabi dipilih sebagai pembuka karena nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW dinilai relevan dengan upaya sekolah dalam memperkuat pendidikan karakter.
Sifat siddiq, amanah, tabligh, dan fathanah menjadi nilai yang diharapkan dapat diterapkan siswa dalam kehidupan sehari-hari.
”Keteladanan Nabi Muhammad SAW menjadi salah satu nilai yang kami jadikan landasan. Karena itu, Maulid Nabi dijadikan sebagai pembuka rangkaian kegiatan,” pungkasnya.(***)
- Penulis: Galih Sugih Lugina
- Editor: Galih
