PDI Perjuangan Perkuat Kaderisasi dan Rekrut Tokoh Eksternal untuk Dongkrak Suara
- account_circle Galih
- calendar_month Jumat, 23 Okt 2026
- visibility 13
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Medinas.id – PDI Perjuangan terus memperkuat konsolidasi internal melalui pendidikan politik dan kaderisasi berjenjang. Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan kualitas kader, memperluas jaringan organisasi, serta mengembalikan perolehan kursi legislatif yang berkurang pada pemilu sebelumnya.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Tasikmalaya, Dodo Rosada, S.H., M.H., menyampaikan hal tersebut dalam kegiatan Pendidikan Kader Pratama yang digelar di Aula Hotel Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, Jumat (23/10/2026).
Dodo menjelaskan, pendidikan kader merupakan amanat partai yang tertuang dalam peraturan organisasi. Program tersebut dilaksanakan secara berkala dan berjenjang, mulai dari Pendidikan Kader Pratama, Madya, hingga Utama.
Menurutnya, setiap kader, khususnya yang menduduki posisi kepengurusan, wajib mengikuti pendidikan kader sesuai tahapan yang telah ditetapkan, terutama bagi mereka yang belum pernah mengikuti Pendidikan Kader Pratama.
Pendidikan tersebut bertujuan membekali kader dengan pemahaman mengenai ideologi, jati diri, fungsi, serta arah kebijakan partai dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Selain itu, kader juga diharapkan memahami visi dan misi partai, Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), serta berbagai ketentuan yang menjadi pedoman dalam menjalankan roda organisasi.
Pendidikan kader juga menjadi sarana untuk membangun karakter, sikap, dan kemampuan komunikasi, baik di lingkungan internal partai maupun saat berinteraksi dengan masyarakat.
Dodo menegaskan, pendidikan politik tidak boleh dipandang sebatas formalitas organisasi. Menurutnya, kader harus memahami tujuan dan fungsi partai agar mampu menjalankan tanggung jawabnya secara optimal.
“Kalau pengurus tidak mau mengikuti pendidikan kader secara berjenjang, mulai dari Pratama, Madya, hingga Utama, lalu apa makna berpartai? Jangan sampai partai hanya menjadi tempat berhimpun tanpa memahami tujuan dan fungsi organisasi,” demikian penegasan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.
Selain memperkuat kaderisasi, PDI Perjuangan juga melaksanakan pelantikan pengurus badan dan sayap partai sebagai bagian dari strategi memperluas jangkauan organisasi dan memperkuat basis dukungan masyarakat.
Partai juga membuka ruang bagi tokoh-tokoh dari luar struktur organisasi untuk bergabung. Perekrutan tersebut diarahkan kepada figur yang memiliki pengaruh, legitimasi sosial, serta kemampuan membangun kedekatan dengan masyarakat.
Kehadiran tokoh eksternal diharapkan dapat meningkatkan partisipasi masyarakat sekaligus memperluas keanggotaan dan dukungan terhadap PDI Perjuangan.
Upaya pembenahan organisasi tersebut tidak terlepas dari evaluasi terhadap hasil pemilu sebelumnya. DPC PDI Perjuangan Kota Tasikmalaya menghadapi tantangan untuk memulihkan perolehan kursi legislatif yang berkurang tiga kursi, serta meningkatkan kembali jumlah suara yang mengalami penurunan.
Melalui pendidikan kader yang terstruktur, penguatan badan dan sayap partai, serta perekrutan tokoh potensial dari luar organisasi, PDI Perjuangan berupaya meningkatkan soliditas internal dan kepercayaan masyarakat.
Langkah tersebut diharapkan menjadi modal bagi partai untuk memperluas basis dukungan dan meningkatkan perolehan suara pada pemilu mendatang.(****)
- Penulis: Galih
