Liga Pendidikan Kota Tasikmalaya Masuki Pekan Kedua, PSSI Dorong Pengembangan Bakat Sepak Bola Pelajar
- account_circle Galih Sugih Lugina
- calendar_month Minggu, 25 Okt 2026
- visibility 16
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Medinas.id –Liga Pendidikan Kota Tasikmalaya tingkat SMP dan SMA memasuki pekan kedua setelah sebelumnya kompetisi untuk tingkat SD/MI rampung digelar. Turnamen sepak bola antarpelajar tersebut berlangsung setiap Sabtu dan Minggu di sela-sela libur sekolah, dengan pertandingan yang digelar di Stadion Wiradadaha, Kota Tasikmalaya.
Ketua Asosiasi Kota (Askot) PSSI Kota Tasikmalaya, H. Wahid, S.Pd., mengatakan, Liga Pendidikan merupakan kegiatan positif untuk mengisi waktu libur pelajar sekaligus mengembangkan potensi mereka di bidang olahraga, khususnya sepak bola.
Hal tersebut disampaikannya saat diwawancarai melalui WhatsApp, Minggu (25/10/2026).
Menurut Wahid, pendidikan tidak hanya berfokus pada kemampuan akademik, tetapi juga perlu diimbangi dengan pengembangan kemampuan fisik dan motorik melalui aktivitas olahraga.
“Ini merupakan kegiatan yang sangat positif. Bagaimana anak-anak mengisi hari libur sekolah dengan kegiatan turnamen sepak bola. Mereka tidak hanya dituntut cerdas secara akademik, tetapi juga perlu mengembangkan kemampuan motorik melalui olahraga. Salah satunya sepak bola, dan kami memfasilitasinya melalui Liga Pendidikan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, penyelenggaraan Liga Pendidikan Kota Tasikmalaya kini telah memasuki tahun keempat. Meski belum seluruh sekolah tingkat SMP dan SMA dapat berpartisipasi, Askot PSSI Kota Tasikmalaya berkomitmen untuk terus melaksanakan kompetisi tersebut secara berkelanjutan.
Sebagai bentuk pengembangan kompetisi, Liga Pendidikan tingkat SMP dan SMA juga telah menerapkan pembagian kategori Divisi Utama dan Divisi I. Sistem ini diharapkan dapat mendorong persaingan yang lebih kompetitif sekaligus meningkatkan kualitas permainan para pelajar.
Wahid mengungkapkan, setiap penyelenggaraan Liga Pendidikan selalu menghadirkan kejutan dari tim-tim sekolah yang berpartisipasi. Sejumlah sekolah mulai memberikan perhatian lebih terhadap pembinaan sepak bola sehingga para pelajarnya mampu menunjukkan kemampuan dan bersaing dengan tim lainnya.
Ia pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak sekolah, guru olahraga, serta pihak-pihak lain yang telah berpartisipasi dalam menyukseskan Liga Pendidikan di Kota Tasikmalaya.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada pihak sekolah, guru olahraga, dan semua pihak yang telah berpartisipasi. Dukungan mereka sangat berarti bagi keberlangsungan Liga Pendidikan sepak bola di Kota Tasikmalaya,” katanya.
Lebih lanjut, Wahid berharap sekolah-sekolah yang belum mengikuti kompetisi tahun ini dapat mulai mempersiapkan diri sejak dini agar bisa berpartisipasi pada penyelenggaraan Liga Pendidikan 2027 mendatang.
Ia menegaskan, kesempatan mengikuti kompetisi tersebut diharapkan semakin terbuka bagi pelajar tingkat SD, SMP, hingga SMA, sehingga pembinaan sepak bola dapat dilakukan secara berjenjang sejak usia dini.
Wahid juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kota Tasikmalaya melalui Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar), Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah XI, serta Dinas Pendidikan yang telah memberikan rekomendasi terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut.
Menurutnya, dukungan dan rekomendasi dari instansi terkait menjadi salah satu faktor penting yang memungkinkan sekolah berpartisipasi dalam Liga Pendidikan. KCD Pendidikan Wilayah XI memberikan rekomendasi untuk peserta tingkat SMA dan SMK, sedangkan Dinas Pendidikan memberikan rekomendasi bagi peserta tingkat SD dan SMP.
Dengan dukungan berbagai pihak, Askot PSSI Kota Tasikmalaya berharap Liga Pendidikan dapat terus berkembang menjadi wadah pembinaan, pencarian bakat, serta peningkatan prestasi sepak bola pelajar di Kota Tasikmalaya.(***)
- Penulis: Galih Sugih Lugina
- Editor: Galih
