PDGI Tasikmalaya Padukan Olahraga dan Edukasi Kesehatan Gigi Lewat Smash for Smiles
- account_circle Galih Sugih Lugina
- calendar_month Sabtu, 26 Sep 2026
- visibility 21
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Medinas.id — Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Cabang Tasikmalaya terus mendorong peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut.
Upaya tersebut dilakukan melalui pendekatan yang lebih dekat dengan aktivitas masyarakat. Salah satunya melalui kegiatan “Smash for Smiles”, yang memadukan olahraga, edukasi, serta pemeriksaan kesehatan gigi.
Kegiatan tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Gigi Nasional. Selain menjadi momentum edukasi, kegiatan ini juga menjadi ruang kolaborasi antara organisasi profesi, pemerintah, komunitas olahraga, dan masyarakat.
Ketua Pelaksana Smash for Smiles,
Leni Paramita, mengatakan kegiatan tersebut tidak sekadar menghadirkan aktivitas olahraga, tetapi juga membawa pesan tentang pentingnya menjaga kesehatan gigi secara preventif.
“Memperingati Hari Kesehatan Gigi Nasional, kegiatan ini menjadi bentuk bakti sosial bahwa kesehatan, kebersamaan dan kepedulian bisa bergerak dalam satu langkah. Ini juga menjadi momentum kolaborasi antara pemerintah setempat, organisasi profesi dan komunitas olahraga,” ujar Leni. Sabtu (26/09/2026)
Menurutnya, keterlibatan PDGI dalam kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya mendekatkan edukasi serta pemeriksaan kesehatan gigi kepada masyarakat.
Selama ini, pemeriksaan gigi masih sering dilakukan ketika seseorang sudah mengalami keluhan. Padahal, pemeriksaan secara rutin merupakan bagian penting dari upaya pencegahan berbagai masalah kesehatan gigi dan mulut.
“Kita mencoba menggabungkan olahraga dengan kesehatan gigi. Peserta tidak hanya berolahraga, tetapi juga diberikan kesempatan untuk memeriksakan kondisi giginya. Ini menjadi cara untuk mendekatkan pelayanan dan edukasi kesehatan gigi kepada masyarakat,” katanya.
Leni berharap keberadaan PDGI semakin dikenal masyarakat bukan hanya ketika terjadi persoalan kesehatan gigi, tetapi juga sebagai organisasi yang aktif mendorong edukasi dan pencegahan.
“Kami ingin lebih mendekatkan diri kepada seluruh lapisan masyarakat. Dengan kolaborasi bersama stakeholder dan dibalut melalui kegiatan seperti Smash for Smiles, kami berharap masyarakat semakin mengenal PDGI dan tidak lagi merasa takut untuk memeriksakan gigi,” tuturnya.
Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai agenda seremonial peringatan Hari Kesehatan Gigi Nasional. Menurutnya, Smash for Smiles dapat menjadi awal kolaborasi berkelanjutan antara PDGI, komunitas olahraga, pemerintah, dan berbagai elemen masyarakat.
“Harapannya, kita bisa terus bergerak bersama untuk meningkatkan kesehatan gigi masyarakat. Semoga kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut dan menjadi awal kolaborasi antara organisasi profesi dan komunitas,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Dispora) Kota Tasikmalaya, Deddy Mulyana, mengapresiasi pelaksanaan Smash for Smiles.
Menurut Deddy, olahraga dapat menjadi media yang efektif untuk menyampaikan berbagai pesan kesehatan kepada masyarakat. Kolaborasi olahraga dengan edukasi kesehatan gigi dinilai dapat memberikan manfaat yang lebih luas.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan Smash for Smiles. Ini merupakan bentuk kolaborasi yang positif, karena olahraga bisa menjadi sarana untuk menyampaikan pesan-pesan kesehatan kepada masyarakat. Ketika olahraga dipadukan dengan edukasi kesehatan gigi, tentu manfaatnya menjadi lebih luas,” ujar Deddy.
Ia menilai kolaborasi antara organisasi profesi, komunitas olahraga, pemerintah, dan stakeholder lainnya perlu terus dikembangkan. Upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat, kata dia, membutuhkan keterlibatan berbagai unsur.
“Yang menarik adalah semangat kolaborasinya. Ada organisasi profesi, komunitas olahraga, pemerintah dan stakeholder lainnya yang bergerak bersama. Pola seperti ini perlu terus dibangun karena persoalan kesehatan masyarakat tidak bisa hanya ditangani oleh satu pihak,” katanya.
Deddy berharap kegiatan tersebut dapat menjadi contoh pengembangan olahraga yang tidak hanya berorientasi pada aktivitas fisik, tetapi juga membawa pesan edukasi dan kesehatan.
Di sisi lain, Deddy mengatakan pihaknya akan melakukan persiapan menghadapi berbagai agenda dan event olahraga pada Oktober dan November mendatang. Persiapan tersebut termasuk mengantisipasi perkembangan sejumlah cabang olahraga yang semakin diminati masyarakat.
Salah satunya adalah olahraga padel yang mulai berkembang di Kota Tasikmalaya. Menurut Deddy, perkembangan cabang olahraga tersebut perlu diikuti dengan perencanaan pembinaan, penyediaan fasilitas, serta penyelenggaraan event yang terarah.
“Dengan perencanaan yang baik, peningkatan anggaran tersebut diharapkan dapat mendukung perkembangan olahraga dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, berkembangnya berbagai cabang olahraga juga berimplikasi terhadap kebutuhan fasilitas, pembinaan atlet, serta penyelenggaraan kegiatan yang perlu direncanakan secara matang, termasuk dalam kaitannya dengan kebutuhan anggaran daerah.
Kolaborasi dalam Smash for Smiles, kata Deddy, menunjukkan bahwa olahraga dapat menjadi sarana untuk membangun kebiasaan hidup sehat sekaligus menyampaikan edukasi kepada masyarakat.
“Olahraga harus terus kita dorong menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat, dan di saat yang sama kesadaran terhadap kesehatan gigi juga harus menjadi bagian dari kebiasaan hidup sehat,” tuturnya.
Deddy juga menyampaikan apresiasi kepada PDGI Cabang Tasikmalaya, panitia, komunitas olahraga, serta seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut.
“Semoga kegiatan ini memberikan manfaat nyata dan menjadi inspirasi bagi kegiatan-kegiatan lain yang menggabungkan olahraga, kesehatan dan kepedulian sosial,” katanya.
Smash for Smiles menjadi salah satu bentuk pendekatan edukasi kesehatan yang memanfaatkan ruang olahraga untuk menjangkau masyarakat secara lebih luas. Melalui kolaborasi tersebut, pesan mengenai pentingnya pemeriksaan dan perawatan gigi diharapkan tidak hanya berhenti sebagai informasi, tetapi dapat mendorong masyarakat membangun kebiasaan menjaga kesehatan gigi secara rutin. (***)
- Penulis: Galih Sugih Lugina
- Editor: Galih
