Pemkot Tasikmalaya dan Pramuka Bersinergi Cetak SDM Unggul Menuju Indonesia Emas 2045
- account_circle Galih Sugih Lugina
- calendar_month 11 jam yang lalu
- visibility 10
- print Cetak

0-3264x2448-0-0-{}-0-0#
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Medinas.id — Pemerintah Kota Tasikmalaya mendorong gerakan Pramuka untuk terus berperan dalam membentuk sumber daya manusia (SDM) yang unggul, khususnya di kalangan generasi muda. Semangat kepramukaan dinilai sejalan dengan upaya membangun karakter, keterampilan, serta prestasi generasi muda menuju Indonesia Emas 2045.
Hal tersebut disampaikan Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, M.M., MBA., saat menghadiri kegiatan di Aula Gedung Bapeltibangda Kota Tasikmalaya, Senin (24/08/2026).
Viman mengatakan, momentum Hari Pramuka ke-65 harus menjadi penguat semangat generasi muda untuk terus berkarya sekaligus menjadi bagian dari pembangunan SDM yang berkualitas.
“Di hari kemerdekaan Indonesia ini, tentunya spirit anak muda dan spirit Pramuka harus menjadi landasan dalam pembentukan SDM yang unggul,” ujar Viman.
Menurutnya, program-program Pramuka, termasuk Pramuka Garuda, perlu dibangun melalui sinergi antara Kwartir Cabang (Kwarcab) Pramuka dengan Pemerintah Kota Tasikmalaya. Program tersebut diharapkan tidak hanya menghasilkan kegiatan, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi pendidikan dan masa depan peserta didik.
Salah satunya, kata Viman, adalah memberikan apresiasi dan peluang lebih besar bagi anggota Pramuka Garuda berprestasi untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP, SMA, maupun perguruan tinggi unggulan.
”Program Pramuka Garuda ini harus bersinergi dan menghasilkan output serta outcome, terutama di bidang pendidikan. Salah satunya bagaimana Pramuka Garuda bisa mendapatkan tiket untuk masuk ke SMP, SMA, maupun kampus-kampus unggulan,” katanya.
Viman juga mengungkapkan rencana pengembangan bumi perkemahan di wilayah Situ Cibeureum. Rencana tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah bersama Kwarcab Kota Tasikmalaya dalam menyediakan ruang pembinaan bagi generasi muda.
”Insyaallah ke depan akan kita garap untuk adanya bumi perkemahan. Di Kota Tasikmalaya memang sudah ada perjuangan sebelumnya di Situ Cibeureum, dan nanti akan kita lihat kembali pengembangannya,” jelasnya.
Ia menyebutkan, kawasan Situ Cibeureum juga tengah diarahkan untuk pengembangan sejumlah fasilitas pendidikan, termasuk rencana pembangunan TK Negeri di sekitar SKB Situ Cibeureum. Karena itu, kawasan tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu pusat pengembangan SDM dan pembinaan generasi muda melalui semangat kepramukaan.
Viman menegaskan, semangat Pramuka harus terus diarahkan pada pembentukan generasi muda yang memiliki kecintaan terhadap tanah air, berkarakter, mandiri, dan mampu berkontribusi bagi masyarakat.
Sementara itu, Ketua Kwarcab Kota Tasikmalaya, H. Muhammad Yusuf, mengatakan gerakan Pramuka akan terus bergerak melakukan pembinaan meskipun menghadapi keterbatasan anggaran.
Menurut Yusuf, sejumlah program pembinaan telah disiapkan, di antaranya Kursus Mahir Dasar (KMD) dan Kursus Mahir Lanjutan (KML) bagi para guru yang nantinya diharapkan mampu menjadi pembina Pramuka di sekolah masing-masing.
“Setelah mengikuti KMD, mereka menjadi pembina Pramuka di sekolahnya. Kemudian dilanjutkan dengan KML. Harapannya, mereka yang kita latih ini bisa terus mendidik anak-anak agar menjadi generasi yang cerdas dan berkarakter,” ujar Yusuf.
Ia menambahkan, berbagai kegiatan Pramuka yang telah dirancang tetap disesuaikan dengan kemampuan anggaran yang tersedia. Kendati demikian, kondisi tersebut tidak menjadi alasan bagi Kwarcab untuk menghentikan pembinaan.
“Kita tetap bergerak melakukan pembinaan kepada masyarakat dan anak-anak sekolah. Termasuk mereka yang sudah mengikuti KMD, mereka harus terjun langsung ke masyarakat,” katanya.
Yusuf mencontohkan program Kampung Pramuka di Kecamatan Bungursari. Dalam program tersebut, Kwarcab melakukan pendampingan dan pemantauan terhadap kegiatan masyarakat yang dikembangkan melalui semangat kepramukaan.
Menurutnya, program tersebut mendapat respons positif dari masyarakat. Sejumlah hasil kegiatan produktif bahkan sudah mulai terlihat, seperti budidaya pakcoy, cabai, dan ikan lele.
“Kita sudah punya Kampung Pramuka di Bungursari. Kita sebagai badan pembina akan terus memonitor perkembangannya. Antusiasme masyarakat ternyata bagus. Sekarang sudah ada hasil, seperti pakcoy, cabai, dan lele,” ungkap Yusuf.
Ia berharap program tersebut dapat terus dikembangkan sebagai model pembinaan Pramuka yang tidak hanya berorientasi pada kegiatan kepramukaan, tetapi juga mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Dengan sinergi antara Pemerintah Kota Tasikmalaya dan Kwarcab, gerakan Pramuka diharapkan semakin maju dan mampu menjadi wadah pembentukan generasi muda yang tangguh, kreatif, mandiri, serta siap menghadapi tantangan menuju Indonesia Emas 2045. (***)
- Penulis: Galih Sugih Lugina
- Editor: Galih
- Sumber: Kwarcab Kota Tasikmalaya
