Program MBG Dongkrak Ekonomi Petani Panumbangan Ciamis, Sayuran Terserap hingga 100 Kg Sekali Pesan.
- account_circle Rian Sutisna
- calendar_month Senin, 10 Agt 2026
- visibility 16
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Medinas.id — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat di Kecamatan Panumbangan, Kabupaten Ciamis. Selain memenuhi kebutuhan gizi anak-anak, program tersebut turut membuka akses pasar yang lebih luas bagi petani dan pelaku usaha pangan lokal.
Dampak tersebut dirasakan langsung oleh para petani yang bermitra dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dewi Maya Panumbangan. Hasil pertanian warga kini dapat terserap untuk memenuhi kebutuhan bahan pangan dapur MBG dengan harga yang dinilai lebih menguntungkan.
Salah seorang Pengurus Kelompok Tani Karya Mukti 1, Dusun Cimuncang, Desa Jayagiri, Joni Wiguna, S.P., mengatakan keberadaan SPPG membantu petani mengatasi persoalan pemasaran hasil pertanian yang selama ini menjadi salah satu kendala utama.
“Kami sangat bersyukur hasil produksi diterima dengan harga bagus. Jadi, tidak perlu repot lagi mencari pasar,” ujar Joni, Minggu (09/08/2026).
Menurutnya, pola distribusi hasil pertanian kini menjadi lebih teratur. Komoditas timun, misalnya, dipasok secara rutin setiap dua hari sekali. Sementara sejumlah jenis sayuran segar lainnya dikirim dua kali dalam sepekan atau bahkan setiap hari, menyesuaikan kebutuhan dapur SPPG.
Dalam satu kali pemesanan, SPPG Dewi Maya dapat menyerap sedikitnya 100 kilogram sayuran. Jumlah tersebut belum termasuk permintaan dari dapur SPPG lainnya yang turut menyerap hasil pertanian dari wilayah Panumbangan.
“Alhamdulillah, sejak ada program MBG ini, kesejahteraan kami sebagai petani di Panumbangan benar-benar meningkat,” katanya.
Tak Hanya Petani, Pedagang Ikut Merasakan Dampaknya.
Perputaran ekonomi yang ditimbulkan program MBG tidak hanya dirasakan oleh petani. Para pedagang bahan pangan di wilayah Panumbangan juga mengaku memperoleh manfaat dari meningkatnya permintaan kebutuhan dapur.
Hj. Evi, salah seorang pedagang bahan pangan di Panumbangan, menyebut omzet usahanya mengalami peningkatan sejak adanya kebutuhan pasokan untuk program MBG.
Menurutnya, meskipun pihak SPPG menerapkan standar kualitas dan kuantitas yang cukup ketat, kondisi tersebut justru menjadi peluang bagi pedagang untuk meningkatkan omzet karena kebutuhan bahan pangan memiliki permintaan yang relatif stabil.
Ia pun mendorong para petani untuk memanfaatkan peluang tersebut dengan meningkatkan produksi dan memperluas lahan tanam, sehingga mampu memenuhi kebutuhan pasar yang terus berkembang.
SPPG Prioritaskan Produk Petani Lokal.
Kepala SPPG Dewi Maya Panumbangan, Femy Filia Irfany, S.H., menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen memprioritaskan hasil pertanian masyarakat sekitar untuk memenuhi kebutuhan bahan pangan dapur.
Menurut Femy, kebijakan tersebut tidak hanya bertujuan memastikan ketersediaan bahan pangan berkualitas bagi penerima manfaat MBG, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di sekitar SPPG.
“Kami selalu mengutamakan hasil produk masyarakat sekitar, terutama sayuran. Tujuannya agar keberadaan dapur ini berdampak nyata pada peningkatan kesejahteraan petani lokal,” tegas Femy.
Selain menyerap hasil pertanian, keberadaan SPPG Dewi Maya juga membuka lapangan kerja bagi masyarakat sekitar. Saat ini, sebanyak 47 warga setempat diberdayakan sebagai relawan yang terlibat dalam operasional dapur.
SPPG Dewi Maya Panumbangan telah beroperasi sejak tahun pertama peluncuran program MBG. Hingga kini, dapur tersebut melayani lebih dari 2.100 anak penerima manfaat.
Dengan menu yang bervariasi setiap harinya, keberadaan SPPG Dewi Maya menunjukkan bahwa program MBG tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan gizi anak, tetapi juga berpotensi menciptakan rantai ekonomi lokal melalui penyerapan produk pertanian, peningkatan aktivitas perdagangan, serta pemberdayaan tenaga kerja masyarakat.
Sinergi antara pengelola SPPG dan masyarakat lokal tersebut diharapkan dapat terus diperkuat sehingga manfaat program MBG semakin luas dan mampu mendukung ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kecamatan Panumbangan, Kabupaten Ciamis. (***)
- Penulis: Rian Sutisna
