Wahid Tegaskan PKB Kota Tasikmalaya Tak Berada di Posisi Oposisi maupun Koalisi
- account_circle Galih Sugih Lugina
- calendar_month Kamis, 15 Okt 2026
- visibility 19
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Medinas.id – Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Tasikmalaya, H. Wahid,S.Pd., menegaskan bahwa PKB tidak memosisikan diri sebagai oposisi maupun bagian dari koalisi dalam dinamika politik di Kota Tasikmalaya. Partainya akan mendukung kebijakan pemerintah daerah yang berpihak kepada masyarakat sekaligus menjalankan fungsi pengawasan apabila kebijakan yang diambil tidak sejalan dengan kepentingan rakyat.
Pernyataan tersebut disampaikan Wahid saat memberikan sambutan dalam acara pengukuhan pengurus DPC PKB Kota Tasikmalaya periode 2026–2031 di Ballroom Hotel Harmoni, Jalan R. Ikik Wiradikarta, Kota Tasikmalaya, Kamis (15/10/2026).
Dalam sambutannya, Wahid menyinggung dinamika pergantian kekuatan politik di Kota Tasikmalaya. Ia menyebut Partai Golkar, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan Partai Gerindra pernah menjadi kekuatan politik yang meraih kemenangan di daerah tersebut.
Menurutnya, PKB kini memiliki peluang untuk memperkuat posisi politik dan berupaya meraih kemenangan pada kontestasi politik mendatang.
“Dulu Golkar, PPP, dan sekarang Gerindra menjadi pemenang di Kota Tasikmalaya. Kini, tinggal PKB yang harus bisa merebut kemenangan selanjutnya,” ujar Wahid.
Meski tidak menempatkan partainya dalam barisan oposisi ataupun koalisi, Wahid menegaskan PKB akan berada di garda terdepan dalam mendukung program Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan dan Wakil Wali Kota Raden Diky Candra Negara selama kebijakan yang dijalankan benar-benar berpihak kepada masyarakat.
Sebaliknya, apabila terdapat program pemerintah yang dinilai tidak pro rakyat, PKB akan mengambil sikap tegas dengan menjalankan fungsi pengawasan dan menyuarakan kepentingan masyarakat.
Wahid menambahkan, PKB Kota Tasikmalaya akan terus berupaya mendapatkan kepercayaan dan dukungan masyarakat melalui kerja politik yang berorientasi pada kepentingan publik.
Ia menekankan pentingnya bagi seluruh kader PKB untuk hadir di tengah masyarakat, menyerap aspirasi warga, serta memperjuangkan berbagai kebutuhan masyarakat melalui jalur politik.
Dengan demikian, Wahid berharap PKB dapat semakin dekat dengan masyarakat sekaligus memperkuat perannya dalam mengawal kebijakan pemerintah daerah agar tetap berorientasi pada kepentingan rakyat.(***)
- Penulis: Galih Sugih Lugina
