Ibu Rumah Tangga di Tasikmalaya yang Sempat Dilaporkan Hilang Ternyata Sengaja Pergi, Diduga Ingin Bercerai
- account_circle Galih Sugih Lugina
- calendar_month Kamis, 27 Agt 2026
- visibility 9
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Medinas.id – Motif di balik hilangnya seorang ibu rumah tangga asal Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, akhirnya terungkap. TT (38), warga Desa Mandalawangi, Kecamatan Salopa, ternyata sengaja menyembunyikan keberadaannya setelah dilaporkan hilang oleh suaminya, Deni (40).
Berdasarkan hasil pemeriksaan kepolisian, TT diduga merekayasa cerita seolah-olah dirinya mengalami persoalan pekerjaan di Bekasi. Skenario tersebut diduga dilakukan karena konflik rumah tangga yang telah berlangsung cukup lama. TT disebut ingin berpisah atau bercerai dari suaminya.
Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya AKP Heru Samsul Bahri membenarkan temuan tersebut. Menurutnya, informasi mengenai rencana TT bekerja sebagai pemandu lagu secara freelance di Bekasi ternyata merupakan cerita yang direkayasa.
“Dari hasil pemeriksaan, cerita soal bakal dipekerjakan sebagai pemandu lagu (freelance) di Bekasi itu murni rekayasa. Motif utamanya, korban ingin pisah atau cerai dengan suaminya karena sering terjadi perselisihan,” ujar Heru dalam keterangannya, Kamis (27/08/2026).
Peristiwa tersebut bermula pada Kamis (20/08/2026) sekitar pukul 13.00 WIB. Saat itu, TT berpamitan kepada suaminya untuk mengunjungi rumah kerabat. Ia kemudian meninggalkan rumah menggunakan sepeda motor Honda Genio warna hitam dengan nomor polisi Z 2571 SA.
TT membawa satu unit telepon seluler, sedangkan satu ponsel lainnya sengaja ditinggalkan di rumah.
Tiga hari kemudian, Minggu (23/08/2026) pagi, TT menghubungi suaminya dan mengaku berada di Bekasi. Kepada Deni, TT mengatakan bahwa dirinya sebelumnya dijanjikan akan bekerja di sebuah restoran. Namun, setibanya di Bekasi, ia justru mengaku hendak dipekerjakan sebagai pemandu lagu di sebuah warung kopi dan mi.
Deni kemudian meminta istrinya untuk pulang. Namun, TT beralasan dirinya dilarang oleh pemilik tempat tersebut. Setelah percakapan itu, komunikasi kembali terputus karena ponsel milik TT dimatikan.
Khawatir dengan kondisi dan keselamatan istrinya, Deni kemudian mendatangi Polsek Salopa pada Senin (24/08/2026) malam untuk melaporkan TT sebagai orang hilang.
Kapolres Tasikmalaya AKBP Ade Papa Rihi mengatakan, polisi langsung melakukan penelusuran setelah menerima laporan tersebut. Tim Satreskrim Polsek Salopa bersama Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Tasikmalaya diterjunkan untuk mencari keberadaan TT.
“Ini merupakan komitmen respon cepat kepolisian dalam menangani setiap laporan masyarakat. Begitu laporan masuk, tim langsung bergerak melakukan penelusuran,” tegas Ade.
Pencarian awal dilakukan di wilayah Bekasi Barat hingga Jakarta Timur. Petugas bersama suami TT mendatangi sejumlah lokasi yang diduga berkaitan dengan keberadaan perempuan tersebut, termasuk beberapa tempat kos dan lokasi hiburan malam. Namun, pencarian di wilayah tersebut belum membuahkan hasil.
Petunjuk baru diperoleh pada Rabu (26/08/2026), saat polisi memeriksa telepon seluler milik TT yang tertinggal di rumah. Dari perangkat tersebut, petugas menemukan notifikasi percobaan masuk atau login ke akun Facebook milik TT menggunakan perangkat lain.
Setelah ditelusuri, lokasi perangkat tersebut terdeteksi berada di kawasan Parakan Muncang, Kabupaten Sumedang. Polisi kemudian berkoordinasi dengan Polsek Cimanggu, Polres Sumedang, untuk melakukan penelusuran lebih lanjut.
Petugas juga memeriksa rekaman CCTV di sekitar lokasi yang diduga menjadi titik keberadaan TT. Dari hasil penelusuran tersebut, polisi akhirnya berhasil mengidentifikasi keberadaan TT di wilayah Parakan Muncang.
Saat ditemukan, TT sempat menolak untuk kembali ke Tasikmalaya. Petugas kemudian melakukan pendekatan secara persuasif dan memberikan edukasi hingga akhirnya TT bersedia kembali secara sukarela bersama petugas.
“Hanya dalam kurun waktu 2×24 jam setelah laporan resmi kami terima, tim berhasil menemukan lokasi korban di Sumedang dan membawanya pulang dengan selamat,” ujar Ade.
Setibanya di Tasikmalaya, TT terlebih dahulu menjalani pemeriksaan medis oleh Tim Dokkes Polres Tasikmalaya. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi fisik maupun psikologis TT dalam keadaan baik sebelum diserahkan kembali kepada pihak keluarga.
Sementara itu, Deni mengapresiasi langkah cepat jajaran Polres Tasikmalaya, khususnya Unit PPA Satreskrim, yang telah membantu menemukan istrinya.
Ia mengaku lega karena TT akhirnya berhasil ditemukan dalam kondisi selamat setelah beberapa hari tidak diketahui keberadaannya.
“Terima kasih Pak Kapolres, Kasat Reskrim, Pak Kanit PPA dan semua jajarannya yang telah bersusah payah mencari keberadaan istri saya yang sempat hilang. Kini kami bisa bertemu kembali,” ungkap Deni.(***)
- Penulis: Galih Sugih Lugina
- Editor: Galih
- Sumber: Polres Tasikmalaya
