PPP Kota Tasikmalaya Siapkan Strategi Kebangkitan, PAC Diminta Perkuat Basis hingga Akar Rumput
- account_circle Rian Sutisna
- calendar_month Minggu, 9 Agt 2026
- visibility 14
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Medinas.id — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Tasikmalaya menggelar Musyawarah Anak Cabang (Musancab) secara serentak di tingkat kecamatan, Minggu (09/08/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Rumah Makan Oco tersebut menjadi bagian dari langkah konsolidasi organisasi untuk memperkuat struktur partai di tingkat akar rumput sekaligus mempersiapkan strategi menghadapi dinamika politik ke depan.
Musancab difokuskan pada penyegaran dan restrukturisasi Pengurus Anak Cabang (PAC), sekaligus menyusun langkah strategis untuk memperkuat basis massa PPP di seluruh wilayah Kota Tasikmalaya.
Saat membuka pleno musyawarah, H. Enjang menegaskan bahwa restrukturisasi dilakukan dengan mengedepankan evaluasi kinerja serta kesiapan kader dalam menjalankan tugas-tugas kepartaian.
“Melalui Musancab ini, kami melakukan evaluasi total dan restrukturisasi berbasis kinerja. Pengurus PAC yang terbentuk harus diisi kader-kader militan yang siap bekerja keras dan turun langsung mendengar aspirasi masyarakat,” tegas H. Enjang.
Menurutnya, pembaruan Surat Keputusan (SK) kepengurusan PAC merupakan bagian dari upaya optimalisasi dan penyegaran organisasi. Ia memastikan langkah tersebut tidak berkaitan dengan isu negatif maupun persoalan internal partai.
Musancab tersebut turut dihadiri jajaran pengurus harian DPC PPP Kota Tasikmalaya, perwakilan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP Jawa Barat, unsur Sekretariat Daerah, serta ratusan kader PPP dari tingkat kelurahan hingga kecamatan se-Kota Tasikmalaya.
Dalam pelaksanaannya, musyawarah berlangsung dinamis dan demokratis. Selain membentuk tim formatur untuk menyusun kepengurusan PAC, forum juga menghasilkan instruksi agar seluruh PAC segera membentuk kepengurusan ranting di tingkat kelurahan.
Langkah tersebut dinilai penting untuk memperkuat struktur organisasi hingga lapisan terbawah sekaligus memastikan PPP memiliki basis massa yang solid dan dekat dengan masyarakat.
Sementara itu, Ketua DPW PPP Jawa Barat, H. Uu Ruzhanul Ulum, mengingatkan jajaran pengurus agar tidak hanya mengandalkan legalitas formal berupa SK kepengurusan. Menurutnya, legitimasi dari masyarakat menjadi faktor penting dalam menentukan keberhasilan seorang pengurus di tingkat kecamatan.
“Legalitas berupa SK dari DPW itu tidak cukup jika pengurus tidak memiliki legitimasi di tengah masyarakat. Jangan sampai ketua PAC punya SK, tetapi tidak disukai publik sehingga suara PPP justru turun. Legitimasi masyarakat adalah kunci,” ujar Uu.
Ia menjelaskan, calon Ketua PAC PPP setidaknya harus memiliki komitmen kuat untuk membesarkan partai di wilayahnya. Selain itu, calon pengurus dituntut mampu berkomunikasi dan menyampaikan visi serta program partai secara meyakinkan kepada masyarakat.
Kemampuan tersebut dinilai penting agar pengurus PAC tidak hanya aktif secara struktural, tetapi juga mampu membangun kedekatan dengan masyarakat dan menggaet dukungan pemilih.
Dengan rampungnya Musancab serentak tersebut, PPP Kota Tasikmalaya berharap konsolidasi internal semakin kuat, komunikasi antara pengurus dan kader semakin solid, serta struktur partai di tingkat kecamatan hingga kelurahan dapat berjalan lebih efektif.
Konsolidasi ini sekaligus menjadi bagian dari upaya PPP untuk membangun kembali kepercayaan masyarakat dan memperkuat posisi politiknya di Kota Tasikmalaya. (gal)
- Penulis: Rian Sutisna
