Pisah Sambut Kepala Pengamanan Lapas Tasikmalaya, Dicky Candra Tekankan Pentingnya Komunikasi dan Kreativitas
- account_circle Galih Sugih Lugina
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 8
- print Cetak

0-3264x2448-0-0-{}-0-0#
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Medinas.id – Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Rd. Dicky Candra Negara, menekankan pentingnya komunikasi dan kreativitas dalam membangun kedekatan antara Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tasikmalaya dengan masyarakat maupun berbagai instansi.
Hal tersebut disampaikan Dicky saat menghadiri kegiatan pisah sambut Kepala Pengamanan Lapas Kelas IIB Tasikmalaya di Kelurahan Empangsari, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya, Jumat (28/08/2026).
Menurut Dicky, keberhasilan dalam membangun hubungan yang baik dengan masyarakat tidak terlepas dari pola komunikasi yang efektif. Selain itu, kreativitas warga binaan juga menjadi bagian penting dalam proses pembinaan di dalam lapas.
”Kalau kita lihat dan saksikan videonya, betapa Pak Yadi sudah sangat dekat dengan masyarakat. Salah satu kunci kedekatan dengan masyarakat dan instansi lainnya adalah pola serta sistem komunikasi yang baik,” ujar Dicky.
Ia mencontohkan berbagai kegiatan kreatif yang dilakukan warga binaan, salah satunya keterampilan membuat kopi dan kegiatan produktif lainnya. Menurutnya, hal tersebut merupakan bentuk kreativitas yang perlu terus dikembangkan.
”Jadi kuncinya ada dua K, yaitu kreativitas dan komunikasi,” katanya.
Dicky berharap Kepala Pengamanan Lapas Kelas IIB Tasikmalaya yang baru, Dimas Aditya Naraharyya, dapat melanjutkan pola komunikasi dan kreativitas yang telah dibangun sebelumnya.
Ia menilai warga binaan merupakan bagian dari masyarakat, baik yang berasal dari Kota Tasikmalaya maupun Kabupaten Tasikmalaya. Karena itu, program pembinaan harus diarahkan agar mereka memiliki bekal dan keterampilan yang dapat bermanfaat setelah kembali ke tengah masyarakat.
”Mudah-mudahan Pak Dimas bisa menjalankan komunikasi dan kreativitas yang luar biasa. Kreativitas itu untuk keluarga binaan karena mereka juga merupakan warga kita, sebagian dari Kota Tasikmalaya dan sebagian dari Kabupaten Tasikmalaya,” ungkapnya.
Dicky juga berharap komunikasi dan sinergi antara pihak lapas dengan masyarakat, pemerintah daerah, serta berbagai lembaga dan instansi lainnya dapat terus diperkuat.
”Harapan saya, mudah-mudahan ketika mereka keluar dari lapas, mereka bisa menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain. Kunci kesuksesan lapas ke depan adalah komunikasi dengan masyarakat dan lembaga-lembaga lainnya, termasuk instansi terkait,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIB Tasikmalaya, Ismet Sitorus, S.H., M.Si., M.H., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kepala Pengamanan sebelumnya, Yadi Suryaman, A.Md.IP., M.H., atas kontribusinya selama bertugas di Lapas Kelas IIB Tasikmalaya.
Ia juga menyambut kedatangan Dimas Aditya Naraharyya, A.Md., S.Tr.PAS., M.M., sebagai Kepala Pengamanan yang baru.
”Kepada Pak Yadi, kami ucapkan terima kasih karena sudah memberikan kontribusi besar di Lapas Tasikmalaya. Banyak hal yang sudah dilakukan. Saya berharap di tempat yang baru, Pak Yadi juga bisa terus berkarya,” kata Ismet.
”Kepada KPLP yang baru, kami ucapkan terima kasih dan selamat datang di Lapas Tasikmalaya. Saya berharap beliau dapat segera bersosialisasi dan beradaptasi dengan kondisi yang ada di lapas,” sambungnya.
Ismet juga menyinggung persoalan kelebihan kapasitas yang masih menjadi salah satu tantangan Lapas Kelas IIB Tasikmalaya. Pihaknya telah melakukan koordinasi dengan pimpinan serta sejumlah pihak terkait untuk mencari solusi atas persoalan tersebut.
Salah satunya melalui upaya pemindahan sebagian warga binaan serta melakukan audiensi dengan pemerintah daerah, baik Pemerintah Kota Tasikmalaya maupun Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya.
”Karena overcapacity lapas ini, kami juga sudah berkoordinasi dengan pimpinan untuk mengambil beberapa langkah, termasuk pemindahan warga binaan. Kemudian kami juga melakukan audiensi dengan pemerintah setempat, baik wali kota maupun bupati,” jelas Ismet.
Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya telah menyambut baik komunikasi tersebut dan membuka ruang untuk membantu mencari solusi terkait persoalan yang dihadapi Lapas Tasikmalaya.
”Kami sudah bermohon dan ketika audiensi, Pak Bupati berkenan memfasilitasi. Memang banyak langkah yang harus dilaksanakan. Insyaallah kita berdoa mudah-mudahan ada solusi untuk mengantisipasi dan mengatasi persoalan ini,” ujarnya.
Yadi: Pengamanan Bukan Sekadar Menjaga Fisik.
Sementara itu, Yadi Suryaman yang menjabat sebagai Kepala Pengamanan Lapas Kelas IIB Tasikmalaya sejak Desember 2020 hingga Agustus 2026 mengungkapkan bahwa selama bertugas, pihaknya berupaya membangun koordinasi dengan berbagai pihak eksternal.
Koordinasi tersebut dilakukan tidak hanya dalam bidang keamanan, tetapi juga berkaitan dengan pembinaan dan penanganan warga binaan.
Selama kurang lebih lima tahun delapan bulan bertugas, Yadi menilai keamanan di dalam lapas tidak hanya berkaitan dengan pengamanan fisik di balik jeruji.
”Pengamanan itu bukan hanya sekadar pengamanan fisik di balik jeruji, tetapi yang lebih utama adalah pengamanan hati. Kalau hatinya sudah kita kunci, insyaallah keberhasilan itu akan mengikuti,” ungkapnya.
Ia bersyukur selama masa kepemimpinannya tidak terjadi gangguan keamanan dan ketertiban yang berarti di Lapas Tasikmalaya. Namun, menurut Yadi, capaian tersebut bukan semata-mata karena dirinya, melainkan berkat kerja sama seluruh jajaran dan dukungan berbagai pihak.
”Selama ini keberhasilannya, untuk bagian pengamanan, terhitung aman. Tidak ada gangguan keamanan dan ketertiban. Itu sebenarnya sudah menjadi bagian dari prestasi,” katanya.
Meski demikian, Yadi menegaskan bahwa tugas yang dijalankannya bukan semata-mata untuk mengejar prestasi.
”Kami bukan hanya sekadar menjalankan tugas atau mengejar prestasi, tetapi bekerja lillahi ta’ala, mengamankan Lapas Tasikmalaya dengan hati,” ujarnya.
Ia berharap kondisi keamanan di Lapas Tasikmalaya dapat terus terjaga di masa mendatang. Menurutnya, keberhasilan tersebut juga tidak terlepas dari dukungan pihak eksternal dan seluruh jajaran yang bekerja bersama.
Dimas Siap Lanjutkan Program dan Perkuat Pembinaan.
Sementara itu, Kepala Pengamanan Lapas Kelas IIB Tasikmalaya yang baru, Dimas Aditya Naraharyya, mengatakan dirinya akan segera melakukan adaptasi dan koordinasi dengan seluruh sektor di lingkungan lapas.
Dimas menyatakan akan melanjutkan berbagai hal positif yang telah dilakukan Yadi Suryaman. Sementara program yang dinilai masih perlu diperbaiki akan dievaluasi dan dibenahi secara bersama-sama.
”Yang sudah baik yang dilakukan Pak Yadi akan kita lanjutkan, sementara yang masih kurang baik akan kita benahi bersama-sama,” kata Dimas.
Menurutnya, aspek keamanan tidak dapat dipisahkan dari program pembinaan warga binaan. Karena itu, ke depan pihaknya akan memberikan perhatian lebih terhadap berbagai kegiatan pembinaan, termasuk olahraga dan program kemandirian.
”Keamanan itu tidak bisa berdiri sendiri tanpa program pembinaan. Mungkin kita akan lebih menonjolkan program pembinaan, seperti kegiatan olahraga maupun kegiatan kemandirian lainnya,” jelasnya.
Dimas juga menyatakan siap berkoordinasi dengan pihak terkait mengenai berbagai persoalan yang dihadapi Lapas Tasikmalaya, termasuk masalah kelebihan kapasitas serta rencana penataan dan renovasi lapas.
Ia berharap komunikasi dengan pemerintah daerah dan pemerintah pusat dapat terus berjalan sehingga berbagai persoalan yang ada dapat segera menemukan solusi.
Dengan adanya pergantian kepemimpinan tersebut, Dimas berharap sinergi antara Lapas Kelas IIB Tasikmalaya, pemerintah daerah, masyarakat, serta berbagai instansi terkait dapat semakin kuat demi menciptakan keamanan sekaligus meningkatkan kualitas pembinaan warga binaan.(****)
- Penulis: Galih Sugih Lugina
- Editor: Galih
- Sumber: Lapas Tasikmalaya.
