Ragam  

Boboko Tasikmalaya Deklarasi, Hadirkan Kultur Suporter yang Santun dan Bermartabat

Medinas.id — Komunitas Bobotoh Kolot (Boboko) Distrik Tasikmalaya resmi mendeklarasikan keberadaannya sebagai wadah bagi para pendukung Persib Bandung yang telah memasuki usia matang, namun tetap memiliki kecintaan dan loyalitas tinggi terhadap tim kebanggaan Jawa Barat tersebut, yang bertempat di rumah makan ma’uneng Jalan terusan BCA Kecamatan Cihideung Kota Tasikmalaya (13/06/2026)

Salah satu penggagas Boboko Tasikmalaya, Abah Irwan, menjelaskan bahwa inisiasi pembentukan komunitas ini berawal dari informasi mengenai berdirinya Boboko di Bandung. Setelah mempelajari visi dan tujuan organisasi, para bobotoh senior di Tasikmalaya menilai Boboko menjadi ruang yang tepat untuk menghimpun para pendukung Persib yang ingin tetap aktif mendukung tim kesayangan dengan cara yang lebih dewasa dan berwibawa.

Berangkat dari semangat tersebut, sejumlah bobotoh di Tasikmalaya mulai mendaftarkan diri sebagai anggota. Dalam kurun waktu sekitar dua hingga tiga bulan, jumlah anggota terus bertambah. Salah satu syarat pembentukan distrik Boboko adalah memiliki sedikitnya 50 anggota. Sebulan menjelang deklarasi, jumlah anggota tercatat telah mencapai sekitar 45 orang.

Momentum deklarasi resmi Distrik Boboko Tasikmalaya kemudian ditetapkan pada13 Juni, setelah kompetisi sepak bola berakhir. Seiring berjalannya waktu, jumlah anggota terus meningkat hingga kini telah menembus lebih dari 100 orang.

Distrik Boboko Tasikmalaya saat ini menaungi anggota yang berasal dari Kota dan Kabupaten Tasikmalaya. Sementara itu, wilayah Ciamis, Banjar, dan Pangandaran masih berada dalam cakupan Distrik Tasikmalaya hingga masing-masing daerah memenuhi persyaratan untuk membentuk dan mendeklarasikan distrik sendiri.

Sesuai arahan dari pengurus pusat, Kota dan Kabupaten Tasikmalaya tetap berada dalam satu naungan organisasi dengan nama Distrik Boboko Tasikmalaya.

Pembentukan Boboko Tasikmalaya untuk menghadirkan komunitas suporter yang lebih dewasa, menjunjung tinggi sportivitas, serta turut menjaga dan mengangkat martabat budaya Sunda.

Ketua Umum Boboko Pusat, Yuki Heryana Sunarja Winarta, menyampaikan bahwa saat ini hampir seluruh kota dan kabupaten di Jawa Barat telah memiliki distrik Boboko. Selain berkembang di Jawa Barat dan Banten, komunitas ini juga telah hadir di berbagai daerah di Indonesia, seperti Palu, Kalimantan, Lombok, dan Batam.

Perkembangan Boboko bahkan telah menjangkau mancanegara. Sejumlah distrik luar negeri telah terbentuk di Singapura, Arab Saudi, Jepang, dan Manchester, Inggris. Terbaru, komunitas ini juga hadir di Montenegro dan Norwegia. Dalam waktu dekat, distrik di Swedia dan Amerika Serikat dikabarkan akan segera menyusul.

Pengurus Boboko berharap seluruh anggota di berbagai daerah dapat terus menjaga marwah organisasi dengan menjunjung tinggi sportivitas serta mengamalkan falsafah Sunda, yakni silih asah, silih asih, dan silih asuh.

“Suporter boleh bereuforia selama 90 menit pertandingan berlangsung. Namun setelah pertandingan usai, kita kembali menjalani kehidupan bermasyarakat bersama. Karena itu, kita harus mampu membedakan antara fanatisme saat mendukung tim di stadion dengan sikap dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Dengan semangat persaudaraan dan nilai-nilai kearifan lokal, Boboko Tasikmalaya diharapkan menjadi wadah yang mampu mempererat tali silaturahmi antarbobotoh sekaligus menghadirkan budaya dukungan yang santun, dewasa, dan bermartabat. (gal)