News  

Jaga Arah Bangsa, PERPUKADESI Perkuat Komitmen Kebangsaan

Medinas.id — Ketua Umum Perkumpulan Purnabakti Kepala Daerah Seluruh Indonesia, Jenndral TNI (purn) Bibit Waluyo, menegaskan pentingnya menjaga arah pembangunan nasional agar tetap sejalan dengan cita-cita kemerdekaan.

Hal tersebut disampaikan dalam Pernyataan Sikap Kebangsaan yang menjadi refleksi tanggung jawab moral para purnabakti kepala daerah di seluruh Indonesia. Senin (04/05/2026)

Kegiatan ini turut dihadiri Ketua Dewan Pembina Sutiyoso serta Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. Kehadiran sejumlah tokoh tersebut memperkuat nilai strategis forum dalam merespons berbagai dinamika pembangunan, sekaligus menegaskan pentingnya sinergi antara pengalaman kepemimpinan daerah dan kebijakan pemerintah pusat.

Dalam pernyataannya, Bibit Waluyo menyoroti bahwa pembangunan bangsa merupakan proses panjang yang sarat dinamika. Ia menilai perbedaan pandangan dalam sistem demokrasi merupakan hal yang wajar, selama tetap diarahkan pada tujuan bersama, yakni mewujudkan Indonesia yang maju, adil, dan berdaulat.

“Perbedaan yang muncul bukan bentuk perpecahan, melainkan variasi cara dalam membangun bangsa. Yang utama adalah memastikan arah pembangunan tetap berada di jalur yang benar,” ujarnya.

PERPUKADESI juga menilai, sejak era reformasi, demokrasi dan otonomi daerah telah membuka ruang luas bagi lahirnya kepemimpinan yang berkualitas. Meski masih menghadapi sejumlah tantangan, peran kepala daerah dinilai signifikan dalam mendorong kemajuan di berbagai sektor.

Sebagai organisasi yang mewadahi para purnabakti gubernur, bupati, dan wali kota, PERPUKADESI menegaskan posisinya sebagai mitra strategis pemerintah. Organisasi ini berkomitmen memberikan pandangan yang objektif dan konstruktif, sekaligus mengawal kebijakan publik agar tetap berpijak pada kepentingan nasional.

Dalam visi menuju Indonesia Emas 2045, PERPUKADESI juga menyoroti pentingnya regenerasi kepemimpinan hingga ke tingkat daerah dan desa. Langkah ini dinilai krusial guna memastikan kesinambungan pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

Bibit Waluyo menambahkan, organisasi yang dipimpinnya berpegang pada aspirasi rakyat dengan tetap mempertimbangkan pandangan akademis serta nilai-nilai historis bangsa. Ia menegaskan bahwa PERPUKADESI menjaga independensi dengan tidak terlibat dalam praktik politik praktis.

“PERPUKADESI hadir sebagai kekuatan moral, bukan kekuatan politik praktis. Kami menjaga arah pembangunan tanpa terlibat dalam kepentingan sesaat,” tegasnya.

PERPUKADESI juga membuka ruang kolaborasi bagi seluruh purnabakti kepala daerah dan elemen bangsa yang memiliki visi serupa dalam menjaga kedaulatan serta mendorong kemajuan Indonesia. Semangat inklusif tersebut diharapkan mampu memperkuat sinergi menghadapi tantangan pembangunan ke depan.

Pernyataan sikap ini ditutup dengan semboyan “Pengabdian Tanpa Akhir, Perjuangan Tanpa Henti” sebagai penegasan komitmen berkelanjutan. Dokumen resmi yang ditandatangani Bibit Waluyo tersebut menjadi simbol tekad kolektif dalam menjaga keutuhan, arah, dan kesinambungan pembangunan nasional di tengah dinamika zaman. (***)