Medinas.id — Padepokan Pesantren Perguruan Pencak Silat dan Lingkung Seni Padjadjaran Pusat menggelar kegiatan Peringatan Hari Jadi ke-56 yang dirangkaikan dengan Tasyakur Milangkala ke-96 Guru Besar sekaligus Ketua Umum Padjadjaran Pusat, Raden Haji Sani Wajayatakusama.
Kegiatan tersebut berlangsung di Padepokan Padjadjaran Pusat, Jalan Karangnunggal KM 21, Kampung Adawarna, Desa Sirnajaya, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Tasikmalaya.
Sekretaris Umum Padjadjaran Pusat, Ipin Arifin, S.Sos., mengatakan kegiatan tersebut merupakan wujud rasa syukur atas perjalanan panjang Padjadjaran Pusat sekaligus ungkapan tasyakur binikmat atas usia Guru Besar yang telah mencapai 96 tahun.
“Alhamdulillah, kegiatan ini merupakan bentuk rasa syukur kami dalam rangka hari jadi Padjadjaran Pusat ke-56 tahun dan tasyakur binikmat atas usia orang tua kami, Raden Haji Sani Wajayatakusama yang ke-96 tahun. Ini adalah kontribusi dari seluruh cabang dan ranting, khususnya dari anak-anak Padjadjaran, agar kegiatan ini terus menjadi agenda tahunan,” ujar Ipin saat diwawancarai wartawan di sela kegiatan.
Ia menjelaskan, peringatan tersebut tidak hanya menjadi milik internal Padjadjaran, tetapi juga menjadi ruang terbuka bagi para pelaku budaya di luar padepokan untuk saling bersilaturahmi dan berkolaborasi.
“Kegiatan ini juga menjadi wadah bagi para pelaku budaya, tidak hanya dari Padjadjaran Pusat. Harapannya ke depan seluruh pelaku budaya, termasuk pemerintah, dapat terus bersinergi. Alhamdulillah, saat ini dukungan juga datang dari raja dan sultan yang turut mendukung kegiatan kebudayaan ini,” katanya.
Menurut Ipin, Padjadjaran Pusat memiliki peran penting dalam menjaga nilai-nilai budaya sebagai bagian dari kontribusi mengisi kemerdekaan bangsa.
“Kami berharap Padjadjaran bisa menjadi salah satu pengisi kemerdekaan, melalui pelestarian budaya untuk kebaikan bangsa ini,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa keberadaan Padepokan Padjadjaran Pusat merupakan spirit bagi para anggotanya sekaligus menjadi faktor pendukung dalam penguatan nilai budaya di Kabupaten Tasikmalaya.
“Padepokan Padjadjaran Pusat ini menjadi spirit bagi kami. Ini juga menjadi salah satu faktor pendukung semangat kebudayaan bagi Kabupaten Tasikmalaya,” ucapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ipin turut menyinggung apresiasi dari tokoh publik Kang Dicky Candra yang hadir dalam acara tersebut. Menurutnya, Dicky Candra menyampaikan ketertarikannya terhadap konsep pelestarian budaya yang dijalankan Padjadjaran Pusat.
“Kang Dicky Candra tadi bahkan sempat menyampaikan rasa ‘iri’ dalam arti positif. Beliau berharap di Kota Tasikmalaya juga bisa dilaksanakan kegiatan ngamumule budaya seperti yang dilakukan di Padjadjaran Pusat,” pungkas Ipin. (Gal)











