Agus Winarno: Pemerintah Tidak Antikritik, Tapi Harus Objektif

Medinas.id – Kritik terhadap Presiden Prabowo Subianto belakangan kian menguat di ruang publik. Sejumlah kalangan menyuarakan evaluasi terhadap berbagai kebijakan pemerintah, termasuk program strategis Makan Bergizi Gratis (MBG). Namun, sebagian kritik dinilai telah mengarah pada serangan pribadi terhadap kepala negara.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum Relawan Anak Bangsa Nasional (RABN), Agus Winarno SH, menegaskan bahwa pemerintah tidak antikritik. Menurutnya, kritik merupakan bagian dari demokrasi, namun harus disampaikan secara santun dan konstruktif.

“Pemerintah tidak antikritik. Kritik boleh disampaikan oleh siapa saja, tetapi hendaknya dilakukan dengan cara yang bijak dan membangun, bukan menyerang pribadi,” ujar Agus dalam keterangannya, Jumat (20/02/2026)

Agus menyebut setiap pemimpin memiliki keterbatasan sehingga kritik seharusnya diarahkan pada perbaikan kebijakan, bukan pada aspek personal. Ia juga menekankan pentingnya objektivitas dalam menyampaikan penilaian terhadap program pemerintah.

Terkait program MBG, Agus menilai kebijakan tersebut lahir dari komitmen Presiden Prabowo untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia. Program itu bertujuan memastikan pemenuhan kebutuhan nutrisi dan protein guna mendukung tumbuh kembang anak agar lebih sehat dan cerdas.

Ia menilai, selain berdampak pada kesehatan anak, program MBG juga memberi efek berganda terhadap perekonomian masyarakat. Menurutnya, perputaran ekonomi di daerah meningkat melalui keterlibatan pelaku UMKM dan penyerapan tenaga kerja di sekitar Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

“Program ini tidak hanya menyasar aspek kesehatan, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Banyak warga sekitar yang terlibat, baik sebagai tenaga kerja maupun relawan,” katanya.

Meski demikian, Agus mengakui setiap program tetap memerlukan evaluasi. Ia berharap Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai pelaksana teknis dapat terus melakukan pembenahan dan evaluasi internal guna meminimalkan kekurangan dalam implementasi.

“Evaluasi harus terus dilakukan agar tujuan besar program ini dapat tercapai secara optimal,” pungkasnya. (***)

Banyak platform digital berkembang pesat di 2026, salah satunya

platform terpercaya ini

yang mulai banyak digunakan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *