Medinas.id – Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Cinta Abadi resmi mulai beroperasi di Kelurahan Sambongjaya, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya. Kehadiran dapur ini menjadi bagian dari dukungan terhadap program nasional pemenuhan gizi yang digulirkan pemerintah pusat.
Pemilik Yayasan Cinta Abadi, H. Yusmara, mengungkapkan bahwa pendirian dapur SPPG di Sambongjaya dilatarbelakangi pengalamannya mengelola dapur serupa di Bandung sejak Februari 2025. Ia mengakui pada tahap awal masih muncul keraguan, khususnya terkait sistem pendanaan program.
“Di awal saya sempat ragu karena mekanismenya menggunakan dana talang. Namun setelah Januari pembayaran mulai berjalan, saya semakin yakin. Operasional dimulai Februari dan baru benar-benar stabil sekitar Juli,” ujar Yusmara di sela peluncuran program.
Seiring berjalannya waktu, sistem pendanaan dinilai semakin tertata. Dana operasional kini diterima di awal, sehingga pengelola tidak lagi harus menalangi biaya produksi seperti pada masa awal pelaksanaan.
Yusmara menegaskan, keterlibatannya dalam program SPPG didasari niat sosial dan kemanusiaan. Ia menempatkan kualitas makanan sebagai prioritas utama dengan prinsip bahwa makanan yang disajikan harus layak dikonsumsi anak-anak.
“Memberi makan anak-anak itu seperti memberi makan anak sendiri. Kelayakan dan kualitasnya tidak boleh diabaikan,” katanya.
Pemilihan Sambongjaya sebagai lokasi dapur SPPG juga bukan tanpa alasan. Selain berada di lingkungan tempat tinggalnya, Yusmara berharap keberadaan dapur tersebut mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekitar, terutama dalam penyerapan tenaga kerja.
Pada tahap awal, dapur SPPG Cinta Abadi melayani sekitar 1.000 penerima manfaat. Jumlah tersebut direncanakan meningkat secara bertahap menjadi 1.500 hingga 2.000 penerima manfaat, menyesuaikan dengan petunjuk teknis terbaru serta hasil evaluasi pelaksanaan.
“Harapannya penerima manfaat bisa terus bertambah. Jangan sampai sudah direkrut tapi tidak terlayani,” ujarnya.
Dari sisi ketenagakerjaan, sekitar 95 persen pekerja dapur SPPG berasal dari warga Kelurahan Sambongjaya. Dari total 35 tenaga kerja, hanya dua orang yang berasal dari luar wilayah tersebut.
Saat ini, dapur SPPG Cinta Abadi masih melayani kategori B3 dengan kapasitas sekitar 1.300 porsi per hari. Ke depan, peningkatan kategori dan kapasitas akan dilakukan secara bertahap sesuai arahan koordinator kecamatan.
Terkait kendala, Yusmara menyebut hingga kini belum ditemukan hambatan signifikan. Meski demikian, ia mengakui ketersediaan bahan baku tertentu, seperti susu, kerap menjadi tantangan dalam operasional dapur.
Dari sisi fasilitas, dapur SPPG Cinta Abadi dinilai telah melampaui standar minimal. Jika ketentuan luas dapur minimal 250 meter persegi, fasilitas yang tersedia saat ini mencapai sekitar 985 meter persegi di lantai dasar, belum termasuk pengembangan bangunan ke lantai atas. (Gal)











