Media Nasional (Medinas.id) – Baru-baru ini, program “Makan Bergizi Gratis” (MBG) menghadapi nada sumbang yang menyerukan penghentian total karena beberapa insiden yang terjadi di sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Menanggapi hal ini, Agus Winarno SH, Ketua Umum Relawan Anak Bangsa (RABN), menegaskan agar pemerintah tidak goyah dan tetap fokus pada perbaikan.
Menurut Agus Winarno, pemerintah seharusnya berpegang teguh pada tujuan awal program MBG dan tidak terpengaruh oleh segelintir orang yang mengusulkan penghentian.
Ia menekankan bahwa insiden yang terjadi adalah hal yang wajar dalam sebuah program baru dan dinamis.
“Memang kita akui ada beberapa insiden di wilayah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi untuk beberapa daerah, namun demikian janganlah lantas berpikir untuk penghentian program hanya karena beberapa usulan yang datang dari segelintir orang, melainkan Pemerintah harus fokus pada perbaikan untuk semua lini,” jelas Agus.
Agus menilai bahwa program MBG memiliki manfaat yang sangat besar bagi masyarakat, bahkan hingga ke pelosok daerah. Sebagai sebuah kebijakan baru yang bertujuan mewujudkan Indonesia sejahtera, program ini tentu membutuhkan waktu dan proses panjang untuk mencapai kesempurnaan.
Ia melihat tantangan ini sebagai kesempatan bagi pemerintah untuk membuktikan kemampuannya dalam memastikan hak masyarakat atas gizi yang layak.
Ia juga menawarkan beberapa solusi untuk mengatasi insiden tersebut, seperti penanganan dan pengawasan berbasis data, pemantauan distribusi bahan makanan secara transparan, serta pelatihan ulang bagi kepala SPPG. Agus percaya bahwa langkah-langkah ini akan lebih efektif daripada menghentikan program.
“Dengan adanya insiden ini jangan lantas kita mau melakukan penghentian program, karena sangat banyak SPPG yang memiliki standar BGN, dan mampu menyajikan makanan bergizi yang disukai siswa dan masyarakat,” tegas Agus.
Ia juga menambahkan bahwa dampak positif program ini sangat besar, termasuk dalam penyerapan tenaga kerja.
“Sampai hari ini sudah puluhan ribu masyarakat Indonesia berpenghasilan menjadi relawan SPPG,” tambahnya.
Sebagai penutup, Agus Winarno berharap program strategis ini dapat terus berjalan. Ia memandang insiden yang terjadi sebagai bahan evaluasi penting untuk perbaikan, demi mewujudkan Indonesia yang makmur dan sejahtera. (***)











